UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

924 Mahasiswa FSH Ikuti Manasik Haji

Labbaik Allahumma Labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik inna al hamda wa an-ni’mata laka wa al-mulk laa syarika laka….

[www.uinsgd.ac.id] Gema lafadz talbiyah haji berkumandang dari dalam Kampus UIN Sunan Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung. “Kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah. Tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Sebanyak 924 mahasiswa semester II Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD tengah khusyuk melaksanakan manasik haji di Gedung Anwar Musaddad kampus itu. Mereka bersama-sama menyenandungkan lafadz talbiyah haji yang dituntun oleh pembimbing yang sudah berpengalaman, Dr H Aden Rosadi, M.Ag.

Acara ini dibuka oleh Dekan FSH Dr Ah Fathonih, M.Ag, didampingi Wakil Dekan I FSH Dr HA Hasan Ridwan, M.Ag, Ketua Laboratorium Dr Iwan Setiawan, S.Ag, M.Pd, M.Esy, dan dihadiri oleh 48 pembimbing praktik ibadah.

Dalam sambutannya, Dr Ah Fathonih menegaskan bahwa manasik intinya latihan atau peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Praktik ibadah haji ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa FSH, karena menjadi syarat bagi mereka pada saat menyelesaikan studinya.

Oleh para pembimbing, mereka dibekali ilmu yang benar, mengenai syarat penting yaitu niat yang ikhlas dan tatacaranya; sejak melakukan ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan pulang lagi ke Mina untuk melempar jumrah sughra, wustha dan aqabah (kubra), serta thawaf ifadhah untuk meraih pahala dan ampunan Allah swt.

Menurut Ketua Laboratorium FSH, Dr Iwan, sebelum manasik haji, mereka juga mengikuti praktik pengurusan jenazah, dipandu oleh Dr H Syahrul Anwar, M.Ag. “Mereka mendapat pencerahan dan tuntunan dari narasumber, seputar pengurusan jenazah dari mulai memandikan hingga memakamkan jenazah. “Harapan saya, Praktik pengurusan jenazah maupun manasik haji ini  menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk menabur benih-benih amal shalih di kemudian hari,” ujar Dr Iwan.(Nanang Sungkawa)