UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

FSH UIN SGD Bandung Gelar Workshop Strategi Penulisan Artikel dan Publikasi Jurnal

SETIAP dosen memiliki kewajiban dan tuntuan dari pemerintah untuk melakukan publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi untuk mempercepat guru besar dan membudayakan Tridharma Perguruan Tinggi. Upaya ini ditindaklanjuti dengan “Workshop Strategi Penulisan Artikel dan Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi” yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung.

Tampil sebagai narasumber Grisna Anggadwita (dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom) dan Dini Turipanam Alamanda(dosen Fakultas Ekonomi Universitas Garut)

“Penelitian dan publikasi ilmiah sudah menjadi bagian penting dari setiap proses kenaikan jabatan fungsional akademik. Percepatan guru besar, penulisan artikel, dan publikasi di jurnal internasional harus menjadi bagian penting dan mesti diutamakan Fakultas dalam rangka meningkatkan SDM, kualitas mutu akademik,” ungkap Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. Mahmud, M.Si. saat membuka didampingi Drs. Rohman Setiaman di Kampus I, Jalan A.H. Nasution No 105 Cipadung Cibiru Kota Bandung, Kamis (23/5/2019).

Menurut Mahmud, dengan keluarnya Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor, kewajiban publikasi ilmiah dalam jurnal internasional bereputasi menjadi syarat mutlak.

“Hal ini tak bisa ditawar-tawar lagi karena hasil penelitian yang tidak dipublikasikan akan berakhir dan menjadi tumpukan penelitian di perpustakaan. Tentunya tidak memberikan dampak bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi positif terhadap kemaslahatan umat,” jelasnya.

Mahmud berharap, workshop dapat mempercepat proses guru besar karena banyak dosen, khususnya dekan masih bergelar doktor. Diharapkannya pula, workshop dapat memberikan motivasi dan semangat bagi para dosen untuk terus meningkatkan produktivitas dalam hal publikasi jurnal karena jurnal internasional bereputasi yang memfokuskan pada bidang kajian agama itu masih sedikit.

“Melalui workshop ini diharapkan dapat meningkatkan akreditasi jurnal untuk naik tingkat. Juga mampu melahirkan keberadaan jurnal agama menjadi terakreditasi nasional dan bereputasi internasional,” ujarnya.

Sementara, Dekan FSH, Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag, menuturkan, kegiatan workshop dilatarbelakangi oleh banyaknya publikasi karya dosen yang dimuat pada jurnal milik Fakultas dan lingkungan UIN SGD Bandung yang terakreditasi Sinta.

“Persoalanya, setiap jurnal nasional maupun internasional bereputasi memiliki aturan sendiri. Juga setiap penerbit pengindeks memiliki standar dan gaya selingkung tersendiri,” tegasnya.

Menurutnya, workshop bertujuan untuk membantu kalangan civitas akademik, terutama peneliti, dosen dan mahasiswa, dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya tentang menulis artikel penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Internasional bereputasi.

“Saya berharap kehadiran workshop ini bias mendorong dan memupuk minat kita selaku dosen untuk terus melakukan penelitian, kemudian hasil penelitianya dipublikasikan pada jurnal bereputasi, sehingga keberadaan fakultas dapat berkontribusi pada program percepatan guru besar di lingkungan UIN SGD Bandung,” katanya.

Dini Turipanam Alamanda memberikan kiat-kiat tentang teknik penulisan jurnal internasional bereputasi perlu memperhatikan faktor-faktor pendorong menuju scopus dan konsisten publikasi, mulai dari membangun network, melakukan kolaborasi, menyiapkan roadmap supaya on the track, mengikuti alur publikasi, menguasai dan menggunakan bahasa Inggis dalam menulis artikel sampai menyiapkan dana.

“Tips pertama, template. Unggah template dan ikuti. Perhatikanlah format penulisan authoars dan afiliasi, format kolom satu atau dua, format referensi menggunakan apa? format referensi mendeley dengan memakai end note, menggunakan gaya penulisan model british atau amerika, outline yang berisi tentang metode atau metodologi, hasil, implikasi, simpulan dan saran, sampai jumlah kata harus diperhatikan,” tegasnya.

Tips kedua, katanya, nama dan afiliasi, perhatikanlah nama dan afiliasnya yang harus disesuaikan dengan nama di seluruh portal, google scholar, scopus id, orchid, academia.edu, research gate.

“Tips ketiga, abstrak, minimal 250 kata dengan menyesuaikan formatnya. Buat kata kunci yang benar, tidak menuliskan literatur dan rumus. Semuanya harus berisi tentang tujuan, metode, hasil dan implikasi,” katanya. (Nana Sukmana, Endan Suhendra)

Sumber, Galamedia News 23 Mei 2019