UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

36 Peserta Ikuti Seleksi Beasiswa Tahfidz Al-Quran

[www.uinsgd.ac.id] Sebanyak 36 peserta mengikuti Seleksi Nasional Beasiswa Tahfidz Al-Quran (BTQ) for Leader yang diselenggarakan Program Pembibitan Penghapal Al-Quran (PPPA) Daarul Quran dan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN SGD Bandung, Senin (25/7).

Menurut Wakil Dekan III FAH, Dr. Dadan Rusman seleksi BTQ bagian wilayah Bandung ini “Test BTQ ini diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari daerah Bandung, Garut, Tasik, Ciamis, Sukabumi, Bogor, Cianjur dan terdiri dari kampus UIN SGD Bandung, ITB, Unpad, UPI. Untuk mengikuti seleksi ini mereka minimal tahfidz 2 juz sampai 30 juz,” paparnya.

Untuk materi yang diujikan, “Pertama, test tulis tentang ilmu pengetahuan umum dan agama. Kedua, Wawancara. Ketiga, Tahfidz. Dengan 5 penguji langsung dari Daarul Quran,” jelasnya.

Wakil Dekan III FAH, berharap dengan adanya seleksi tahfidz ini, “Untuk di lingkungan UIN SGD Bandung test ini sebagai upaya mempersiapkan pengkaderan ulama yang diharapkan lulusan dan mahasiswa UIN SGD Bandung itu tidak hanya cerdas, unggul, kompetitif, tapi hafal Al-Quran,” tegasnya.

Upaya mengakrabi Al-AQuran ini, “Mereka yang lulus BTQ ini diharapkan tidak hanya hafal Al-Quran, tapi harus bisa memberikan manfaat terhadap masyarakat sekitarnya. Caranya dengan dibekali ilmu tafsir, hadits, fiqh, tasawuf, sehingga dapat mengabdikan dirinya di lingkungannya,” ujarnya.

Hana Sabilina, mahasiswi UIN SGD Bandung Prodi Muamalah yang hafal 11 juz ini menuturkan, “Motivasi saya mengikuti seleksi BTQ ini untuk berusaha terus menerus menghapal Al-Quran dan jadi juru dakwah di lingkungan sendiri,” terangnya.

Usaha menjaga hapalan Al-Quran, Hana memberikan tips, “Membaca dan murojaah karena mengulang-ulang hafalan al-Qur’an secara rutin itu lebih penting daripada menghafalnya. Kita harus berusaha menjaga pandangan, lisan dan segala perbuatan yang bisa menimbulkan dosa supaya terjaga hafalannya. Juga membuat kelompok penghafal Al-Quran baik di Majelis maupun di Pesantren yang menjadi sangat penting dalam menjaga hafalan Quran,” jelasnya.

Bagi Nabila Hidayat, mahasiswi UIN SGD Bandung Prodi Bahasa dan Sastra Arab yang hafal 2 menuturkan, “Untuk menghafal Al-Quran dan kuliah dengan biaya sendiri,” paparnya.

“Cara menjaga hafalan Al-Quran itu dengan terus membacanya, murojaah dan tahsin Al-Quran baik dilakukan secara pribadi maupun kelompok di lingkungan sekolah atau kampus,” pungkasnya. [Humas Al-Jamiah]