UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Forum Demokratisasi Kampus Tolak Kenaikan BBM

[uinsgd.ac.id] Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Demokratisasi Kampus (FDK) melangsungkan demontrasi di depan Gedung Rektorat sampai gerbang kampus UIN SGD Bandung, Kamis (22/3). Demonstrasi tersebut sempat menyebabkan kemacetan sepanjang Jl. A. H Nasution karena massa aksi yang turun hingga ke badan jalan.Beberapa tuntutan Forum Demokratisasi Kampus (FDK), antara lain:1. Tolak Kenaikan harga BBM.2. Cabut Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas.3. Hapus Liberalisasi Migas.4. Nasionalisasikan semua aset negara.5. Mahasiswa harus bersatu dengan rakyat.6. Rektor harus mendukung gerakan mahasiswa UIN SGD Bandung.Salah satu demonstran, dalam orasinya, Redi Daha Prawira, mengajak semua elemen mahasiswa untuk satu suara dalam melakukan perubahan. “Semua mahasiswa hari ini harus sadar, harus terbangkit dari kebodohannya, harus berani mengungkapkan keadilan. Karena hari ini mau tidak mau yang harus melakukan revolusi yang harus melakukan perubahan untuk Indonesia adalah mahasiswa!” tegasnya.Demonstran berorasi menuju setiap fakultas guna mengajak mahasiswa yang lain bergabung dalam aksi penuntutan pembatalan kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM. Aksi berlanjut hingga ke depan gedung Rektorat. Rektor yang tidak dapat dijumpai kemudian mengalihkan aksi massa untuk melanjutkan orasinya ke depan gerbang kampus.Demonstran sempat nekat menghadang truk tanki BBM yang secara kebetulan  melintas. Massa secara cepat menghadang truk hingga menaikinya. Massa FDK menuntut agar supir truk membelokkan laju kendaraan ke dalam halaman kampus UIN SGD. Aparat polisi yang berjaga segera menghentikan aksi massa dalam penghadangan. Aksi pun berlanjut dengan membakar ban bekas di badan jalan depan kampus. Karena Jl. A.H Nasution macet total, kepolisian menggunakan Jl. Soekarno Hatta sebagai jalur alternatif menuju arah Cicaheum.Aksi masa berakhir setelah mengadakan audiensi dengan Pembantu Rektor III, Ali Ramdhani, di depan Gedung Rektorat. Ali Ramdhani, memahami bahwa aksi mahasiswa ini didasari oleh kepedulian dan keprihatinan dari mahasiswa. Ia pun mengapresiasikan apa yang dilakukan oleh mahasiswa.“Kita semua adalah masyarakat akademik, ketika membahas sesuatu tentu saja tidak secara instan menolak atau menerima, tetapi kita lakukan kajian lebih komprehensif dan itulah yang akan kita lakukan. Apapun suaranya ketika berbasis sesuatu hal yang menyangkut argumentasi-argumentasi nalar maka itu menjadi tanggung jawab kita sebagai akademisi,” ungkapnya.Ia menyatakan perihal sikapnya terhadap kenaikan harga BBM. “Kalau urusan nolak atau dukung itu nomor delapan, tetapi yang paling penting bahwa masyarakat kita tidak boleh ditekan dalam bentuk apapun terutama berkaitan dengan masalah ekonomi,” tambahnya.Demonstrasi yang dilakukan oleh FDK ini berakhir pada pukul 14.00 WIB. Massa aksi pun membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutannya. []Pradi/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Demokratisasi Kampus (FDK) melangsungkan demontrasi di depan Gedung Rektorat sampai gerbang kampus UIN SGD Bandung, Kamis (22/3). Demonstrasi tersebut sempat menyebabkan kemacetan sepanjang Jl. A. H Nasution karena massa aksi yang turun hingga ke badan jalan.Beberapa tuntutan Forum Demokratisasi Kampus (FDK), antara lain:1. Tolak Kenaikan harga BBM.2. Cabut Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas.3. Hapus Liberalisasi Migas.4. Nasionalisasikan semua aset negara.5. Mahasiswa harus bersatu dengan rakyat.6. Rektor harus mendukung gerakan mahasiswa UIN SGD Bandung.Salah satu demonstran, dalam orasinya, Redi Daha Prawira, mengajak semua elemen mahasiswa untuk satu suara dalam melakukan perubahan. “Semua mahasiswa hari ini harus sadar, harus terbangkit dari kebodohannya, harus berani mengungkapkan keadilan. Karena hari ini mau tidak mau yang harus melakukan revolusi yang harus melakukan perubahan untuk Indonesia adalah mahasiswa!” tegasnya.Demonstran berorasi menuju setiap fakultas guna mengajak mahasiswa yang lain bergabung dalam aksi penuntutan pembatalan kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM. Aksi berlanjut hingga ke depan gedung Rektorat. Rektor yang tidak dapat dijumpai kemudian mengalihkan aksi massa untuk melanjutkan orasinya ke depan gerbang kampus.Demonstran sempat nekat menghadang truk tanki BBM yang secara kebetulan  melintas. Massa secara cepat menghadang truk hingga menaikinya. Massa FDK menuntut agar supir truk membelokkan laju kendaraan ke dalam halaman kampus UIN SGD. Aparat polisi yang berjaga segera menghentikan aksi massa dalam penghadangan. Aksi pun berlanjut dengan membakar ban bekas di badan jalan depan kampus. Karena Jl. A.H Nasution macet total, kepolisian menggunakan Jl. Soekarno Hatta sebagai jalur alternatif menuju arah Cicaheum.Aksi masa berakhir setelah mengadakan audiensi dengan Pembantu Rektor III, Ali Ramdhani, di depan Gedung Rektorat. Ali Ramdhani, memahami bahwa aksi mahasiswa ini didasari oleh kepedulian dan keprihatinan dari mahasiswa. Ia pun mengapresiasikan apa yang dilakukan oleh mahasiswa.“Kita semua adalah masyarakat akademik, ketika membahas sesuatu tentu saja tidak secara instan menolak atau menerima, tetapi kita lakukan kajian lebih komprehensif dan itulah yang akan kita lakukan. Apapun suaranya ketika berbasis sesuatu hal yang menyangkut argumentasi-argumentasi nalar maka itu menjadi tanggung jawab kita sebagai akademisi,” ungkapnya.Ia menyatakan perihal sikapnya terhadap kenaikan harga BBM. “Kalau urusan nolak atau dukung itu nomor delapan, tetapi yang paling penting bahwa masyarakat kita tidak boleh ditekan dalam bentuk apapun terutama berkaitan dengan masalah ekonomi,” tambahnya.Demonstrasi yang dilakukan oleh FDK ini berakhir pada pukul 14.00 WIB. Massa aksi pun membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutannya. []Pradi/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Demokratisasi Kampus (FDK) melangsungkan demontrasi di depan Gedung Rektorat sampai gerbang kampus UIN SGD Bandung, Kamis (22/3). Demonstrasi tersebut sempat menyebabkan kemacetan sepanjang Jl. A. H Nasution karena massa aksi yang turun hingga ke badan jalan.Beberapa tuntutan Forum Demokratisasi Kampus (FDK), antara lain:1. Tolak Kenaikan harga BBM.2. Cabut Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas.3. Hapus Liberalisasi Migas.4. Nasionalisasikan semua aset negara.5. Mahasiswa harus bersatu dengan rakyat.6. Rektor harus mendukung gerakan mahasiswa UIN SGD Bandung.Salah satu demonstran, dalam orasinya, Redi Daha Prawira, mengajak semua elemen mahasiswa untuk satu suara dalam melakukan perubahan. “Semua mahasiswa hari ini harus sadar, harus terbangkit dari kebodohannya, harus berani mengungkapkan keadilan. Karena hari ini mau tidak mau yang harus melakukan revolusi yang harus melakukan perubahan untuk Indonesia adalah mahasiswa!” tegasnya.Demonstran berorasi menuju setiap fakultas guna mengajak mahasiswa yang lain bergabung dalam aksi penuntutan pembatalan kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM. Aksi berlanjut hingga ke depan gedung Rektorat. Rektor yang tidak dapat dijumpai kemudian mengalihkan aksi massa untuk melanjutkan orasinya ke depan gerbang kampus.Demonstran sempat nekat menghadang truk tanki BBM yang secara kebetulan  melintas. Massa secara cepat menghadang truk hingga menaikinya. Massa FDK menuntut agar supir truk membelokkan laju kendaraan ke dalam halaman kampus UIN SGD. Aparat polisi yang berjaga segera menghentikan aksi massa dalam penghadangan. Aksi pun berlanjut dengan membakar ban bekas di badan jalan depan kampus. Karena Jl. A.H Nasution macet total, kepolisian menggunakan Jl. Soekarno Hatta sebagai jalur alternatif menuju arah Cicaheum.Aksi masa berakhir setelah mengadakan audiensi dengan Pembantu Rektor III, Ali Ramdhani, di depan Gedung Rektorat. Ali Ramdhani, memahami bahwa aksi mahasiswa ini didasari oleh kepedulian dan keprihatinan dari mahasiswa. Ia pun mengapresiasikan apa yang dilakukan oleh mahasiswa.“Kita semua adalah masyarakat akademik, ketika membahas sesuatu tentu saja tidak secara instan menolak atau menerima, tetapi kita lakukan kajian lebih komprehensif dan itulah yang akan kita lakukan. Apapun suaranya ketika berbasis sesuatu hal yang menyangkut argumentasi-argumentasi nalar maka itu menjadi tanggung jawab kita sebagai akademisi,” ungkapnya.Ia menyatakan perihal sikapnya terhadap kenaikan harga BBM. “Kalau urusan nolak atau dukung itu nomor delapan, tetapi yang paling penting bahwa masyarakat kita tidak boleh ditekan dalam bentuk apapun terutama berkaitan dengan masalah ekonomi,” tambahnya.Demonstrasi yang dilakukan oleh FDK ini berakhir pada pukul 14.00 WIB. Massa aksi pun membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutannya. []Pradi/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Demokratisasi Kampus (FDK) melangsungkan demontrasi di depan Gedung Rektorat sampai gerbang kampus UIN SGD Bandung, Kamis (22/3). Demonstrasi tersebut sempat menyebabkan kemacetan sepanjang Jl. A. H Nasution karena massa aksi yang turun hingga ke badan jalan.Beberapa tuntutan Forum Demokratisasi Kampus (FDK), antara lain:1. Tolak Kenaikan harga BBM.2. Cabut Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas.3. Hapus Liberalisasi Migas.4. Nasionalisasikan semua aset negara.5. Mahasiswa harus bersatu dengan rakyat.6. Rektor harus mendukung gerakan mahasiswa UIN SGD Bandung.Salah satu demonstran, dalam orasinya, Redi Daha Prawira, mengajak semua elemen mahasiswa untuk satu suara dalam melakukan perubahan. “Semua mahasiswa hari ini harus sadar, harus terbangkit dari kebodohannya, harus berani mengungkapkan keadilan. Karena hari ini mau tidak mau yang harus melakukan revolusi yang harus melakukan perubahan untuk Indonesia adalah mahasiswa!” tegasnya.Demonstran berorasi menuju setiap fakultas guna mengajak mahasiswa yang lain bergabung dalam aksi penuntutan pembatalan kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM. Aksi berlanjut hingga ke depan gedung Rektorat. Rektor yang tidak dapat dijumpai kemudian mengalihkan aksi massa untuk melanjutkan orasinya ke depan gerbang kampus.Demonstran sempat nekat menghadang truk tanki BBM yang secara kebetulan  melintas. Massa secara cepat menghadang truk hingga menaikinya. Massa FDK menuntut agar supir truk membelokkan laju kendaraan ke dalam halaman kampus UIN SGD. Aparat polisi yang berjaga segera menghentikan aksi massa dalam penghadangan. Aksi pun berlanjut dengan membakar ban bekas di badan jalan depan kampus. Karena Jl. A.H Nasution macet total, kepolisian menggunakan Jl. Soekarno Hatta sebagai jalur alternatif menuju arah Cicaheum.Aksi masa berakhir setelah mengadakan audiensi dengan Pembantu Rektor III, Ali Ramdhani, di depan Gedung Rektorat. Ali Ramdhani, memahami bahwa aksi mahasiswa ini didasari oleh kepedulian dan keprihatinan dari mahasiswa. Ia pun mengapresiasikan apa yang dilakukan oleh mahasiswa.“Kita semua adalah masyarakat akademik, ketika membahas sesuatu tentu saja tidak secara instan menolak atau menerima, tetapi kita lakukan kajian lebih komprehensif dan itulah yang akan kita lakukan. Apapun suaranya ketika berbasis sesuatu hal yang menyangkut argumentasi-argumentasi nalar maka itu menjadi tanggung jawab kita sebagai akademisi,” ungkapnya.Ia menyatakan perihal sikapnya terhadap kenaikan harga BBM. “Kalau urusan nolak atau dukung itu nomor delapan, tetapi yang paling penting bahwa masyarakat kita tidak boleh ditekan dalam bentuk apapun terutama berkaitan dengan masalah ekonomi,” tambahnya.Demonstrasi yang dilakukan oleh FDK ini berakhir pada pukul 14.00 WIB. Massa aksi pun membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutannya. []Pradi/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Demokratisasi Kampus (FDK) melangsungkan demontrasi di depan Gedung Rektorat sampai gerbang kampus UIN SGD Bandung, Kamis (22/3). Demonstrasi tersebut sempat menyebabkan kemacetan sepanjang Jl. A. H Nasution karena massa aksi yang turun hingga ke badan jalan.Beberapa tuntutan Forum Demokratisasi Kampus (FDK), antara lain:1. Tolak Kenaikan harga BBM.2. Cabut Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas.3. Hapus Liberalisasi Migas.4. Nasionalisasikan semua aset negara.5. Mahasiswa harus bersatu dengan rakyat.6. Rektor harus mendukung gerakan mahasiswa UIN SGD Bandung.Salah satu demonstran, dalam orasinya, Redi Daha Prawira, mengajak semua elemen mahasiswa untuk satu suara dalam melakukan perubahan. “Semua mahasiswa hari ini harus sadar, harus terbangkit dari kebodohannya, harus berani mengungkapkan keadilan. Karena hari ini mau tidak mau yang harus melakukan revolusi yang harus melakukan perubahan untuk Indonesia adalah mahasiswa!” tegasnya.Demonstran berorasi menuju setiap fakultas guna mengajak mahasiswa yang lain bergabung dalam aksi penuntutan pembatalan kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM. Aksi berlanjut hingga ke depan gedung Rektorat. Rektor yang tidak dapat dijumpai kemudian mengalihkan aksi massa untuk melanjutkan orasinya ke depan gerbang kampus.Demonstran sempat nekat menghadang truk tanki BBM yang secara kebetulan  melintas. Massa secara cepat menghadang truk hingga menaikinya. Massa FDK menuntut agar supir truk membelokkan laju kendaraan ke dalam halaman kampus UIN SGD. Aparat polisi yang berjaga segera menghentikan aksi massa dalam penghadangan. Aksi pun berlanjut dengan membakar ban bekas di badan jalan depan kampus. Karena Jl. A.H Nasution macet total, kepolisian menggunakan Jl. Soekarno Hatta sebagai jalur alternatif menuju arah Cicaheum.Aksi masa berakhir setelah mengadakan audiensi dengan Pembantu Rektor III, Ali Ramdhani, di depan Gedung Rektorat. Ali Ramdhani, memahami bahwa aksi mahasiswa ini didasari oleh kepedulian dan keprihatinan dari mahasiswa. Ia pun mengapresiasikan apa yang dilakukan oleh mahasiswa.“Kita semua adalah masyarakat akademik, ketika membahas sesuatu tentu saja tidak secara instan menolak atau menerima, tetapi kita lakukan kajian lebih komprehensif dan itulah yang akan kita lakukan. Apapun suaranya ketika berbasis sesuatu hal yang menyangkut argumentasi-argumentasi nalar maka itu menjadi tanggung jawab kita sebagai akademisi,” ungkapnya.Ia menyatakan perihal sikapnya terhadap kenaikan harga BBM. “Kalau urusan nolak atau dukung itu nomor delapan, tetapi yang paling penting bahwa masyarakat kita tidak boleh ditekan dalam bentuk apapun terutama berkaitan dengan masalah ekonomi,” tambahnya.Demonstrasi yang dilakukan oleh FDK ini berakhir pada pukul 14.00 WIB. Massa aksi pun membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutannya. []Pradi/SUAKA