UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

FISIP UIN SGD Harus Kuasai TOEFL

[www.uinsgd.ac.id] Setiap lulusan Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung kini harus menguasai Test of English as Foreign Language (TOEFL) dan menjadi salah satu syarat mahasiswa untuk mengikuti ujian akhir. Mereka diharapkan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

“Kami akan memulai tahun 2014 ini, setiap lulusan harus menguasai TOEFL,” tegas Dekan Fakultas FISIP UIN Sunan Gunung Djati, Dr. Sahya Ang­gara S., M.Si. saat ditemui “GM” di sela-sela kegiatan sungkeman lulusan di Aula UIN Sunan Gunung Djati, Jalan A.H. Nasution No. 105 Bandung, Minggu (14/9).

Sahya mengatakan, tidak dimulai sekarang kapan lagi. “Kita tidak ingin lulusan FISIP UIN Bandung hanya menjadi penonton dan kalah bersaing dengan perguruan tinggi lainnya,” katanya.

Dikatakan Sahya, pihak rektorat telah menetapkan lulusan UIN harus menguasai dua bahasa, yakni Inggris dan Arab. Penguasaan dua bahasa menjadi salah satu syarat bagi setiap lulusan UIN. Pihaknya juga tengah menjalin kerja sama dengan para alum­ni dan ada ikatan alumni dari setiap lulusan untuk berbagi informasi, terutama dalam hal lowongan kerja.

Selain itu, untuk lebih mempermudah pembelajaran setiap ruang kuliah kini menggunakan slide projector (OVP). “Seluruh ruang kuliah kini dilengkapi OVP, sehingga dosen dan mahasiswa merasa nyaman saat berinteraksi langsung,” katanya.

Sementara pada wisuda ke-60 lulusan FISIP tercatat sebanyak 218 wisudawan, meliputi jurusan administrasi negara 74 orang, Manajemen 83 orang, dan sosiologi 61 orang.

Umrah

Pada prosesi wisuda ke-60 di auditorium utama kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Deddy Ismatullah, S.H., M.Hum. memberikan penghargaan kepada M. Subhan (Fakultas Adab dan Humaniora Jurusan Bahasa dan Sastra Arab) yang berhasil sebagai tahfiz Quran 30 juz. “Atas keberhasilannya, kami memberikan hadiah berupa umrah dari pihak rektorat,” ujar Deddy.

Ia mengatakan, kemampuan lulusan akan dipertaruhkan setelah menyandang gelar sarjana. Diharapkan juga lulusan UIN jangan terfokus pada keinginan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja, mengingat kursinya sangat terbatas. Mereka harus menjadi pemimpin di tengah masyarakat.

Sebanyak 41 lulusan meraih yudisium cumlaude dengan IPK 3,54 -3,95. Sedangkan lulusan S2, yakni Rukandi, M.Pd.I., Ajang, M.Ag., Nurul Muflihah, M.Pd.I, Erwin Ardinasyah, M.H., Yayat Rahmat, M.E.Sy. dan untuk S3 Dr. Misno, Dr. Yayan Rahtikwati, Dr. Faisal Mubarak. (B.46)**

Sumber, Galamedia 15 September 2014.