UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Formaca Gelar Seminar Penulisan Jurnal Ilmiah

[www.uinsgd.ac.id] Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formaca) UIN SGD Bandung menggelar Seminar Penulisan Jurnal Ilmiah bertajuk “Jurnal sebagai komponen Pembelajaran di Program Pascasarjana UIN SGD Bandung” dengan menghadirkan pembicara Prof. Dr. H. M. Anton Athoillah, MM (Editor In-Chief Internasional Journal of Nusantara Islam) yang dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Agus Salim Mansyur, M.Pd. di Aula Pascasarjana, Kamis (18/2).

Dalam sambutannya Direktur berharap dengan adanya Seminar Penulisan Jurnal Ilmiah ini dapat melahirkan pengembangan ilmu pengetahuan Islam berbasis riset yang dipublikasikan melalui jurnal. “Untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, hebat dan kelas dunia ini salah satu cirinya adalah riset yang dipubliksaikan, baik dalam bentuk karya tulis maupun jurnal,” terangnya.

Dengan mentrasidikan publikasi dalam bentuk jurnal yang diambil dari tugas akhir S1 Skripsi, S2 Tesis dan S3 Disertasi. “Maka akan melahirkan pengembangan ilmu pengetahuan Islam berbasis riset yang dipublikasikan dalam bentuk jurnal,” optimisnya.

Mengingat pentingnya jurnal sebagai komponen pembelajaran di Perguruan Tinggi yang meruju pada Surat Dirjen Dikti No:152/E/T/2012, perihal Publikasi Karya Ilmiah untuk Sarjana dengan menulis paper terbit di jurnal ilmiah, Master papernya terbit di jurnal ilmiah nasional, diutamakan terakreditasi dan Doktor yang menuliskan papernya diterima untuk terbit pada jurnal internasional.

Bagi Anton, perbandingan soal publikasi karya ilmiah antara Indonesia dengan Malayasia pada tahun 2012 itu 1/7. “Untuk mengejar ketertinggalan 1/7 pada tahun 2012 dan 1/35 pada tahun 2014 dan menciptakan kondisi yang mendukung pada publikasi karya ilmiah ini diperlukan kesadaran koletif baik di kalangan dosen maupun mahasiswa supaya dapat terus berubah dan bergerak ke arah yang lebih baik,” paparnya.

Bila kita terbiasa melakukan budaya menulis, meneliti dan dipublikasikan hasil penelitiannya, “maka menulis jurnal itu menjadi mudah. Apalagi jika kita telah terbiasa dan mentradisikan menulis, penelitian dan dipublikasikan. Paling tidak dari Skripsi dan Tesis itu dirubah gaya selingkungya untuk dimuat di jurnal,” sarannya.  

Mari kita melakukan penelitian dan mempublikasikanya melalui jurnal yang terindek. “Dengan begitu, inilah cara kita berdakwah dalam bentuk tulisan untuk menyebarlusakan gagasan, ide kita. Caranya dengan mengirim tulisan ke Internasional Journal of Nusantara Islam atau ke jurnal yang sudah terindeks scopus ,” pungkasnya. [Humas Al-Jamiah]