UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

1.046 Digembleng Tahfizh Qur’an

[www.uinsgd.ac.id] Berungtunglah bagi yang hafal al-Qur’an, sebab Allah SWT akan memberikan mahkota kehormatan kepada penghafal hafizh/hafizhah) di akhirat nanti. Selain itu, akan dikumpulkan bersama malaikat yang mulia dan ditinggikan derajatnya saat berada di surga.

Demikian menurut Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung Dr HA Hasan Ridwan, M.Ag saat membuka acara Pembekalan Praktikum Tilawah  dan Tahfizh Mahasiswa Semester I dan III, di Aula Anwar Musaddad Kampus UIN SGD, Rabu (26/09/2018).

Mahasiswa, lanjut Dr Hasan Ridwan, selain diberi ilmu pengetahuan (ilmu syariah, ilmu hukum, dan ilmu ekonomi), juga diwajibkan hafal al-Quran minimal satu juz. Secara akademik, tahfizh Qur’an menjadi syarat mengikuti sidang komprehensif dan munaqosah.

Terlebih kalau dikaitkan dengan pencapaian visi misi penyelenggaran pendidikan di kampus UIN Bandung, praktikum tilawah maupuntahfizh Qur’an sebagai upaya menggembleng mereka agar kokoh keimanannya, luas ilmunya, dan luhur akhlaknya.

Dr Hasan Ridwan meyakini, hafizh/hafizhah Qur’an kelak akan menjadi pemimpin umat. Ia mendasarkannya pada Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.”

Praktikum Tilawah diikuti oleh 1.086 mahasiswa semester I dari sembilan jurusan di FSH, dimbimbing oleh 48 dosen;  sementara praktikum Tahfizh diikuti oleh 1.046 mahasiswa  semester III, dibimbing oleh 47 dosen.

“Mereka wajib mengikutinya. Kalau tidak, jangan harap menjadi sarjana, karena ini menjadi syarat mengikuti sidang komprehensif dan munaqosah,” jelas Ketua Laboratorium FSH, Enceng Arif Faizal didampingi staf Yus Yulian, S.Sos dan Heris Suhendar, S.Sy, MH.

Selain itu, praktikum tilawah maupun tahfizh memberikan nilai tambah bagi mahasiswa, sehingga mereka bisa menjadi pengamal dan penggerak nilai-nilai keislaman di masyarakat, sekaligus menjadi kompetensi pembeda dengan lulusan perguruan tinggi lain. (Nanang Sungkawa)