UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

BSA Gelar Praktik Mata Kuliah “Sastra Arab Intensif”

[www.uinsgd.ac.id] Dalam rangka memberikan wawasan, pengalaman dan penajaman keterampilan berbahasa Arab pada mata kuliah kejurusanan bagi  mahasiswa di Jurusan Bahasaa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN SGD Bandung, maka digelar praktikum dengan tema Sastra Arab Intensif yang dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I, Dr. Ading Kusdiana, M.Ag. di Aula FAH, Rabu (11/5).

Menurut Rohanda, M.Ag, Ketua Jurusan BSA menjelaskan untuk memahami teks berbahasa Arab memerlukan tiga kompetensi; pertama, kompetensi linguistik (maharah lughawiyah/linguistic competence), kedua, kompetensi budaya (maharah tsaqafiyah/cultural competence), dan ketiga, Kompetensi terminologi sastra (maharah adabiyah/literary competence).

Penguasaan linguistik itu mencakup sharaf untuk mengetahui bentuk dan perubahan kata, dan nahwu digunakan untuk mempelajari jenis kata dan struktur kalimat serta perubahan baris akhir (i’rab/case). Penguasaan budaya sangat bermanfaat dalam memahami konteks isi teks yang melatari kemunculan teks.”Oleh karena itu, teks lahir kepermukaan tidak hampa budaya melainkan sangat  dipengruhui oleh budayanya,” paparnya.

Penguasaan sastra berkaitan dengan konteks konvensi sastra itu sendiri dan sangat berkaitan dengan ideologi penulis. “Untuk itu, teks mengandung ideologi penulis dan ideologi penulis dikemas oleh bahasa yang dijadikan pengantar dalam menyampaikan ide yang ada didalam teks,” jelasnya

Kajur berharap dengan adanya praktikum ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk melatih mahasiswa; lebih fokus pada sesuatu yang disampaikan oleh penulis secara tulisan dalam bahasa Arab. Misalnya dari aspek huruf, kata, struktur kalimat dalam wacana;mengidentifikasi sesuatu yang disampaikan oleh penulis mulai dari huruf, kata, kalimat, dan wacana teks sastra; melafalkan kosa kata, kalimat berbahasa Arab secara baik dan benar; membaca dengan benar, cepat dan pantas dalam sebutan dan intonasi yang benar dan jelas; membaca dengan irama membaca yang baik dan benar; menggunakan tanda-tanda baca serta tahu pula berhenti pada tempat berhenti yang betul; mahir membaca teks sastra Arab;
mahir dan kecakapan dalam membaca bersuara; menulis bahasa Arab mulai dari huruf, kata, kalimat, paragraf atau wacana sederhana dengan baik dan benar; memahami teks sastra dengan cara menemukan ciri-ciri artistik dari teks karya sastra;  memahami teks mulai dari tahapan heuristik dan hermeneutik (terjemah teks dan konteks); dan menemukan matrik dan model (tema) yang terdapat dalam teks sastra Arab. [Humas Al-Jamiah]