UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Apersepsi Perkuliahan Wajib Baca Qur’an

[www.uinsgd.ac.id] Dekan Fakultas Syariah dan HUkum (FSH) UIN SGD Bandung, Dr Ah Fathoni, M.Ag meminta para dosen agar melakukan apersepsi perkuliahan diisi dengan membaca al Qur’an. Ini penting dalam rangka membiasakan dan melekatkan para mahasiswa pada al Qur’an, seperti tradisi yang biasa mereka lakukan di pesantren sebelumnya.

“Sebelum masuk kuliah di FSH, di pesantrennya mereka diwajibkan baca Qur’an, masak setelah kuliah baca Qur’an ditinggalkan? Sayang! Maka tradisikan kembali kebiasan di pesatren dulu,” kata Dekan di hadapan 844 mahasiswa semester satu peserta Praktikum Tilawah (Tahsin wa Al Kitabah) FSH 2015/2016  di Gedung Serbaguna UIN SGD Bandung, Rabu (07/10/2015).

Menurut Dr Fathoni, para mahasiswa tidak akan pernah jadi sarjana tanpa ikut praktik Tilawah. Selain memiliki kemampuan yang baik baca Qur’an, praktik ini dapat mendorong mereka untuk mengimplementasikan nilai-nilai Qur’an dalam aktivitas perkuliahan terlebih dalam kehidupan sehari-hari.  “Mudah-mudahan setelah tilawah, ditingkatkan pada tadarus, lalu ta’lim al Qur’an,” harapnya.

Dekan mengingatkan semua peserta pada fatwa sahabat Ali bin Abi Thalib, “Ajak bicara al Qur’an!” karena sebaik-baiknya manusia adalah yang membaca dan mengamalkan al Qur’an. “Jadi jangan gengsi para mahasiswa, kemanapun pergi, membawa al Qur’an,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan I FSH Dr A Hasan Ridwan, M.Ag menjelaskan bahwa praktik Tilawah ini dimaksudkan untuk membangun sistem yang mengintegrasikan kegiatan kuliah dengan kegiatan pendukung dalam bentuk praktik. “Ini sebagai bekal menciptakan lulusan paripurna (multy talent) . Karenanya,  Qur’an harus dekat dan berinteraksi dengan kita,” katanya.

Sebanyak 844 mahasiswa ini akan dibina oleh 44 dosen pembimbing profesional selama 16 kali peretemuan. Untuk lebih memahami metodologi baca Qu’ran, maka dihadirkan narasumber yang kompeten yaitu Prof Dr H Tajul Arifin, MA.* [Nank/Humas UIN SGD Bandung]