UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

FSH Gelar Seminar Nasional Industri Halal

[www.uinsgd.ac.id] Perguruan tinggi (Islam) memiliki peran penting dalam mendukung dan mengembangkan industri halal, mulai dari menetapkan kriteria halal, proses sertifikasi, pelatihan, hingga penguatan promosinya. Demikian salah satu poin penting dalam Seminar Nasional “Industri Halal: Inovasi dan Sinergitas Industri Halal Indonesia untuk Memperkuat Pariwisata Halal Global”, yang digelar Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung di Puri Khatulistiwa, Kamis (08/12/2016).

Seminar menghadirkan narasumber: Dr H Endy M Astiwara, M.A., A.A.A.I.J., C.P.L.H.I., FIIS (Dewan Syariah Nasional MUI); Tazbir Abdullah, SH, M.Hum (Kementerian Pariwisata); Prof Ir Sukoso, M.Sc, Ph.D (Ketua Pusat Studi Halalan Thoyib Universitas Brawijaya); Dr H Atang Adul Hakim, M.A (dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN SGD Bandung).

Hadir juga H Dadang Rusdiana, SE, M.Si (anggota Komisi X DPR RI); Cecep Maskanul Hakim, M.Enc (Senior Bank Supervisor Islamic Banking Department, OJK);  Ir H Ahmad Gemma Nurrahman (Komisaris Narapati Indah Boutique and Convention); Hj Rr Ina Wiyandini (Owner Ina Cookies); dan Dr Neni Nurainy (PT. Biofarma). 

“Seminar Industri Halal ini adalah yang pertama digagas dan digelar oleh FSH. Kami berharap ini menjadi tren untuk membumikan industri halal di semua bidang kehidupan umat muslim,” harap ketua panitia seminar Dr HA Hasan Ridwan, M.Ag di hadapan para pengusaha wisata, hotel, rumah makan, kuliner, dan akadimisi  yang hadir dalam seminar.  

Menurut Dr Hasan Ridwan, ada 20 terminologi dalam Al Quran tentang halal.  Halal juga berarti syariah, yang memiliki pengertian komersial yang positif. “Bagi umat Islam, selain memakan makanan halal, memakai kosmetik halal, juga berwisata halal dan menginap di hotel halal,” ajak Dr Hasan Ridwan, yang juga menjabat Wakil Dekan I FSH UINSGD ini.

Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN SGD Bandung Dr Ah Fathonih, M.Ag, dalam sambutannya menekankan adanya upaya sinergitas dalam menegaskan konsep industri halal, antara praktisi, pemerintah, dan perguruan tinggi. Ketiga domain ini nantinya akan menghasilkan kebijakan untuk diimplementasikan industry halal dalam bentuk konkret.

Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung –dengan leading sector Fakultas Syariah dan Hukum—punya andil dan peluang besar dalam mendorong pengembangan industri halal ini. “Kita wajib untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan industri halal. Ada banyak langkah yang bisa dilakukan, antara lain penyusunan pedoman atau panduan kriteria, indikator industri halal. Nantinya menjadi barometer bagi para pengusaha hotel halal, makanan halal, wisata halal, dan yang lainnya,” kata Dekan.

Wakil Rektor II UIN SGD Prof Dr H Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si menyampaikan apresiasi atas gagasan pengembangan indutri halal yang diawali dengan seminar ini. Ia menganggap industri halal sangat prospektif dan menjadi potensi besar bagi bisnis syariah. Karenanya, lanjut Prof Oyo, sejak dini FSH segera menyiapkan sumber daya insaninya agar bisa mencapai target ideal.

 “Selanjutnya, yang perlu diperhatikan oleh para pelaku usaha, tidak harus terjebak pada penggunaan label, misalnya dengan mencantumkan kata halal  atau syariah untuk sebuah hotel, kalau hal itu bagi konsumen menjadi alergi, yang penting dalam realisasinya sesuai dengan syariat Islam atau mencerminkan nilai-nilai keislaman,” jelas  Prof Oyo.* (Nanang Sungkawa)