UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Alumni FSH Akan Jadi Fuqaha

[www.uinsgd.ac.id] Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dipastikan akan menjadi fuqaha (ahli fiqh/hukum), karena mereka memiliki kemampuan membaca dan menelaah kitab (klasik) yang menjadi sumber pokok hukum Islam.

Demikian ditegaskan Dekan FSH UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr Ah Fathoni, M.Ag saat membuka acara Pembekalan  Praktikum Ibadah dan Bahtsul Kutub bagi mahasiswa semester II dan IV, di Gedung Serbaguna UIN Bandung, Selasa (16/02/2016). Pembekalan ini menghadirkan dosen senior FSH Dr KH Atang Abd Hakim, M.Ag dan Dr KH Abdul Hamid, M.Ag.

“Sekalipun menjadi mubaligh di masyarakat, lulusan FSH tetap harus mampu  menggali ajaran Islam dari sumber pokoknya (Al Qur’an, Hadits, Fiqh dan Ushul Fiqh),” ujar Dr Fathoni, seraya menjelaskan praktikum ibadah maupun bahtsul kutub ini wajib diikuti seluruh mahasiswa sebagai syarat menyelesaikan kuliah (lulus) di FSH.

Terlebih dengan implementasi Kurikulum yang berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), semua mahasiswa  selain akan mendapatkan ijazah, juga mereka dibekali dengan berbagai kemampuan dan keterampilan agar mereka unggul dan kompetitif  dalam berkarya kreatif di masyarakat.

Wakil Dekan I FSH Dr HA Hasan Ridwan, M.Ag menjelaskan, tujuan praktikum  bahtsul kutub agar mahasiswa memahami teks berbahasa Arab  sesuai bidang ilmunya masing-masing; memiliki kemampuan menerjemahkan kitab-kitab yang berbahasa Arab, terutama yang dijadikan rujukan dalam bidang keahlian mereka.  Selain itu, mahasiswa dapat memahami sistematika, kandungan dan hubungan antarkitab-kitab yang dipelajarinya.

“Terkait praktikum ibadah, diharapkan mereka memiliki pemahaman dan apresiasi tentang ibadah praktis, yang benar dan baik serta dapat mengajarkan kepada orang lain di lingkungan masyarakatnya. Kedua praktikum ini termasuk kegiatan co-curiculair yang mengikat, sebagai syarat mahasiswa mengikuti sidang komprehensif dan munaqasah,” katanya.

Menurut Ketua Laboratorium FSH Dr Iwan Setiawan S.Ag, M.Pd, M.Esy, praktikum bahtsul kutub diikuti oleh  105 mahasiswa, dengan pembimbing sebanyak 52 dosen, praktik ibadah berjumlah 847 dibimbing 44 dosen. “Frekuensi praktikum sebanyak 12 kali pertemuan, sekali pertemuan selama 120 menit. Kitab rujukan antara lain: Subul al Salam, Bidayah al-Mujtahid, al-Fiqh ‘ala Madzahib al-Arba’ah, al-Ahkma al-Shulthoniyah, al ‘Uqubat, Fiqh al-Sunnah, dan al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu.

“Pemimbing hendaknya memperlihatkan struktur atau gramatika bahasa Arab (nahwu-sharaf). Bimbingan bersifat  sorogan dan dialog. Pembimbing harus melakuan pretest, melaksanakan kegiatan bimbingan, evaluasi pada setiap pertemuan, melakukan post test, dan memberikan rekomendasi nilai kepada laboratorium,” jelas Dr Iwan.*[nanang sungkawa]