UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

AFI Ushuluddin & Filsafat UGM Teken MoU

Setelah sukses menyabet akreditasi A BAN-PT, Program Studi AFI (Aqidah dan Filsafat Islam) Fakultas Ushuluddin, UIN Bandung, terus membuktikan komitmen meningkatkan kualitas akademik melakukan kerja sama dengan Fakultas Filsafat UGM (Universitas Gajah Mada).

Teken MoU AFI Ushuluddin – Filsafat UGM dilakukan kedua belah pihak, antara Dekan Ushuluddin, Prof.Dr.Rosihon Anwar,M.Ag dan Dekan Filsafat UGM Dr. Arqom Kuswanjono, di Fakultas Ushuluddin, Jum’at, (09/05/2019)

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan masing-masing institusi pendidikan dalam melaksanakan, mengemban, dan meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan ruang lingkup MoU di bidang pendidikan yakni pertukaran nara sumber di bidang ilmiah, penelitian ilmiah bersama, publikasi jurnal, penerimaan mahasiswa pasca sarjana, pengabdian kepada Masyarakat ( pelatihan dan ceramah kepada masyarakat akademik dan umum).

Dekan Fakultas Ushuluddin Prof.Dr.Rosihon Anwar, M.Ag sangat mengapresiasi kerjsama ini, Ia berharap bisa terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas akademik antara kedua pihak dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ketua Prodi AFI Dr.Muhlas, M.Hum, mengungkapkan, kerja sama ini sangat urgen dan positif antara kedua institusi untuk membantu mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang Pengajaran, penelitian dan pengabdian.

“MoU dengan Filsafat UGM bisa memberi ruang kepada kita untuk bertukar mahasiswa, dosen dan guru besar dalam pengembangan visi misi melaui profile prodi dan transper metodelogi, “ ujarnya optimis.

Lebih jauh Muhlas menjelaskan nantinya kerja sama akan lebih terpokus penelitian dan ekplorasi kearifan lokal, filsafat Sunda, sebagai bagian dari budaya Nusantara.

Sementara Ketua Tim MoU Filsafat UGM , Prof.Drs.M. Mukhtasar Syamsudin, Ph.D of Arts mengatakan MoU sangat strategis dalam mewujudkan visi misi masing masing instusi mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pegajaran penelitian dan pengabdian. Ia berharap kerja sama bisa terus di implementasikan secara riil dalm bentuk pertkaran tenaga dosen, penelitian kolaboratif untuk meminta hibah dari kemenag dan Kmenristek Dikti dan pengabdian kepada masyarakat untuk mencerdaskan dan membawa literasi serta menyampaikan bagian dari filsafat mengenai moral dan etika kepada masyarakat.

Lebih terang Ia mengungkapkan, dari ketiga kerja sama itu, tidak kalah penting adalah mengembangkan filsafat lokal yakni filsafat Sunda (budaya sunda ),untuk menjawab siapa itu orang sunda?, dengan mengungkapkan nilai nilai filosofis yang mendasari kehidupan orang Sunda.

Teken MoU ini dilanjutkan dengan menggelar Seminar Nasional” Titik Temu Filsafat Islam dan Kearifan Nusantara; Suatu Upaya Pembumian Filsafat Islam Dalam Kajian Ke-Indonesiaan”

Seminar digelar di dua tempat berbeda yakni Gedung LPM dan Gedung Fakultas Ushuluddin, sebagai nara sumber dari Tim Filsafat UGM yakni Prof. Dr. Lasiyo, M.A. MM, Prof.Drs.Mukhtasar Syamsudin, Ph.D, Of Arts, Dr.Arqom Kuswanjono dst.*** (Harry)