UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

23 Mahasiswa UIN Bandung Siap Laksanakan KKN Internasional di Malaysia

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr Mahmud didampingi Wakil Rektor I, Prof Dr Asep Muhyiddin dan Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr Ramdani Wahyu Sururie, melepas 23 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Malaysia.

Acara pelepasan tersebut berlangsung di ruang Sidang Rektorat, Gedung O. Djauharudin AR, Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan A. H. Nasution No 105 Cipadung Cibiru Kota Bandung, Jumat (24/5/2019).

KKN Internasional ini akan dilaksanakan di Sabah, Serawak dan Klantang Malaysia dari tanggal 29 Juli – 31 Agustus 2019 mendatang.

Rektor meminta 23 peserta KKN di Malaysia itu dapat memanfaatkan kesempatan tersebut bersama-sama belajar mengimplementasikan ilmu yang mereka dapatkan di universitas.

“Saya harap ilmu yang didapat di universitas bisa diimplementasikan dengan baik di lokasi tempat KKN masing-masing, dengan tujuan dapat membantu segala kepentingan masyarakat setempat. Perbedaan kebudayaan, tradisi tidaklah menjadi penghalang untuk saling belajar, mengerti dan memahami kehidupan nyata di tengah-tengah masyarakat,” ujar Rektor UIN Bandung.

Rektor menegaskan persamaan rumpun kebudayaan, keagamanaan antara Indonesia dengan Malayasia harus menjadi penguat identitas keislaman dunia Melayu yang santun, ramah dan menjunjung tinggi keragaman adat, tradisi, budaya, agama.

Sebagai mahasiswa pilihan dan orang-orang terbaik dari Allah, diharapkan Rektor mahasiswatersebut dapat menjadi duta UIN Bandung di Malaysia.

“Tolong sebarkan segala kebaikan, keunggulan kampus kepada masyarakat di sana. Jika ada kesalah mohon langsung beritahu saya untuk segera diperbaiki demi perbaikan kampus,” ujarnya.

Rektor berpesan agar mahasiswa dan pembimbing dapat menjaga nama baik lembaga dan membangun citra positif kampus di mata masyarakat.

Dengan bermodalkan keagamaan, spiritual dan sosial yang dimiliki oleh mahasiswa dan dosen harus menjadi pembeda KKN dengan perguaruan tinggi lain.

“Prinsipnya, jaga moral, belajar secara nyata di tengah masyarakat dan secara bersama-sama mengamalkan ilmu yang di dapat di kampus untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Model KKN Internasional ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas kampus di wilayah Asean dengan tahapan yang harus ditempuh.

Mulai dari penerimaan mahasiswa baru, pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian dan pengabdian mahasiswa dan dosen, publikasi karya ilmiah dan jurnal.


Dengan bermodalkan keagamaan, spiritual dan sosial yang dimiliki oleh mahasiswa dan dosen harus menjadi pembeda KKN dengan perguaruan tinggi lain.

“Prinsipnya, jaga moral, belajar secara nyata di tengah masyarakat dan secara bersama-sama mengamalkan ilmu yang di dapat di kampus untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Model KKN Internasional ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas kampus di wilayah Asean dengan tahapan yang harus ditempuh.

Mulai dari penerimaan mahasiswa baru, pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian dan pengabdian mahasiswa dan dosen, publikasi karya ilmiah dan jurnal.

Bagian dari KKN Sisdamas Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Bagian KKN Sisdamas Kepala PPM, Dr H Ramdani Wahyu Sururie, menuturkan KKN Internasional ke Malaysia ini merupakan bagian dari KKN Sisdamas Berbasis Pemberdayaan Masyarakat tahun 2019, yang akan diikuti 5.600 mahasiswa angkatan 2016 yang disebar ke Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Pangandaran, Kota Bandung.

Ia menjelaskan KKN Sisdamas merupakan proses pembelajaran yang memadukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di suatu daerah tertentu yang dilakukan oleh mahasiswa untuk ikut serta melakukan pemberdayaan masyarakat.

“Jadi KKN Sisdamas adalah kegiatan pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat di suatu daerah tertentu yang dilakukan oleh mahasiswa berdasarkan prinsip pembangunan partisipatif, demokratis dan berkelanjutan sesuai 17 tujuan pembangunan atau Sustainable Development Goals/SDGs,” tegasnya.

KKN Sisdamas dengan bentuk pengabdian kepada masyarakat itu harus meliputi:

Pertama, Pembelajaran masyarakat. Kegiatan yang ditujukan untuk belajar bersama masyarakat atau menguatkan kemampuan, potensi dan aset masyarakat, termasuk dialog, lokakarya, dan pelatihan.

Kedua, Pendampingan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara intensif dan partisipatif agar tercapai kemandirian dari komunitas atau kelompok mitra.

Ketiga, Advokasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa menumbuhkan kepekaan sosial, politik, dan budaya, serta kapasitas/kemampuan untuk memperjuangkan dan memperoleh hak-hak sebagai warganegara.

Tujuan KKN Sisdamas: Pertama, Menerapkan atau memanfaatkan ipteks secara multidisipliner bagi kepentingan masyarakat; Kedua, Meningkatkan interaksi, pemahaman dan kepedulian mahasiswa dari berbagai prodi dalam memberdayakan masyarakat;

Ketiga, Menerapkan beragam keterampilan memecahkan masalah berbasis kompetensi prodi, terpadu, dan interdisipliner yang menekankan pada pemberdayaan masyarakat.

Dengan adanya KKN Sisdamas Kepala PPM berharap, dapat mendorong mahasiswa peserta KKN untuk berperan menjadi fasilitator, motivator, problem solvers dan konsultan yang profesional berlandaskan kesadaran pengabdian kepada masyarakat,

Selain itu, diharapkan terbentuknya sikap rasa cinta, kepedulian sosial, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap kemajuan masyarakat.

Adapun terbentuk beragam keterampilan yang dimiliki mahasiswa untuk melaksanakan program-program pemberdayaan dan pembangunan.

“Melalui KKN ini juga diharapkan berkontrubusi dalam pengembangan Ipteks di UIN Bandung akan memperoleh umpan balik berdasarkan hasil pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. (Hilda Rubiah)

Sumber, Tribun Jabar Jumat, 24 Mei 2019 20:20