UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Dosen Fakultas Dakwah Wakili Jawa Barat dalam Perhelatan Pemuda se-Asia Tenggara

Ridwan Rustandi, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung terpilih mewakili Jawa Barat dalam konferensi Duta Damai Dunia Maya Asia Tenggara (Youth Ambassadors for Peace). Helatan ini berlangsung 20-25 April 2019 bertempat di Discovery Hotel & Convention Ancol.

Duta Damai Dunia Maya memiliki tugas untuk mengcounter isu-isu radikalisme di dunia maya. Ia direktur oleh Badan Terorisme tersebut yang terdiri dari sekelompok anak muda yang aktif di dunia maya melakukan kontra narasi radikalisme dan terorisme melalui konten kreatif.

“Kita dibentuk sebagai agen perdamaian untuk meng-counter konten-konten radikalisme, terorisme, hoax dan hate speech yang menyebar melalui internet”, ungkap Ridwan.

“Tugas kita sebagai duta damai tentunya adalah mempromosikan nilai-nilai perdamaian di dunia maya. Kita membuat konten kreatif seperti tulisan (blog), meme, video dan konten lainnya agar banyak yang tertarik dan sesuai dengan kebutuhan anak muda”, tambah Dosen muda tersebut.

Gerakan Duta Damai Dunia Maya ini melibatkan berbagai anak muda dari latar belakang yang berbeda dengan spesialisasi keahlian di tiga bidang yakni Bloger, DKV dan IT.

“Kita anak muda berbeda latar belakang, ada yang mahasiswa, guru, pegiat medsos, youtuber, vloger, bloger, dosen, pengusaha dan lain-lain. Intinya yang punya aware terhadap dunia maya dan memiliki keahlian sesuai kebutuhan”, ungkapnya.

Perhelatan tersebut melibatkan 10 negara di Asia Tenggara. “Kurang lebih ada 10 negara yang terlibat yakni Indonesia, Laos, Vietnam, Malaysia, Singapura, Kamboja, Filipina, Thailand danBrunei Darusalam”, jelas Ridwan.

Ridwan terpilih mewakili Jawa Barat dan Indonesia dalam kegiatan ini. Dalam helatan ini dia membawa visi perdamaian berbasis nilai-nilai kasundaan. “Tentunya saya berbahagia menjadi bagian dari 100 orang pemuda di Asia Tenggara yang berkesempatan mengikuti konferensi ini. Sebab saya membawa nama Jawa Barat sebagai tanah kelahiran saya di Asia Tenggara. Saya membawa filosofi perdamaian dalam budaya sunda, di antaranya melalui kaulinan sunda, paribasa, tokoh sunda, kuliner sunda, dan lain-lain”, tambahnya.***