UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Dosen FSH UIN SGD Bandung Jadi Panelis Debat Publik Pilwalkot Kota Banjar

Debat Publik Tahap Kedua Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar yang digelar KPU Kota Banjar di Graha Banjar Idaman, Jumat (23/8/2013).

(FSH UIN SGD & PRLM) – Lima pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Banjar akhirnya berhasil dipertemukan dalam acara debat publik tahap kedua yang berlangsung Jumat (23/8/13). Debat yang berlangsung di Graha Banjar Idaman itu berlangsung cukup panas, karena terjadi saling serang pernyataan antar calon.

Secara umum seluruh kandidat berhasil menjawab dengan baik pertanyaan yang dilontarkan oleh dua orang panelis, yakni Dr. Denok K. Kurniasih, M.Si, Dosen FISIP Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto serta Dr. Deni Kamaludin Yusup , MA, Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Serangan antar calon juga terjadi ketika mereka mendapat kesempatan untuk menguji kemampuan lawannya.

Debat berlangsung di bawah penjagaan ketat. Sebanyak 286 personel dari jajaran Kepolisian Resor Kota Banjar dan TNI diterjunkan di lokasi debat. Setiap tamu juga wajib memperlihatkan undangan, selain itu setiap mobil yang masuk ke gedung pertemuan paling representatif di Kota Banjar diperiksa sangat teliti oleh petugas yang memawa kaca bergagang atau mirror detector, untuk melihat bagian bawah kendaraan. Pemeriksaan dengan metal detektor dilakukan terhadap setiap undangan sebelum memasuki ruangan debat.

Debat yang dipandu moderator komisioner KPU Sulyanati, mendapatkan apresiasi dari seluruh tim kampanye dari seluruh pasangan. Sejumlah pejabat Kota Banjar termasuk tokoh masyarakat juga tampak hadir di bangku undangan.

Debat yang berlangsung dalam empat sesi itu diawali dengan seluruh pasangan diberi kesempatan pemaparan serta penajaman visi dan misi seandainya terpilih menjadi orang nomor satu dan dua di Kota Banjar. Mereka berjanji akan membawa Kota Banjar menjadi lebih baik, dan rakyatnya menjadi lebih sejahtera dalam semua bidang seperti pendidikan dan kesehatan. Pasangan Ade Uu Sukaesih mengandalkan Kartu Asih, sedangkan Akhmadi Diyati (wakil walikota banjar saat ini) tidak mau kalah dengan meluncurkan kartu kuliah di tiga sekolah tinggi di Kota Banjar, demikian pula tiga pasangan lainnya mengajukan berbagai janji dan harapan.

Sesi yang berlangsung tujuh menit itu, dirasakan terlampau pendek sehingga tidak semua kandidat bisa memamarkan seluruh keinginannya. Tahap berikutnya adalah menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh panelis. Berbagai pertanyaan yang menukik terhadap visi dan misi, dapat dijawab dengan baik oleh seluruh pasangan. Hanya saja beberapa pasangan tampak kurang mempersiapkan data, sehingga jawabannya hanya sebatas pada gagasan yang bakal dilakukan.

Menginjak sesi berikutnya yakni melontarkan pertanyaan kepada sesama calon, ada pasangan yang tidak memanfaatkan kesempatan tersebut. Hal itu dimulai ketika pasangan calon nomor 5, Akhmad Dimyati – Muin Abdurrochim tidak melontarkan pertanyaan kepada pasangan nomor 2, Ijun Judasah – Mochammad Shoddiq.

Kejadian pasangan calon tidak memanfaatkan kesempatan untuk menguji sekaligus mengetahui wawasan lawan kembali terjadi pada giliran berikutnya. Diawali ketika kontestan diberi kesempatan bertanya kepada pasangan nomor 3, Herli Rusli Suyatin – Wawan Gunawan. Dalam kesempatan itu hanya pasangan nomor 4 Ade Uu Sukaesih – Darmadji Prawirasetia melontarkan pertanyaan berkenaan dengan rencana yang bakal dilakukan oleh pasangan nomor 3. Sedangkan pasangan lainnya yaitu pasangan nomor 1 Maman Suryaman – Wawan Ruswandi, pasangan nomor 5 serta nomor 2 tidak mengajukan pertanyaan. Mereka beralasan hal itu karena keterbatasan waktu.

Suasana debat yang merupakan salah satu agenda kampanye yang digelar oleh KPU Kota Banjar, semakin memanas ketika calon kembali mendapat kesempatan untuk bertanya kepada pasangan nomor 4. Pertanyaan banyak yang langsung menohok pada berbagai kondisi yang ada di Banjar saat ini. Banyaknya lontaran kepada calon nomor 4, sudah diprediksi sebelumnya, karena calon wali kota nomor 4 yakni Ade Uu Sukaesih adalah istri Wali Kota Banjar. Lontaran cukup pedas diajukan oleh Mochammad Shoddiq, Herli Rusli Suyatin dan Akhmad Dimyati.

Ketua KPU Kota Banjar Nur Rifai mengaku puas dengan debat publik kedua tersebut. Hal itu disebabkan lima pasangan calon ikut hadir dalam kegiatan tersebut. Kondisi itu berbeda ketika dilakukan kampanye debat publik pertama yang berlangsung tanggal 17 Agustus 2013. Saat itu hanya satu pasangan yakni Ade Uu Sukaesih – Darmadji Prawirasetia yang menfaatkan debat publik. Sedangkan empat pasangan lainnya memilih memboikot kegiatan itu. Alasannya karena mereka menaruh kecurigaan adanya tindakan intervensi oleh Wali Kota Banjar Herman Sutrisno, yang bertemu dengan panelis sebelu cara debat dimulai. [Didi Sumardi FSH, KPU Kota Banjar, dan PR]