UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Dekan-Prodi FSH Ikuti Semiloka Nasional Prospek Profesi Hakim

[www.uinsgd.ac.id] Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Dr. Ah Fathonih, M.Ag beserta Ketua Prodi di lingkungan FSH (Ahwal Al-Sakhsiyah Usep Saepullah, S.Ag. M.Ag, Mu’amalah Sofian Al Hakim, M.Ag, Siyasah Chaerul Shaleh, M.Ag, Perbandingan Madzhab dan Hukum Ayi Yunus Rusyana, M.Ag, Ilmu Hukum Dr. H. Utang  Rosidin, SH, MH, Hukum Pidana Islam Dr. Syahrul Anwar, M.Ag., Manajemen Keuangan Syariah Dr. Deni K Yusup MA) mengikuti kegiatan Seminar dan Lokakarya Nasional tentang Prospek Profesi Hakim dan Tantangan Kompetensi Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri: Respon atas RUU tentang Jabatan Hakim dan PMA No.33 Tahun 2016 tentang Bidang Ilmu dan Gelar Akademik yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, 21-22 Februari 2017. 

Menurut Dekan FSH, Dr. Ah Fathonih, M.Ag kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka merespon atas pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Jabatan Hakim yang sedang dibahas oleh Pemerintah bersama DPR RI, dihubungkan dengan PMA No.33 Tahun 2016 tentang Bidang Ilmu dan Gelar Akademik. Hadir sebagai Pembicara, Prof. Dr. Farid Wajdli (Komisioner KY), Dr. Asrul Sani,SH (Anggota Komisi III DPR RI), Prof.Dr.Nizar (Direktur Diktis Kemenag), dan Prof.Dr.H.Abdul Ghani,SH (Mantan Hakim Agung).  

“Seminar nasional dan pertemuan Forum Dekan FSH UIN, IAIN dan STAIN se Indonesia dan pelantikan serta pertemuan Asosiasi Prodi di lingkungan FSH se-Indonesia. Agenda pokok seminar adalah menyikapi dan memberikan masukan RUU jabatan hakim. Dimana ada beberapa pasal dalam RUU tersebut yang krusial. Salah satunya pasal 19 berkenaan persyaratan hakim. Dan pasal-lain lainnya. FSH punya kepentingan terkait RUU jabatan hakim untuk alumni dari FSH.” tegasnya, Jumat (24/2).

Ketua Prodi Ilmu Hukum Dr. H. Utang  Rosidin, SH, MH, menambahkan sebelum kegiatan Seminar dan Lokakarya berlangsung, dilaksanakan Pengukuhan Asosiasi Prodi Hukum Keluarga Indonesia (APHKI) dan Asosiasi Prodi Perbandingan Mazhab Indonesia (APPMI) yang rencananya akan langsung dikukuhkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, “namun pada akhirnya Pengukuhan diwakili oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” jelasnya.

“Setelah acara Seminar dan Lokakarya Nasional berlangsung, dilanjutkan dengan Pertemuan Forum Dekan Fakuktas Syariah dan Hukum se-Indonesia dan Pertemuan Asosiasi Prodi Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN,” sambungnya.

Untuk pertemuan Asosiasi Prodi di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yg dilaksanakan di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sultan Syarif Kasim Riau. “Diharapkan pada Pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan Pengukuhan Asosiasi Prodi di Lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum, selain Asosiasi Prodi Hukum Keluarga dan Asosiasi Prodi Perbandingan Mazhab, sehingga eksistensi Asosiasi setiap Prodi akan terus berkembang dan akan memberikan konstribusi bagi perkembangan Prodi-prodi yang ada di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum di lingkungan PTKIN. Salah satunya adalah dalam merumskan hal-hal yang terkait dengan pengembangan Program Studi, seperti terkait dengan pembahasan KKNI dan SNPT yang ditetapkan pada setiap Prodi,” pungkasnya. [Humas Al-Jamiah]