UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

1.516 Sarjana Diwisuda UIN SGD Bandung

UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar sidang senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana yang ke-75, Minggu (22/09). Total ada 1.515 sarjana yang diwisuda.

Mereka tersebar di Fakultas Ushuluddin (175), Tarbiyah dan Keguruan (281), Syari’ah dan Hukum (153), Dakwah dan Komunikasi (195), Adab dan Humaniora (140), Psikologi (23), Sains dan Teknologi (117), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (205). Selain itu, ada 196 wisudawan S2 dan 31 wisudawan S3.

Rektor UIN SGD Bandung Mahmud berpesan tentang ketakwaan. Menyitir salah satu hadis, Mahmud berkisah tentang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah tentang cara menambah dan meningkatkan kualitas ilmu. Rasulullah menjawab, jika ingin menambah dan meningkatkan ilmu, maka tingkatkan ketakwaan kepada Allah SAW.

“Jika saya yang ditanya oleh mahasiswa tentang apa saja yang bisa meningkatkan kualitas ilmu, maka akan saya jawab teruslah kuliah, selesaikan S1, S2, dan S3. Tetapi Rasulullah menjawabnya dengan sangat tegas, jika kita ingin menambah ilmu pengetahuan, maka semakin bertakwalah kepada Allah. Ini sesuatu yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurut Mahmud, ketakwaan seseorang, selain menambah kualitas dirinya di hadapan Allah SWT, juga menjadi pemicu utama meningkatnya ilmu pengetahuan. Semakin seseorang bertakwa kepada Allah, akan semakin meningkat semangatnya untuk mencari ilmu, karena semakin takwa akan merasa semakin rendah di hadapan Allah.

“Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh wisudawan hari ini, baik S1, S2, maupun S3, bertakwalah kepada Allah SWT di mana pun dan kapan pun. Idealnya, semakin bertambah ilmu pengetahuan seseorang, harus semakin tinggi ketakwaannya kepada Allah SWT, buikan sebaliknya,” katanya.

Rektor berharap ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah akan berkorelasi dengan amal sekaligus menjadi indikator meningkatnya keimanan. Orang yang imannya meningkat, akan berbanding lurus dengan meningkatnya akhlak. Wisudawan UIN SGD harus mampu menunjukkan kearifan dan akhlak yang baik di hadapan masyalat.

“Ilmu yang didapatkan oleh lulusan UIN SGD Bandung, bukan hanya harus bermanfaat bagi diri dan keluarnya, melainkan harus semakin bermanfaat bagi orang lain, sebagaimana yang ditunjukkan Rasulullah saw bahwa manusia terbaik yakni manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Inilah bagian terpenting dari Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor menetapkan 5 wisudawan dengan IPK tertinggi dan 4 wisudawan yang hafal 30 juz Al-Quran. Empat wisudawan tahfiz 30 juz adalah Zulfadhli Rizqi Barkia, S.Ag, dan Tita Fitriani, S.Ag, (keduanya jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin), serta Asep Kurniawan, S.Sos. dan Lia Nursaadah, S.Sos. (jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi).

Berikut 5 wisudawan dengan IPK tertinggi: 
1. Nazilatus Syiam, S.Sos, jurusan Komunikasi Ilmu Humas Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dengan IPK 3, 99
2. Dian Umami, S.Pd, jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dengan IPK 3, 94
3. Ahmad Ridho, S.H, jurusan Perbandingan Madzab dan Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan IPK 3,93
4. Khaurul Umam, S.H, jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan IPK 3,91
5. Azzalya Nurisyani, S.Pd jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dengan IPK 3, 89

Sumber, Kemenag RI Senin, 23 September 2019 08:05 WIB