UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

FSH UIN SGD-FEBI UIN SUKA Gagas Asosiasi Prodi MKS

[www.uinsgd.ac.id] Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung  dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga (SUKA) Yogyakarta, menyatakan sepakat pada tahun 2017 akan membentuk asosiasi Prodi Manajemen Keuangan Syariah (MKS) se-nasional.

Demikian catatan penting dari kunjungan pimpinan FEBI –berikut Prodi MKS—UIN SUKA  ke FSH UIN SGD, Senin sore (19/12/2016).  Rombongan FEBI UIN SUKA, yang dipimpin Wadek I Dr Casmini, S.Ag, M.Si, diterima oleh Dekan FSH UIN SGD Dr Ah Fathonih, M.Ag, didampingi Wakil Dekan I Dr HA Hasan Ridwan, M.Ag; Wakil Dekan II Dr Fauzan Ali Rasyid, M.Si; Ketua Jurusan MKS Dr Deni K Yusup; dan Kabag TU Drs. Wawan Hermawan DS.  

“Kita bertukar pandangan dan pengalaman tentang banyak hal: pengembangan kurikulum, dosen, tatalaksana administrasi, dan pembelajaran. Bahkan kita sepakat akan mebentuk asosiasi MKS tingkat nasional. Bulan depan kami berkunjung ke FEBI SUKA Yogyakarta, membicarakan lebih detail tentang pembentukan asosiasi,” jelas Dr Fathonih.

Mereka juga bertanya tentang kiprah FSH UIN SGD lebih detail, terutama sekelumit tatalaksana akademik di FSH.  “Sebagai pelaksana teknis dari UIN SGD, FSH diarahkan untuk menjadi pusat pe­ngem­bangan sumber daya manusia yang  menghasilkan lulusan yang  bermutu dan berdaya saing tinggi dalam bidang Ilmu Syari’ah dan Ilmu Hukum serta Ilmu Ekonomi Syariah,” jelas Dr Fathonih. 

Saat mengungkap terbosan-terobosan yang dilakukan FSH, terutama mengenai alumni yang andal. Selain mumpuni dengan pengetahuan kesyariahan, almuni FSH juga memiliki berbagai keterampilan, mentalitas yang bagus, juga berprilaku baik (akhlak karimah). Dalam arti lulusan andal dalam konteks unggul dan kompetitif, ini bisa diwujudkan manakala semua komponen fakultas seiring seirama dalam mengimplementasikan visi dan misi yang sudah disepakati.

”Yang paling penting nge-link dan matching dengan user/dunia kerja. Maka, penerapan kurikulum berbasis KKNI menjadi sebuah keniscayaan, ditambah dengan upaya memperluas kemitraan, jejaring, network dengan stakeholder, dunia usaha, lembaga ekonomi, perbankan,  dan lain-lain,” urai Dekan. (Nanang Sungkawa)