UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Bantu Dongkrak IPM Kota Banjar, UIN Terjunkan 1058 Mahasiswa

[www.uinsgd.ac.id] Sebanyak 1058 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (KKN Sisdamas) Tahun Akademik 2017/2018 diterima oleh Walikota Banjar Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si., dalam Apel Serah Terima Peserta KKN Sisdamas dilapangan Kantor Walikota Banjar, pada Selasa (1/8). 1058 mahasiswa tersebut berasal dari 45 prodi/jurusan yang akan melakukan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama satu bulan penuh, yaitu mulai tanggal 1 Agustus sampai dengan 2 September 2017 dimasing-masing Kecamatan dan Desa diwilayah Kota Banjar.

Dr. H. Ramdani Wahyu Sururie, M.Ag., M.Si., Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dalam sambutannya menyatakan bahwa para peserta KKN Sisdamas tersebut akan ikut belajar hidup bermasyarakat bersama masyarakat di Kota Banjar, menimba ilmu dan pengalaman dilapangan sambil memberikan pengabdian dan pelayanan dalam bentuk implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah dimiliki oleh para mahasiswa tersebut.”Kedatangan kami ini merupakan ke-2 kalinya dalam satu tahun ini, ini menggambarkan begitu berkesannya mahasiswa kami berada di Kota Banjar, dan saya juga mengucapkan selamat kepada Ibu Walikota Banjar yang memperoleh piala Adipura dari Presiden atas prestasinya”, ujarnya. 

Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si., dalam sambutannya menyambut baik kedatangan para mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam rangka menjalankan salah satu tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dalam pidatonya, Walikota Banjar memaparkan visi dan misinya dalam rangka meningkatkan sumberdaya manusia, kualitas lingkungan hidup, kesadaran hukum, dan daya beli masyarakat. “Dibidang pendidikan saat ini Banjar sudah dapat menerapkan wajib belajar sampai 12 tahun, begitu juga dibidang pelayanan kesehatan sudah membaik, namun daya beli masyarakat harus terus ditingkatkan”, jelasnya. Secara umum pembangunan infrastruktur fisik di Kota Banjar telah 93% terlampaui, namun pembangunan non fisik harus terus ditingkatkan. 

Asisten Daerah Bidang Sosial, Ekonomi, Pembangunan dan Administrasi Kota Banjar menjelaskan bahwa Index Pembangunan Manusia (IPM) khususnya dibidang ekonomi daya beli masyarakat masih lemah, meskipun program BUMDES sudah dibangun dengan rata-rata dana yang digelontorkan mencapai 1,25 Milyar per desa namun belum bisa mendrongkrak perekonomian di Kota Banjar. Oleh karena itu, tantangan kota Banjar tersebut membutuhkan solusi aplikatif, dan diharapkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dapat memberikan berbagai masukannya, melalui Penelitian dan Pengabdian Kepada masyarakat yang sebelumnya telah dibangun.

Sebagai outcome dari kegiatan tersebut, UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) telah menghasilkan beberapa rekomendasi yang telah disampaikan kepada Bappeda Kota Banjar yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan berbagai problemtika di Kota Banjar terutama dalam hal indentifikasi potensi lokal Kota Banjar dalam rangka mendongkrak IPM Kota Banjar. [Humas Al-Jamiah]