UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Dirjen Pendis: Indonesia Harus Jadi Pusat Destinasi Studi Islam Dunia

[www.uinsgd.ac.id] Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar kegiatan Seminar Tata Kelola Penelitian bertajuk “Good University Governance: Peningkatan Akses, Mutu, Relevansi dan Daya Saing UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam Bidang Penelitian” pada Jum’at (26/02/16) bertempat di Hotel Puri Khatulistiwa Sumedang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor II, Para Dekan, Wakil Dekan, dan Ketua Jurusan/Prodi dilingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam sambutannya Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., dihadapan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA., menjelaskan mengenai perkembangan-perkembangan yang telah dicapai UIN Sunan Gunung Djati Bandung selama ini, diantaranya mengenai akreditasi prodi, dari 43 prodi, 41 diantaranya telah terakreditasi A dan B, hanya tersisa 2 prodi yang masih terakreditasi C, salah satunya karena kendala prodi tersebut baru dibangun dan kekurangan tenaga pengajar. UIN Bandung juga mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap layanan perpustakaan diantaranya penyediaan layanan perpustakaan berbasis digital dengan layanan 24 jam penuh. UIN Bandung juga sedang mengadakan roadshow ke pemerintah daerah untuk menginisiasi Program Rumah Qur’an untuk mahasiswa dari setiap daerah, saat ini 4 kabupaten dan 1 kota diwilayah Jawa Barat yang sudah bersedia bekerjasama.

Rumah Qur’an tersebut bertujuan untuk men-supply para penghafal Qur’an, intelektual Muslim yang siap memberdayakan daerahnya masing-masing dimasa depan. Pembangunan Rumah Sakit juga akan menjadi salah satu prioritas Rektor dalam menyiapkan Fakultas Kedokteran, langkah tersebut telah dimulai diantaranya dengan mengadakan kerjasama antara UIN Bandung dengan Lembaga Dompet Dhuafa dan Lazis PLN. Diakhir sambutannya Rektor memberikan apresiasi kepada segenap civitas akademika yang telah bekerja keras dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Rektor juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan Dirjen Pendis, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA., yang memberikan arahan untuk kemajuan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA. mengapresiasi langkah Rektor dalam upaya peningkatan kualitas dan mutu UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang bernaung di Kementerian Agama. Direktur Jenderal berpesan agar UIN Bandung memikirkan terobosan-terobosan terutama dalam bidang penelitian, “Kampus tidak boleh terdiskoneksi dari dinamika dan isu-isu sosial yang berkembang diluar kampus”, ujarnya.UIN Bandung diharapkan dapat menghasilkan penelitian-penelitian yang monumental yang dapat dipublikasi dan menjadi rujukan dunia internasional. Sehingga obsesi Kementian Agama untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi studi Islam dunia dapat diwujudkan.

Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Diktis Kementerian Agama, Dr. Mamat S.B, M.Ag., yang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut menyebutkan dari 470 jurnal yang ada di Indonesia hanya 2 jurnal yang ada dilingkungan PTKIN yang telah mendapatkan akreditasi Internasional. Hal ini menunjukkan bahwa, masih kurangnya perhatian PTKI terhadap pengembangan bidang penelitian yang berstandar internasional. Oleh karena itu, untuk mendorong peningkatan kualitas riset, melalui Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 Pasal 89, Pemerintah mengalokasikan paling sedikit 30% dari Dana Pendidikan Tinggi untuk dana penelitian di PTN dan PTS. Demikian juga dengan Peraturan Dirjen Dikti Nomor 15/Dikti/Kep/2013 tentang Pengelolaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri untuk Penelitian (BOPTN) juga menyebutkan bahwa paling sedikit dialokasikan 30% untuk kegiatan penelitian. Dimana dana tersebut digunakan untuk peningkatan kapasitas peneliti, manajemen penelitian, pemberian hibah penelitian, insentif hak kekayaan intelektual dan publikasi ilmiah. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa, “Subdit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Diktis dalam hal ini mempunyai tugas untuk merumuskan kebijakan, regulasi, standar, etika dan bimbingan teknis kepada Perguruan Tinggi, dan berupaya untuk merumuskan aturan atau regulasi yang tidak terlalu rigid sehingga memudahkan peneliti dalam proses akhir pelaporan keuangan para Peneliti”, tuturnya.         

Bagi Dr. Munir, MA., Ketua LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung  saat ini LP2M dalam posisi take off stage untuk menjalankan program-program Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama dalam bidang kegiatan penelitian, upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas mutu bidang penelitian di UIN Bandung. Selain itu, upaya ini dilakukan untuk mewujudkan harapan Kementerian Agama kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat desitinasi studi Islam di dunia internasional. Maka, dalam upaya mewujudkan harapan tersebut sejumlah regulasi dan sistem telah dipersiapkan. Dengan regulasi dan sistem yang dibangun tersebut diharapkan partisipasi para dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dapat meningkat dalam bidang penelitian.

Saat ini menurutnya, hasil laporan penelitian di UIN secara kuantitas sudah cukup banyak namun publisitas dan aksesibilitas terhadap hasil penelitian tersebut masih sangat minim baik publikasi secara internal maupun eksternal. Dengan demikian, hasil kegiatan penelitian tahun 2016 ini akan dipublikasi secara nasional maupun internasional melalui seleksi tim ahli. Tidak hanya itu LP2M juga akan memfasilitasi hasil penelitian para dosen yang layak untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). [Humas Al-Jami’ah]