UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Enam Balon Rektor UIN SGD Lolos Verifikasi Adminitrasi

BERKAS DIKIRIM KE MENAG 2 MEI 2019

Sebanyak enam guru besar tinggal menunggu penetapan sebagai calon Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung masa bakti 2019-2023 oleh senat universitas. Satu guru besar yaitu Prof Hj Nina Nurmila, Ph.D (Guru Besar Ilmu Fiqh pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan) terpental, karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.

“Berdasarkan hasil rapat pleno panitia penjaringan tentang Verifikasi Administrasi dan Penetapan Calon Rektor, dari tujuh bakal calon, hanya enam yang memenuhi syarat administrasi. Acuannya adalah Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2015,” ujar Ketua Panitia Penjaringan, Prof Dr H Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si, Selasa (23/4/2019).

Keenam balon Rektor tersebut adalah Prof Dr Hj Aan Hasanah, M.Pd (Guru Besar Ilmu Pendidikan Psikologi pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan); Prof Dr H Agus Salim Mansyur, M.Pd. (Guru Besar Ilmu Kurikulum pada Fakultas Adab dan Humaniora); Prof Dr H Mahmud, M.Si (Guru Besar Ilmu Pendidikan Sosial pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan).

Prof Dr H Moh Najib, M.Ag (Guru Besar Ilmu Hadits pada Fakultas Syariah dan Hukum); Prof Dr H Muhtar Solihin, M.Ag (Guru Besar Ilmu Tasawuf pada Fakultas Ushuluddin); dan Prof Dr H Rosihon Anwar, M.Ag (Guru Besar Ilmu Tafsir pada Fakultas Ushuluddin). Sedangkan yang tidak memenuhi syarat administrasi adalah Prof Hj Nina Nurmila, Ph.D (Guru Besar Ilmu Fiqh pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan).

Selanjutnya, panitia menyerahkan berkas keenam bakal calon (balon) kepada Senat UIN SGD Bandung, untuk dipertimbangkan dan ditetapkan sebagai calon rektor, dalam kurun waktu tiga hari (tanggal 23 – 25 April 2019). Hasil pertimbangan dan penetapan calon rektor oleh Senat Universitas akan diserahkan oleh Senat universitas kepada rektor (sekarang) pada 26 April 2019. “Pengiriman berkas calon rektor kepada Menteri Agama RI pada tanggal 2 Mei 2019,” paparnya.

“Kami berharap, semoga segala tahapan ini bisa berjalan dengan lancar sesuai aturan dan kesepakatan bersama. Dan, bisa melahirkan pemimpin masa depan yang memberikan manfaat bagi kalangan sivitas akademika, masyarakat sekitar, agama, nusa dan bangsa,” harap Prof Oyo, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II UIN SGD Bandung.(Nanang Sungkawa/Humas)