UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

80 Mahasiswa Dikaderkan Jadi Pemimpin

[www.uinsgd.ac.id] Kehadiran seorang pemimpin –dimanapun dan pada organisasi apapun—tidak serta merta. Dia adalah orang yang punya kapasitas, pegetahuan, pemahaman, dan kemampuan tentang kepemimpinan.

Demikian menurut Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr Ah Fathoni, M.Ag saat memberikan pengarahan kepada 80 mahasiswa peserta Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Menengah, belum lama ini. “Karenanya dalam agenda kedua di bulan ini kami mengadakan pelatihan kepemimpinan bagi mahasiswa. Pesertanya diambil dari berbagai himpunan mahasiswa di tujuh jurusan dan senat mahasiswa FSH,” kata Dr Fathoni.

Selain menyiapkan kader-kader pemimpin untuk manggung di level HMJ atau senat mahasiwa, pelatihan juga memberi bekal untuk masa depan mereka manakala jadi pemimpin di masyarakat. “Ini penting karena lahirnya pemimpin itu sudah menjadi sunnatullah, sesuatu yang tidak bisa dihindari. Karenanya sejak dini harus dipersiapkan, hingga mereka siap menjadi pemimpin dimanapun atau di organisasi apapun,” jelasnya.

Islam menyaratkan seorang pemimpin itu harus memiliki kemampuan dalam berbagai hal.  Karena, kalau suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. Untuk mengejawantahkan hadits Rasulullah ini, maka ke-80 peserta pelatihan diberi pembekalan berupa pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan kepemimpinan oleh para instruktur yang kompeten, antara lain Dr Fauzan Ali Rasyuid, M.Si (Peran dan Fungsi Mahasiswa sebagai Inti Kekuatan Masyarakat), Dr Ah Fathoni (Manajemen Pengembangan Organisasi), Prof Dr H Ali Ramdani, ST, MT (Filsafat Kepemimpinan), dan Prof Dr H Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si (Islam dan Kepemimpinan). [Nank]