UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Asah Keilmuan Dosen melalui Jurnal Ilmiah

[www.uinsgd.ac.id] Semua Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) di Jawa Barat dan Banten diminta untuk menerbitkan jurnal ilmiah, sebagai wahana untuk mengasah dan meng-update keilmuan serta memperluas wawasan para dosen.

“Menulis itu dianggap sesuatu yang tidak penting, ketika para dosen sudah merasa puas manakala sudah memenuhi kewajiban mengajar. Menulis dianggap penting jika ingin naik pangkat,” ujar  Sekretaris Kopertais Wilayah II Jabar dan Banten, H Ii Sumantri, SIP, M.Si, M.Ag dalam Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah PTAIS, di Puri Khatulistiwa, Jatinangor,  Sumedang, Sabtu (29/11/2014).

Untuk membekali para dosen PTAIS dalam membuat jurnal ilmiah ini, workshop menghadirkan beberapa pemateri ahli, yakni Prof Dr H Tajul Arifin, MA (Teknik Penulisan Naskah Jurnal Ilmiah); Dr Munir, MA (Jurnal Online Internasional); Prof Dr HM Ali Ramdhani, STP, MT (Jurnal Online Nasional); dan Dr Dian, M.Ag (Aspek Komponen-komponen Jurnal Terakreditasi).

Diakui, ada PTAIS yang sudah punya jurnal ilmiah, para dosennya pun semangat untuk menulis. “Ada juga yang punya  jurnal tapi dosennya malas menulis, ada yang dosennya bersemangat menulis tapi sayang tidak punya jurnal. Yang lebih parah, tidak punya jurnal dosennya pun malas menulis,” kata H Ii Sumantri, ketua penyelenggara workshop.

Wakil Koordinator Kopertais II Bidang Akademik Prof Dr H Ali Abdurrahman, SH, M.Ag –mewakili Koordinator Prof Dr H Deddy Ismatullah, SH, M.Hum– menyampaian apresiasi kepada seluruh pengelola PTAIS yang terus-menerus berupaya mecerdaskan anak bangsa. Karenanya keberadaan PTAIS sangat vital dan strategis dalam membentuk intellectual formation suatu masyarakat bahkan dijadian lingkungan yang dapat mendorong munculnya perubahan masyarakat.

Agar PTAIS dapat berkiprah banyak, maka perlu melakukan langkah-langkah proaktif melalui publikasi dan promosi mengenai potensinya secara optimal. Dengan alasan itulah, kata Prof Ali, semua PTAIS perlu menerbitkan jurnal ilmiah. “Gayung bersambut, semoga nyaring bunyinya. Kopertais punya political will dan good will, PTAIS pun mau dan mampu menerbitkan jurnal dengan baik,” pungkas Prof Ali, seraya membuka secara resmi workshop yang dihadiri 95 PTAIS ini. [Zacky, Sungkawa]