UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Aksara, Kunci Memahami Budaya & Sastra Sunda

[www.uinsgd.ac.id] Fakultas Abad dan Humaniora (FAH) Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN SGD Bandung menggelar Kuliah Umum “Pengayaan Sastra & Budaya Sunda” bersama Dr. Elis Suryani, M.Hum., Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad untuk ngamumule khazanah budaya Sunda yang dibuka oleh Dekan, Prof. Dr. H. Agus Salim M., M.Pd.  di Aula FAH, lantai IV, Rabu (15/4).

Menurut Dr. Dedi Supriadi, M.Hum., Ketua Jurusan BSA menjelaskan Kuliah Umum ini bentuk pengayaan dari Mata Kuliah Sastra Budaya Sunda. “Di Jurusan BSA tidak hanya mempelajari Sastra, Budaya Arab, tapi diperdalam kajian Bahasa, Sastra dan Budaya Sunda karena kita hidup berada di tatar Pasundaan. Jadi kita sebagai warga Jawa Barat harus mempelajarinya supaya antara teori dan praktek ini tidak dianggap bertolak belakang, tetapi berberdampingan,” jelasnya.

Untuk memahami dunia Sastra dan Budaya Sunda diperlukan keahlian mempelajari, memperaktekan aksara sunda. “Aksara merupakan kunci utama untuk memahami kajian sastra, budaya Sunda. Jika kita tidak bisa membacanya, maka akan sedikit menerima informasi dari khazanah sastra dan budaya sunda itu,” tegasnya.

Pentingnya belajar aksara Sunda ini, “Kami menghadirkan narasumber dari FIB Undap, yakni Dr. Elis Suryani, M.Hum., untuk membicarakan stetegi dan metode penulisan aksara Sunda dalam melestarikan budaya Sunda yang mulai perlahan-lahan kita tinggalkan. Mudah-mudahan dengan belajar aksara Sunda kita dapat mempelajari Sastra dan Budaya Sunda ini,” optimisnya.

Bagi Elis Suryani menuturkan aksara sunda, khusunya aksara sora (vokal mandiri) itu ada 7. Aksara sora teha aya 7 nya eta; a, i, u, ‘e, o, e, eu. Aksara ngalagena atawa konsonan aya 25 nya eta; ka, ga, nga, ca, ja, nya, ta, da, na, pa, ba, ma, ya, ra, la, wa, sa, ha,  fa, kha, qa, sya, va, xa, za, fa, kha, qa, sya, va, xa, za.

“Dengan memahami aksara sunda artinya kita bisa membaca sastra, budaya Sunda, seperti tulisan yang ada dalam kawih, pupuh, dangdanggula, kinanti,” terangnya.  

Kuliah Umum Pengayaan Sastra & Budaya Sunda pun diakhiri dengan praktek ngawih dan tari sambil diiringi musik dari komunitas teater Jurusan BSA. []