UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

FSH Gembleng Kemampuan Menulis Mahasiswa

[www.uinsgd.ac.id] Salah satu indikator ajegnya cara berpikir seseorang bisa dilihat dari kemampuan menulisnya. Demikian juga, para dosen akan tahu pola pikir mahasiswa dengan cara menilai ide dan gagasan mereka yang tertuang dalam karya ilmiahnya.

Demikian kata Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung Dr Ah Fathoni, M.Ag  dalam sambutannya pada acara Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah bagi Mahasiswa, di Aula FSH Jl AH Nasution No 105 Bandung, Selasa (30/9/2014). “Saya ingin di setiap Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Senat Mahasiswa di FSH punya jurnal ilmiah. Makanya, sebanyak 50 orang mahasiswa perwakilan HMJ kami latih cara-cara menulis dan membuat jurnal ilmiah,” katanya.

Dijelaskan, pelatihan tersebut menjadi salah satu agenda penting pada bidang kemahasiswaan, dengan menghadirkan para instruktur profesional. Materi Teknik Penulisan Resensi dipandu oleh narasumber Dr HA Hasan Ridwan, M.Ag; Teknik Penulisan Naskah pada Jurnal Ilmiah oleh Dr Deni K Yusuf M.Ag; Teknik Editing dan Layout oleh Ayi Yunus Rusyana, M.Ag; dan Teknik Penulisan Artikel oleh Dr H Aden Rosadi, M.Ag.

“Kita ingin membiasakan para mahasiswa menulis karya ilmiah, lalu dimuat  pada jurnal yang mereka buat sendiri. Ini selaras dengan regulasi yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa untuk menjadi sarjana S1 itu syaratnya harus memuat tulisan dalam jurnal ilmiah. Tentunya, ini didukung oleh anggaran dari pemerintah, terutama untuk pelatihan dan pembinaan kemampuan menulis mahasiswa,” jelas Fathoni.

Dekan FSH Prof Dr H Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si sangat mendukung program yang diluncurkan Wadek III ini. Pelatihan menulis karya ilmiah merupakan langkah konkret dalam rangka penguatan keilmuan dan  kompetensi mahasiswa, hingga tercipta lulusan FSH yang unggul dan kompetitif. “Mereka kan calon ilmuwan yang berbudaya, yang kuat cara berpikirnya, di samping kekuatan akhlak dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” jelas Dekan.

Dekan merasa prihatin saat mendengar pernyataan seorang pejabat Kemenag RI yang mengatakan bahwa para mahasiswa di bawah naungan Kemenang sangat lemah karya ilmiahnya. “Ini tidak sekadar statmen, tetapi boleh jadi didukung oleh faktanya. Dan bagi FSH, fakta itu dijadikan cambuk untuk mendorong mahasiswa gemar dan pandai menulis.  Kami pun tertantang dan bertanggung jawab untuk mengubah atau membalikkan fakta itu,” katanya.

Karenanya, FSH terus  menguatkan fondasi di semua lini, demi terciptanya kultur akademik, yang terhindar dari kultur politik. “Saya yakin, para pemimpin di negeri ini –dari yang terendah hingga presiden— mereka orang-orang yang memiliki jejak rekam yang baik, punya kemampuan, bahkan sejak mahasiswanya memiliki kapasisitas dan ide-ide yang cemerlang. Maka, tunjukkan kemampuan kalian, agar kelak menjadi pemimpin andal!” pesan Prof Oyo kepada peserta pelatihan.[nank]