UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

FSH UIN SGD Bandung Gelar Konferensi Internasional Peran Hukum Islam

Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung menggelar Sharia and Law International Conference (Shalic) bertajuk “Memikirkan Kembali Peran Hukum Islam dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG)” yang dibuka oleh Wakil Rektor II. Prof. Dr.H. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si. yang berlangsung di Hotel Ibis Styles, Jl. Braga No.8, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Selasa (09/07/2019).

Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, S.H, M.H., (Ketua Mahkamah Agung periode 2012-2017), Prof. M. Arskal Salim GP, MA. Ph.D (Direktur pada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam), Prof. Samina Yasmeen ( Director, Centre for Muslim States and Societies/CMSS, University of Western Australia), Prof. Mark Cammack. (Ahli bidang Hukum di Southwestern Law School, Los Angeles, California) dan Dr. Ah. Fathonih, M.Ag (Dekan FSH UIN SGD Bandung) tampil sebagai narasumber utama pada acara Shalic yang diikuti 100 peserta terdir dari peneliti, pembuat kebijakan dan praktisi untuk membahas berbagi persoalan tentang kemajuan, arah baru, paradigma dan hasil penelitian soal aspek penerapan Syariah dan Hukum.

Menurut Prof. M. Arskal Salim GP, MA. Ph.D tantangan yang dihadapi lulusan Fakultas Syariah dan Hukum itu dalam memberian bantuan hukum kepada masyarakat. Kehadiran paralegal, seseorang yang mempunyai keterampilan hukum, tapi bukan seorang Pengacara profesional dan bekerja di bawah bimbingan pengacara yang dinilai mempunyai kemampuan hukum untuk menggunakan keterampilannya.

Peran Paralegal
Pertama kali istilah paralegal tercantum dalam peraturan perundang-undangan nomor 16 Tahun 2011 tentang bantuan hukum. Dalam Pasal 9 disebutkan bahwa pemberi bantuan hukum berhak melakukan rekrutmen terhadap pengacara, paralegal, dosen, dan mahasiswa fakultas hukum. Sedangkan pada pasal 10 disebutkan bahwa pemberi bantuan hukum berkewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Bantuan Hukum bagi advokat, paralegal, dosen, mahasiswa fakultas hukum.

Dengan dikabulkan uji materi Permenkumham No.1 Tahun 2018 tentang paralegal dalam pemberian bantuan hukum Mahkamah Agung (MA) membatalkan ketentuan paralegal yang boleh memberi bantuan hukum secara litigasi di pengadilan.

Meskipun paralegal tidak dapat memberi bantuan hukum secara litigasi (beracara di pengadilan) dan hanya para advokatlah yang dapat memberikan bantuan hukumnya. Salah satu peran penting paralegal itu memberikan penyadaran hukum terkait hak-hak masyarakat dan memantau tata kelola pemerintah.

Paralegal Profesional
“Oleh karena itu, jadilah paralegal profesional yang memiliki pengetahuan, wawasan luas tentang hukum positif mulai dari pidana, perdata, tata negara, tata usaha negara sampai peraturan perundang-undangan, hukum adat, kompilasi hukum Islam, karena tantangan kedepan semakin kompleks,” tegasnya.

Dengan adanya Konferensi Internasional dan pertemuan Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum ini dapat mendorong terlahirnya kebijakan lulusan STAIN, IAIN dan UIN yang berada di lingkungan PTKIN untuk memiliki paradigma yang komprehensif dan holistik.

“Caranya dengan memasukan tradisi hukum dunia pada mata kuliah, kurikulum, kebijakan kurus singkat untuk menghadirkan mahasiswa asing, sehingga dapat memberikan kontribusi positif pada dunia Islam bidang syariah dan hukum,” paparnya.

Langkah strategis yang bisa kita lakukan melalui legal officer pada perusahaan. Seorang legal officer, staf hukum perusahaan dapat menangani dokumen dan perizinan, menangani permasalahan hukum, baik untuk masalah perdata maupun pidana.

“Untuk itu, keberadanya sangat penting dan relevan dalam memberikan kesadaran hukum yang bersumber pada hukum positif, adat dan kompilasi hukum Islam, sehingga memiliki khasan yang khusus dalam setiap menangani persoalan, kasus yang terjadi,” ujarnya.

Wakil Rektor II, sangat mengapresiasi atas digerlarnya Konferensi Internasional sebagai upaya menyiapkan dan mencetak lulusan segitiga emas FSH UIN SGD Bandung yang menguasai ilmu syariah, ilmu hukum, dan ilmu ekonomi Islam.

Selama kuliah di FSH UIN SGD Bandung, mereka diajari, dibina, dan dilatih oleh para dosen andal, profesional, hingga menjadi sarjana yang berkualitas, yang dapat bersaing di berbagai lapangan kerja sesuai dengan keahliannya dan mampu merespons fenomena hukum dan ekonomi syariah yang berkembang di masyarakat.

Dr. Ah. Fathonih, M.Ag didampingi Dr. H. Ahmad Hasan Ridwan, M.Ag., Dr. Fauzan Ali Rasyid, M.Si, Dr. Dudang Gojali, M.Ag menjelaskan semua artikel yang diterima di Shalic 2019 akan diterbitkan di Economic and Social Development (ESD) yang sudah terindeks CPCI (Web of Science oleh Thomson Reuters – Conference Proceedings Citation Index, pengindex bereputasi internasional sesuai dengan aturan dirjen Pendidikan TInggi Islam), EconLit, ABI Inform (oleh ProQuest) , EBSCO dan EconBIZ.

Publikasi ini memiliki nilai KUM maksimal 15 per paper sesuai dengan ketentuan penilaian kenaikan pangkat. Prosiding akan dipublikasikan setelah proses peer-review selama 3-6 bulan setelah konferensi diadakan.

Sumber, Berita Politik Online, Selasa 9 Juli 2019 I 20:19:33