UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Ajak Dosennya Berkarya pada Jurnal Internasional

[www.uinsgd.ac.id]Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), mengajak dan mendorong dosennya untuk berkarya dan memuat hasil penelitiannya pada jurnal internasional. Namun, hal itu bukan perkara yang mudah, sebab ada persoalan di dalamnya. Persoalan-persoalan tersebut terungkap dari workshop yang diselenggarakan oleh Dekanat yang bertajuk “ Workshop Penulisa Artikel untuk Jurnal Internasional” di Aula Gedung Fakultastas lantai 4, Kamis (26/11/2015).

Pihak Dekanat mendatangkan Reviewer kaliber internasional dari California University, Muhamad Ali, Ph.D, Penulis Jurnal Internasional yang juga Wakil Dekan I Fakultas ISIP, serta Guru Besar Komunikasi FDK. Acara diselenggarakan dari jam 08.00-15.30 WIB dengan peserta kurang lebih 100 orang.

Dadan Suherdiana, selaku Ketua Panitia mengatakan,”Tujuan dari pelaksanaan workshop ini adalah pertama, membangun habit menulis karya ilmiah pada dosen. Kedua, meningkatakan kemampuan menulis bidang dakwah dan komunikasi. Ketiga, membeikan pengetahuan tentang karakteristik jurnal internasional. Keempat, memberikan pengetehuan dan teknik submit ke jurnal online internasional,”ujarnya.

Sedangkan Dr. Enjang AS, M.Si mewakili Dekan FDK yang berhalangan hadir memberikan dasar dan pertimbangan kenapa workhsop tersebut diselenggarakan.”Ada persoalan dalam masyarakat kita bagaimana meningkatkan budaya tulis menulis. Faktornya, karena kita lebih suka dengan budaya oral. Di fakultas kita ini, oral menjadi hal yang menjadi kemampuan,”tegasnya.

Bagi Enjang, yang sudah menulis puluhan buku, baik buku daras ataupun buku populer. Budaya tulis menulis juga harus mendapatkan perhatian secara serius. Ia memandang bahwa habit menulis dipandang kurang di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

“Fakultas Dakwah juga punya banyak kepentingan dengan tulis menulis ini. Termasuk dalam menulis laporan penelitian ilmiah. Maka menulis menjadi hal yang penting bagi dosen.”tuturnya.

Enjang mengatakan,”Persoalan mendesak yang perlu disikapi lembaga adalah berdasarkan edaran dirjen dikti tahun 2012, kita harus membuat jurnal untuk lulusan strata 1,2, dan 3. Oleh karena itu ketrampilan menulis tidak bisa diabaikan. Terlebih bagi dosen yang sudah lulus S3. Bagi profesor, menulis di jurnal internasional menjadi persyaratan. Dan ini sering jadi kendala bagi calon profesor. Salah satu syarat yang harus dilakukan oleh dosen harus menyertakan tulisan pada jurnal yang sudah terakreditasi, ”tambahnya.

Persoalan di atas didasari karea faktor habit menulis yang kurang. Menurut hasil observasi Doktor Komunikasi ini, ada beberapa hal yang hari ini menjadi persoalan kenapa sulit sekali karya ilmiah dikirimkan ke jurnal-jurnal internasional; Pertama, kurangnya kemampuan menganalisis dan menginterpretasi hasil penelitian secara komprehensif. Kedua, kurangnya rasa percaya diri terhadap hasil penelitian, sehingga menjadi enggan untuk dikirimkan ke dalam jurnal internasional. Ketiga, Rendahnya motivasi para dosen atau mahasiswa untuk melakukan penelitian.

Enjang berharap, mudah-mudahan workshop yang diselenggarakan oleh FDK bisa memberikan motivasi dan memberikan ketrampilan teknis dalam menulis untuk jurnal internasional. “Mudah-mudahan apa yang kita lakukan memberikan banyak manfaat,”ujar Enjang mengakhiri.***[Humas UIN]