UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

FSH-PERADI Cetak Calon Advokat Andal

Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) selain memberikan pengetahuan soal hukum, melatih skill seputar penanganan perkara, juga diharapkan melahirkan calon-calon advokat andal, yang memiliki  intergritas, amanah, jujur, dan bertanggung jawab. 

Harapan ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Dr H Ah Fathonih, dalam pembukaan PKPA Angkatan VI di Aula FSH, Senin (18/06/2019). “Hukum dan keadilan bisa tegak kalau para penegak hukumnya memiliki integritas, amanah,  jujur, dan bertanggung jawab,” kata Dr Fathonih, didampingi Ketua Lembaga  Bantuan dan Konsultasi Hukum (LBKH) FSH Ende Hasbi Nassaruddin, SH, MH.

PKPA Angkatan VI ini digelar oleh DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandung bekerja sama dengan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, selama 14 hari, diikuti oleh 70 peserta dari berbagai daerah di tanah air ini. Tujuannya, untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang luas bagi para lulusan sarjana hukum mengenai kewajiban dan tugas-tugas advokat.

“Kita akan cetak calon-calon advokat yang memiliki karakter keislaman dengan keunggulan akhlak. Atau, menjadi advokat yang islami,” ujar Dekan, seraya menjelaskan bahwa PKPA memberikan pengetahuan dan teknik-teknik penanganan perkara, baik litigasi maupun nonlitigasi; meningkatkan penguasaan terhadap bidang-bidang ilmu hukum dalam profesi advokat; dan mengetahui kode etik para penegak hukum selain advokat, yaitu Hakim, Jaksa, dan Kepolisian.

Sementara Ketua DPC Peradi Bandung Dr Roely Panggabean, SH, MH menjelaskan, untuk nenjadi advokat andal dan profesional selain harus sarjana hukum, juga  disyaratkan mengikuti PKPA. Sehingga, melahirkan calon-calon advokat yang berpengetahuan luas dan memiliki skill seputar penanganan perkara. “Kita akan cetak calon-calon advokat yang berkarakter dan beretika,” ujar Dr Roely.

Yang menjadi instruktur PKPA adalah para tenaga-tenaga profesional, advokat yang tergabung dalam Peradi dan dosen-dosen ahli. Adapun materi yang disuguhkan terdiri dari: Materi  Dasar: Fungsi dan Peran Organisasi Advokat, Sistem Peradilan Indonesia, dan Kode Etik Para Penegak Hukum.  Materi Hukum Acara: Pidana, Perdata, Peradilan Tata Usaha Negara, Peradilan Agama, Makamah Konstitusi, Pengadilan Hubungan Industrial, Persaingan Usaha, Peradilan Arbitrase dan Alternative Dispute Resolution (ADR), Peradilan HAM, Peradilan Niaga, dan Peradilan Anak.

Materi Non Litigasi terdiri dari: Perancangan dan Analisa Kontrak, Pendapat Hukum (Legal Opinion), Uji Kepatutan dan Segi Hukum, Organisasi Perusahaan, dan Sistem dalam Penyidikan. Sedangkan Materi Pendukung: Teknik Wawancara dengan Klien, Penelusuran Hukum, dan Dokumentasi dan Argumentasi Hukuk (Legal Reasoning).(Nanang Sungkawa)