UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Dua Program Diklat Sekaligus Bagi Dosen Muda

[www.uinsgd.ac.id] Lembaga Penelitian Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Balai Diklat Kota Bandung menyelenggarakan dua program sekaligus, yaitu Diklat Penelitian bagi Dosen Muda dan Diklat Desain Pembelajaran, seperti dikatakan oleh Iman, Staf Lemlit. Pembukaan dilakukan oleh Rektor UIN, Prof. Dr. H. Dedy Ismatullah, SH., M.Hum di Aula Al-Jami’ah pada Senin (06/08/2012).

Pada kesempatan tersebut turut hadir Kepala Badiklat Kota Bandung, Dra Hj. Ati Tuliyanti, M.Pd. Ia menyampaikan kepada peserta bahwa misi lembaga yang menjadi tanggung jawabnya adalah menyelenggarakan kegiatan kediklatan.

“Kegiatan Diklat yang melebih 40 jam menjadi tugas dan tanggung jawab Balai Diklat, sementara yang kurang dari 40 jam menjadi tanggung jawab setiap unit masing-masing di lingkungan kementerian agama,”ujarnya.
“Melalui peraturan yang baru diterbitkan oleh Kementerian Agama, yang harus didiklat tersebut tidak hanya dosen yang sudha berstatus PNS tapi juga Dosen Honorer di lingkungan Kementerian Agama. Selama menyangkut untuk meningkatkan kompetensi pegawai di KMA,”jelasnya.

Ia juga menjelaskan Balai Diklat tingkat Kota hanya berhak untuk menyelenggarakan Diklat tingkat dasar, karena menurut aturannya, Diklat tingkat menengah dan tingkat atas diselenggarakan oleh Balai Diklat yang lebih tinggi.

Ia berharap bahwa Diklat yang diselenggarakan atas kerjasama Lembaga Penelitian UIN Bandung dan Balai Diklat Kota Bandung tersebut membawa dampak ketika ada hasilnya bagi peserta sehingga menurutnya,”Pelatihan ini bisa dilanjutkan lagi. Mudah-mudahan di bulan ramadhan kegiatan ini menjadi amal ibadah”, harapnya.

Sementara itu Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Dedy Ismatullah menyampaikan bahwa anggaran untuk kegiatan penelitian di UIN mencapai angka 1,6 Milyar.” Tahun 2012 kami anggarkan 1,6 milyar untuk penelitian Dosen termasuk untuk mendorong akreditasi Jurnal pada 7 Fakultas,”paparnya.

Ia menghimbau,” Bagi dosen, penelitian itu inheren dengan tugas kerja dosen, penelitian bukan barang yang mewah, harus dianggap hal yang biasa. Jadi tidak mesti ada dana 40 juta baru penelitian berjalan. Hanya dengan 5 juta juga penelitian bisa berjalan,” jelasnya.

Terkait dengan fakultas umum seperti Sains dan Teknologi, Rektor akan mendorongnya untuk melakukan penelitian terapan,”Untuk Fakultas Sains dan Teknologi kami mendorong untuk melakukan penelitian untuk vaksin haji,”ujarnya.

“Penelitian sudah dilakukan oleh ulama besar-ulama besar seperti Imam Syafi’I melalui istiqro, dan mudah-mudahan dengan adanya diklat penelitian ini Dosen UIN bisa menjadi Imam Syafi’i-imam syafi’I baru,”harapnya.

Adapun peserta Diklat dibagi menjadi dua lokal, satu lokal sebanyak 30 orang untuk Diklat Penelitian dan satu lokal untuk Diklat Desain Pembelajaran di Kelas. Pelatihan akan diselenggarakan dari 6-9 Agustus 2012 di Gedung Kuliah Fakultas Syariah.

Pada akhir Acara pembukaan, Rektor dan Kepala Badiklat Kota Bandung menandatangi MoU tentang Kerjasama Diklat antara UIN Sunan GUnung Djati Bandung dan Balai Diklat Kota Bandung.***[dudi]