UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Forum Mahasiswa DPR Gelar Solidaritas Udin

[www.uinsgd.ac.id] Kegiatan yang diselenggarakan berdasarkan solidaritas mahasiswa yang peduli dengan kasus pembunuhan terhadap wartawan serta mengenang 19 tahun kematian Udin.Tujuan diadakannya kegiatan Aksi Solidaritas diantaranya memberikan doansi kepada Marsiyem yang merupakan isteri mendiang Udin melalui aksi penggalangan dana, menuntut Presiden Joko Widodo untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Udin serta mengingatkan mahasiswa UIN Bandung terhadap kasus kekerasan wartawan yang belum bisa dituntaskan. Kegiatan yang digelar di Halaman DPR UIN Bandung menarik banyak perhatian mahasiswa.

“Kita disini belajar bersolidaritas, serta perlunya edukasi persoalan kekerasan yang marak terjadi dikalangan pers, kejahatan negara, serta jaminan perlindungan terhadap pers,” ujar Penggagas Aksi, Mia Iriani dalam sambutannya.

Fuad Muhammad Syarifudin alias Udin merupakan seorang wartawan Bernas Yogyakarta yang meninggal pada tanggal 16 Agustus 2015 karena luka di kepala akibat penganiayaan. Kasus Udin penuh dengan skenario, yang pertama police line dipasang setelah tiga belas hari kematian Udin, kedua terdapat keinginan polisi untuk menghilangkan barang bukti dimana darah yang tercecer di rumah Udin dibuang begitu saja oleh polisi. Skenario yang lain dimana polisi mencari kambing hitam untuk kasus Udin dengan menculik seseorang kemudian dipaksa mengaku membunuh Udin. Hingga pada akhirnya Kejaksaan membebaskan orang yang dikambing hitamkan.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memandang kasus Udin terkait  dengan pemeberitaanya, korupsi yang dilakukan atau penyelewengan dana oleh Bupati Bantul pada tahun  1996, dimana pada saat itu Bupati Bantul ingin mencalonkan diri kembali pada pilkada selanjutnya. Ironi memang, pada tahun 2014 kemarin kasus Udin dianggap telah kadaluarsa.

Pihak AJI merasa kecewa atas tidak terungkapnya kasus Udin selama 19 tahun, namun AJI tidak mempercayai hal tersebut, dimana tersangka belum ada namun sudah dianggap kadaluarsa. Kedepannya AJI tetap ingin pemerintah menuntaskan kasus pembunuhan Udin, sebab kebebasan pers dalam melakukan peliputan bisa terancam jika dibiarkan begitu saja. Contohnya saja dalam sepuluh tahun terakhir ada sebanyak lima ratus wartawan yang mengalami kekerasan yang indikasinya karena masalah pemberitaan .

“Seharusnya memang lebih kuatnya lagi aparat penegak hukum, artinya meskipun dahulu sudah ada undang-undang yang melindungi kebebasan pers namun jika tidak ada efek jera terhadap pelaku, tentu akan semakin banyak kasus yang mengancam wartawan, sehingga AJI memaksa pemerintah mengusut kasus-kasus kekerasan terhadap wartawan sampai tuntas. Karena jika kasus kekerasan ini diusut sampai tuntas, setidaknya kasus lainnya juga akan berkurang,” papar perwakilan AJI, Ahmad Fauzan saat ditemui Jurnalpos, Kamis (27/8).

Kegiatan ini tentunya mendapatkan apresiasi yang baik dari seluruh mahasiswa yang hadir pada Acara Aksi Solidaritas. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa Jurnalistik saja, mereka yang mengetahui atau bahkan baru mengetahui kasus Udin tersebut tetap berpartisipasi menyimak diskusi yang dipaparkan oleh perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

“Bersyukur karena ternyata mahasiswa UIN Bandung peduli sekali terhadap kasus Udin sehingga mereka mengadakan acara Aksi. Semoga kedepannya lebih sering menyelenggarakan Forum seperti ini, supaya mahasiswa membuka pandangan mereka bahwa negera ini sudah lemah hukumnya terhadap pers. Karena banyak bukti bahwa kekerasan wartawan semakin marak terjadi,” ujar mahasiswa Jurnalistik, Asti Supriyah. [Awallina Ilmiakhanza, Ifka Azmi/Jurnalpos]