UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

150 Guru Besar, Doktor, Candidat Doktor se-ASEAN akan mengikuti Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu

[uinsgd.ac.id] Sekitar 150 Guru Besar, Doktor dan Candidat Doktor dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam akan mengikuti Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu bertajuk Tema “Jaringan Islam Di Dunia Melayu: Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung (PPs UIN SGD) bekerjasama dengan Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM) Malaysia di Hotel Puri Khatulistiwa Bandung pada tanggal 20-22 November 2011Menurut M Anton Athoillah, Asisten Direktur I Pascasarjana UIN SGD Bandung menjelaskan “Pada tanggal 20-22 November 2011 nanti di Hotel Puri Katulistiwa akan dilaksanakan Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu yang diikuti oleh 150 Guru Besar, Doktor dan Candidat Doktor yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam” saat ditemui PusInfokomp di ruang kerjanya, gedung Pascasarjana UIN SGD Bandung, Rabu (16/11)Pada setiap utusan negara akan membicarakan seputar topik; Pertama, Bentuk Islam dalam berbagai bidang di kawasan Dunia Melayu. Kedua, Islam dan kearifan lokal: dialog dan dialektika Islam dan budaya lokal Melayu. Ketiga, Islam dalam keragaman budaya: Tokoh, harmoni, konflik, konsensus dan kecenderungan yang muncul. Keempat, Sosial-intelektual lembaga-lembaga dan jaringan Islam di Dunia Melayu: Karakteristik, kontribusi, nilai-nilai, pengaruh, dll. Kelima, Islam dan multikulturalisme dan pluralisme di Dunia Melayu. Keenam, Wajah baru Islam Di Dunia Melayu: Refleksi dan Proyeksi. Ketujuh,  Demokrasi dan Masyarakat Muslim: Pengalaman mayoritas Muslim (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) dan minoritas (Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar,Kamboja, dan Vietnam). Kedelapan, Islam dalam bahasa Melayu-Nusantara: Filologi, Arkeologi, dll. Kesembila, Filantropi Islam. Sepuluh, Orientalisme dan Oksidentalisme terhadap Islam di Dunia Melayu.“Dari abstraksi makalah yang terkumpul dijadikan satu buku berjudul “Islam di Dunia Malayu: Dulu, Kini dan Masa Depan” yang diterbitkan oleh ISRCP-a (Institute for Study of Religion, Culture & Public-Affairs)” tegasnyaHasil kerjasama antara Pascasarjana UIN SGD Bandung dengan Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM) Malaysia tidak berhenti pada acara Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu “Rencananya dari makalah yang terkumpul akan dijadikan Jurnal Internasional secara berkala dan dibuka Dosen Tamu untuk 10 orang yang mengajar di UIN SGD Bandung dan APIUM. Untuk itu diharapkan keikutsertaan dari semua pihak guna menyukseskan Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu” harapnya. [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Sekitar 150 Guru Besar, Doktor dan Candidat Doktor dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam akan mengikuti Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu bertajuk Tema “Jaringan Islam Di Dunia Melayu: Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung (PPs UIN SGD) bekerjasama dengan Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM) Malaysia di Hotel Puri Khatulistiwa Bandung pada tanggal 20-22 November 2011Menurut M Anton Athoillah, Asisten Direktur I Pascasarjana UIN SGD Bandung menjelaskan “Pada tanggal 20-22 November 2011 nanti di Hotel Puri Katulistiwa akan dilaksanakan Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu yang diikuti oleh 150 Guru Besar, Doktor dan Candidat Doktor yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam” saat ditemui PusInfokomp di ruang kerjanya, gedung Pascasarjana UIN SGD Bandung, Rabu (16/11)Pada setiap utusan negara akan membicarakan seputar topik; Pertama, Bentuk Islam dalam berbagai bidang di kawasan Dunia Melayu. Kedua, Islam dan kearifan lokal: dialog dan dialektika Islam dan budaya lokal Melayu. Ketiga, Islam dalam keragaman budaya: Tokoh, harmoni, konflik, konsensus dan kecenderungan yang muncul. Keempat, Sosial-intelektual lembaga-lembaga dan jaringan Islam di Dunia Melayu: Karakteristik, kontribusi, nilai-nilai, pengaruh, dll. Kelima, Islam dan multikulturalisme dan pluralisme di Dunia Melayu. Keenam, Wajah baru Islam Di Dunia Melayu: Refleksi dan Proyeksi. Ketujuh,  Demokrasi dan Masyarakat Muslim: Pengalaman mayoritas Muslim (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) dan minoritas (Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar,Kamboja, dan Vietnam). Kedelapan, Islam dalam bahasa Melayu-Nusantara: Filologi, Arkeologi, dll. Kesembila, Filantropi Islam. Sepuluh, Orientalisme dan Oksidentalisme terhadap Islam di Dunia Melayu.“Dari abstraksi makalah yang terkumpul dijadikan satu buku berjudul “Islam di Dunia Malayu: Dulu, Kini dan Masa Depan” yang diterbitkan oleh ISRCP-a (Institute for Study of Religion, Culture & Public-Affairs)” tegasnyaHasil kerjasama antara Pascasarjana UIN SGD Bandung dengan Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM) Malaysia tidak berhenti pada acara Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu “Rencananya dari makalah yang terkumpul akan dijadikan Jurnal Internasional secara berkala dan dibuka Dosen Tamu untuk 10 orang yang mengajar di UIN SGD Bandung dan APIUM. Untuk itu diharapkan keikutsertaan dari semua pihak guna menyukseskan Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu” harapnya. [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Sekitar 150 Guru Besar, Doktor dan Candidat Doktor dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam akan mengikuti Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu bertajuk Tema “Jaringan Islam Di Dunia Melayu: Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung (PPs UIN SGD) bekerjasama dengan Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM) Malaysia di Hotel Puri Khatulistiwa Bandung pada tanggal 20-22 November 2011Menurut M Anton Athoillah, Asisten Direktur I Pascasarjana UIN SGD Bandung menjelaskan “Pada tanggal 20-22 November 2011 nanti di Hotel Puri Katulistiwa akan dilaksanakan Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu yang diikuti oleh 150 Guru Besar, Doktor dan Candidat Doktor yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam” saat ditemui PusInfokomp di ruang kerjanya, gedung Pascasarjana UIN SGD Bandung, Rabu (16/11)Pada setiap utusan negara akan membicarakan seputar topik; Pertama, Bentuk Islam dalam berbagai bidang di kawasan Dunia Melayu. Kedua, Islam dan kearifan lokal: dialog dan dialektika Islam dan budaya lokal Melayu. Ketiga, Islam dalam keragaman budaya: Tokoh, harmoni, konflik, konsensus dan kecenderungan yang muncul. Keempat, Sosial-intelektual lembaga-lembaga dan jaringan Islam di Dunia Melayu: Karakteristik, kontribusi, nilai-nilai, pengaruh, dll. Kelima, Islam dan multikulturalisme dan pluralisme di Dunia Melayu. Keenam, Wajah baru Islam Di Dunia Melayu: Refleksi dan Proyeksi. Ketujuh,  Demokrasi dan Masyarakat Muslim: Pengalaman mayoritas Muslim (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) dan minoritas (Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar,Kamboja, dan Vietnam). Kedelapan, Islam dalam bahasa Melayu-Nusantara: Filologi, Arkeologi, dll. Kesembila, Filantropi Islam. Sepuluh, Orientalisme dan Oksidentalisme terhadap Islam di Dunia Melayu.“Dari abstraksi makalah yang terkumpul dijadikan satu buku berjudul “Islam di Dunia Malayu: Dulu, Kini dan Masa Depan” yang diterbitkan oleh ISRCP-a (Institute for Study of Religion, Culture & Public-Affairs)” tegasnyaHasil kerjasama antara Pascasarjana UIN SGD Bandung dengan Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM) Malaysia tidak berhenti pada acara Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu “Rencananya dari makalah yang terkumpul akan dijadikan Jurnal Internasional secara berkala dan dibuka Dosen Tamu untuk 10 orang yang mengajar di UIN SGD Bandung dan APIUM. Untuk itu diharapkan keikutsertaan dari semua pihak guna menyukseskan Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu” harapnya. [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Sekitar 150 Guru Besar, Doktor dan Candidat Doktor dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam akan mengikuti Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu bertajuk Tema “Jaringan Islam Di Dunia Melayu: Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung (PPs UIN SGD) bekerjasama dengan Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM) Malaysia di Hotel Puri Khatulistiwa Bandung pada tanggal 20-22 November 2011Menurut M Anton Athoillah, Asisten Direktur I Pascasarjana UIN SGD Bandung menjelaskan “Pada tanggal 20-22 November 2011 nanti di Hotel Puri Katulistiwa akan dilaksanakan Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu yang diikuti oleh 150 Guru Besar, Doktor dan Candidat Doktor yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam” saat ditemui PusInfokomp di ruang kerjanya, gedung Pascasarjana UIN SGD Bandung, Rabu (16/11)Pada setiap utusan negara akan membicarakan seputar topik; Pertama, Bentuk Islam dalam berbagai bidang di kawasan Dunia Melayu. Kedua, Islam dan kearifan lokal: dialog dan dialektika Islam dan budaya lokal Melayu. Ketiga, Islam dalam keragaman budaya: Tokoh, harmoni, konflik, konsensus dan kecenderungan yang muncul. Keempat, Sosial-intelektual lembaga-lembaga dan jaringan Islam di Dunia Melayu: Karakteristik, kontribusi, nilai-nilai, pengaruh, dll. Kelima, Islam dan multikulturalisme dan pluralisme di Dunia Melayu. Keenam, Wajah baru Islam Di Dunia Melayu: Refleksi dan Proyeksi. Ketujuh,  Demokrasi dan Masyarakat Muslim: Pengalaman mayoritas Muslim (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) dan minoritas (Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar,Kamboja, dan Vietnam). Kedelapan, Islam dalam bahasa Melayu-Nusantara: Filologi, Arkeologi, dll. Kesembila, Filantropi Islam. Sepuluh, Orientalisme dan Oksidentalisme terhadap Islam di Dunia Melayu.“Dari abstraksi makalah yang terkumpul dijadikan satu buku berjudul “Islam di Dunia Malayu: Dulu, Kini dan Masa Depan” yang diterbitkan oleh ISRCP-a (Institute for Study of Religion, Culture & Public-Affairs)” tegasnyaHasil kerjasama antara Pascasarjana UIN SGD Bandung dengan Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM) Malaysia tidak berhenti pada acara Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu “Rencananya dari makalah yang terkumpul akan dijadikan Jurnal Internasional secara berkala dan dibuka Dosen Tamu untuk 10 orang yang mengajar di UIN SGD Bandung dan APIUM. Untuk itu diharapkan keikutsertaan dari semua pihak guna menyukseskan Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu” harapnya. [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Sekitar 150 Guru Besar, Doktor dan Candidat Doktor dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam akan mengikuti Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu bertajuk Tema “Jaringan Islam Di Dunia Melayu: Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung (PPs UIN SGD) bekerjasama dengan Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM) Malaysia di Hotel Puri Khatulistiwa Bandung pada tanggal 20-22 November 2011Menurut M Anton Athoillah, Asisten Direktur I Pascasarjana UIN SGD Bandung menjelaskan “Pada tanggal 20-22 November 2011 nanti di Hotel Puri Katulistiwa akan dilaksanakan Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu yang diikuti oleh 150 Guru Besar, Doktor dan Candidat Doktor yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam” saat ditemui PusInfokomp di ruang kerjanya, gedung Pascasarjana UIN SGD Bandung, Rabu (16/11)Pada setiap utusan negara akan membicarakan seputar topik; Pertama, Bentuk Islam dalam berbagai bidang di kawasan Dunia Melayu. Kedua, Islam dan kearifan lokal: dialog dan dialektika Islam dan budaya lokal Melayu. Ketiga, Islam dalam keragaman budaya: Tokoh, harmoni, konflik, konsensus dan kecenderungan yang muncul. Keempat, Sosial-intelektual lembaga-lembaga dan jaringan Islam di Dunia Melayu: Karakteristik, kontribusi, nilai-nilai, pengaruh, dll. Kelima, Islam dan multikulturalisme dan pluralisme di Dunia Melayu. Keenam, Wajah baru Islam Di Dunia Melayu: Refleksi dan Proyeksi. Ketujuh,  Demokrasi dan Masyarakat Muslim: Pengalaman mayoritas Muslim (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) dan minoritas (Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Myanmar,Kamboja, dan Vietnam). Kedelapan, Islam dalam bahasa Melayu-Nusantara: Filologi, Arkeologi, dll. Kesembila, Filantropi Islam. Sepuluh, Orientalisme dan Oksidentalisme terhadap Islam di Dunia Melayu.“Dari abstraksi makalah yang terkumpul dijadikan satu buku berjudul “Islam di Dunia Malayu: Dulu, Kini dan Masa Depan” yang diterbitkan oleh ISRCP-a (Institute for Study of Religion, Culture & Public-Affairs)” tegasnyaHasil kerjasama antara Pascasarjana UIN SGD Bandung dengan Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM) Malaysia tidak berhenti pada acara Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu “Rencananya dari makalah yang terkumpul akan dijadikan Jurnal Internasional secara berkala dan dibuka Dosen Tamu untuk 10 orang yang mengajar di UIN SGD Bandung dan APIUM. Untuk itu diharapkan keikutsertaan dari semua pihak guna menyukseskan Konferensi Internasional Islam di Dunia Melayu” harapnya. [Ibn Ghifarie]