UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

DPL Ujung Tombak Keberhasilan KKM 2014

[www.uinsgd.ac.id] Sebanyak 96 dosen di lingkungan UIN SGD Bandung mengikuti Orientasi Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerjanyata Mahasiswa (KKM) Tahun 2014 di Kabupaten Purwakarta, Subang, Sumedang dan Cianjur dari tanggal 27 Februari sampai 29 Maret 2014 yang diberikan pengarahan langsung oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Dr. H. Syukriadi Sambas, M. Si, yang didampingi Ketua Penelitian, Dr. Deden Effendi, M. Ag, Ketua Pelaksana KKM, Dr. Undang Akhmad Kamaluddin, M. Ag., yang dipandu oleh Sekretaris LP2M, Wahyudin Darmalaksana, M. Ag yang dilaksanakan di Aula Rektorat, gedung Al-Jamiah lantai II, Senin (17/2).

Menurut Ketua LP2M, Dr. Syukriadi Sambas, M.Si,  ada 3000 mahasiswa UIN yang akan mengikuti KKM di Kabupaten Purwakarta, Subang, Sumedang dan Cianjur dari tanggal 27 Februari-29 Maret 2014 dengan tema Memelihara Kesatuan dalam Keragaman dan Keragaman dalam Kesatuan Umat. “Tema ini didasarkan pada tahun 2014 merupakan tahun politik. Ada pemilu legislatif, Presiden. Jadi perbedaan madzhab, aliran, patrai dalam Islam tidak menjadikan keragaman itu sebagai pemucu segala konflik. Akan tetapi menjadi aset untuk sama-sama memajukan umat dan membangun kesatuan ini,” paparnya.

“Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa UIN SGD Bandung melalui KKM ini bukan untuk mencari masalah atau memperuncing konfik, tetapi ikut andil dalam memecahkan segala problematika yang ada di masyarakat,” harapnya.

Pada dasarnya, “Prinsip KKM itu jangan membawa masalah, tetapi harus bisa menyelesaikan masalah. Jangan menggurui masyarakat, tetapi harus ikut belajar dari masyarakat,” sambungnya. 

Syukri menegaskan, untuk mengetahui KKM itu bermasalah atau tidak, pasca pelaksanaan KKM akan dilaksanakan evaluasi, apakah KKN itu menyelesaikan masalah atau menambah masalah. Ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab LP2M yang langsung bertanggung jawab kepada Rektor. Apalagi LP2M diminta oleh Rektor sebagai wajah UIN di masyarakat sesuai dengan yang diinginkan.

Ia meminta, agar sesuai dengan keinginan, KKM harus diukur sebagai kegiatan individual yang mengedepankan kompetensi masing-masing mahasiswa dari setiap jurusannya. “Mudah-mudahan KKM ini lebih baik dari KKM tahun kemarin apalagi dosen pembimbing lapangannya lebih dari 90 orang,”harapnya.

Ketua Pelaksana KKM, Dr. Undang Akhmad Kamaluddin, M. Ag menjelaskan “Kehadiran 96 DPL yang disebar ke setiap 4 Kecamatan dan 6 Desa di Kabupaten Purwakarta, Subang, Sumedang dan Cianjur ini harus menjadi ujung tombak keberhasilan KKM 2014. Untuk itu, paling tidak 6 kali kehadiran DPL ke lokasi KKM mulai dari observasi, pemberangkatan, lokakarya sampai penutupan,” pungkasnya.

“KKM tahun ini akan cukup berat, karena Dosen Pembimbing Lapangan kini sebagai ujung tombak. Desain penyelenggaraannya justeru bagaimana dosen pembimbing sama-sama terjun ke masyarakat untuk ikut berpartisipasi sebagai bagian dari action research. Penilaian juga dimulai dari pembekalan awal kepada mahasiswa oleh dosen pembimbing. Adanya tuntutan tersebut meletakan KKM sebagai bagian dari Perguruan tinggi bukan hanya memenuhi unsur pengabdian tetapi juga unsur penelitian.

Hal tersebut diamini oleh Ketua Pusat Penelitian, Dr. Deden Effendi, M. Ag., KKM menjadi komponen dalam penelitian dan ini menjadi peluang dosen untuk melakukan riset. disamping itu, menurutnya mahasiswa yang menjadi peserta KKM itu harus ikut andil dalam memberikan motivasi, fasilitasi dan konsultasi dengan menjadikan keakraban dan komunikasi sebagai modal utama dalam mejalankan KKM ini,” pungkasnya.*** []