UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Fakultas Dakwah Targetkan 3 Jurnal Masuk Sinta

Jurnal Ilmu Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah terakreditasi Sinta 2 Ristekdikti. Ketua Unit Jurnal dan Penerbitan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr. Uwes Fatoni, M.Ag. menargetkan 3 jurnal yang dikelolanya bisa masuk akreditasi Sinta pada tahun ini. 

“Secara keseluruhan terdapat 25 jurnal yang akan dibantu untuk diregistrasikan khususnya yang sudah akil baligh. Untuk Fakultas Dakwah sendiri minimal tidak terlalu berat untuk diakreditasi, ada jurnal communicatus, Annida, dan Al-Irsyad. Ristekdikti mendorong jurnal untuk terakreditasi,”ucap Uwes dalam rapat editor Jurnal Ilmu Dakwah di Ruang Rapat Dekanat pada Selasa (14/05/2019).

Pada rapat terbatas, Doktor bidang Komunikasi tersebut memberikan penekanan bahwa pengelolaan jurnal Ilmu Dakwah mengacu pada pelayanan prima. “Ketika penulis mengirim tulisan, maka penulis harus mendapatkan informasi apakah artikelnya akan diterbitkan atau ditolak,”ujarnya.

Lantas bagaimana pengelolaan jurnal yang memenuhi standard pelayanan prima. Menurut Uwes, hal pertama yang harus dilakukan adalah melalui screening, waktunya maksimal 3 hari. sehingga jelas waktunya dan naskah ditarget cepat selesai. 

Terkait dengan target masuknya 3 jurnal ke Sinta, bagi dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi tersebut bukanlah hal yang sulit. Karena sumbernya sangat banyak.

“Naskah berasal dari mahasiswa berlimpah. Jurnal yang belum terakreditasi akan dibantu distribusi tulisannya ke dosen-dosen muda yang ada di jurusan. alasanya pertama, mereka familier dengan teknologi. kedua menunjang pengembangan akademik dosen muda,”jelasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Asesor jurnal nasional terakreditasi tersebut, menyampaikan bahwa unit pengelolaan jurnal dan penerbitan tersebut mendapatkan penambahan editor. “Jurnal Ilmu Dakwah ada 10 jurnal, selama ini hanya ada 2 orang plus dengan editor, kini bertambah dari dosen-dosen muda yang baru, nantinya akan didistribusikan pada jurnal jurusan, selain tetap menjadi editor pada Jurnal Ilmu Dakwah,” timpalnya.

Menurut lulusan Darussalam Ciamis ini, kehadiran dosen-dosen muda yang aktif dalam pengelolaan jurnal akan membiasakan para dosen sehingga lebih mudah dalam pembiasaan menulis pada jurnal.***[]