UINSGD.AC.ID (Humas) — Bagian Kemahasiswaan dan Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Rapat Kelulusan Tahap II Program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Tahun 2025 dan Penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Kategori I, yang berlangsung di el Hotel Bandung, Jumat–Sabtu (17–18/10/2025).
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menegaskan asas keadilan harus menjadi dasar utama dalam pelaksanaan Program Beasiswa KIP-K dan penetapan UKT Kategori I agar tepat sasaran dan diterima oleh mahasiswa yang benar-benar berhak.
“Program beasiswa KIP-K ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Saya atas nama pimpinan memberikan apresiasi atas kerja keras Wakil Rektor III dan jajaran Bagian Kemahasiswaan yang telah menyukseskan program ini, karena kehadiran negara harus benar-benar dirasakan di kampus,” tegasnya.
Menurutnya pelaksanaan program KIP-K harus dijalankan dengan menjunjung tinggi rasa keadilan, berpikir rasional, dan sesuai regulasi yang berlaku. “Tolong kita saling menasihati dan mengingatkan dalam kebaikan, kebenaran, dan keadilan. Dalam pembinaan mahasiswa, pegawai, mari patuhi segala peraturan, taati regulasi, dan terus lakukan evaluasi agar program ini tetap akuntabel,” jelasnya.
Prof. Rosihon menekankan bahwa kegiatan rapat kelulusan KIP-K harus dijalankan berdasarkan regulasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. “Ngaji regulasi sama dengan ngaji Al-Qur’an, ya sama-sama berpahala untuk kebaikan bersama. Kalau perlu, ada kultum regulasi di masjid. Apa yang kita putuskan harus benar-benar berbasis data, riil, faktual, dan terverifikasi. Inilah yang menjadi pedoman kita. Ada ukuran yang jelas dan transparan. Mudah-mudahan semua ini bernilai ibadah sosial dan menjadi amal jariah bagi kita dalam memperbaiki kampus,” bebernya.
Rektor berharap penetapan beasiswa KIP-K dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berakhlak, dan siap berkontribusi untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara. “Saya minta beasiswa KIP-K ini benar-benar diberikan kepada yang berhak. Jika mahasiswa mampu dalam penyesuaian UKT, UKT-nya dinaikkan sesuai kemampuan. Jika memang tidak mampu, berikan rasa keadilan. Saya percaya para surveyor dan panitia sudah bekerja dengan jujur dan profesional. Dari program KIP-K ini, semoga lahir pemimpin masa depan yang peduli, adil, dan menjunjung kebenaran,” ujarnya.
Dalam laporannya, Wakil Rektor III, Prof. Husnul Qodim, menyampaikan beasiswa KIP-K merupakan program strategis yang sangat membantu mahasiswa menyelesaikan studi tanpa terkendala masalah biaya.
Pendaftaran KIP-K Tahun 2025 dibuka melalui laman https://salam.uinsgd.ac.id dengan tahapan sebagai berikut:
Pendaftaran: 2–11 September 2025
Pemberkasan: 3–12 September 2025
Seleksi Administrasi: 13–18 September 2025
Pengumuman Lulus Administrasi: 20 September 2025
Visitasi/Survei: 26 September–10 Oktober 2025
Pengumuman Lulus Penerima Beasiswa: 21 Oktober 2025
“Jumlah pendaftar mencapai 3.021 orang, dengan 2.139 orang yang menyelesaikan pemberkasan sesuai persyaratan KIP-K. Dari jumlah tersebut, 701 orang dinyatakan lulus administrasi dan menjalani proses visitasi yang melibatkan 136 penyurvei dari kalangan dosen dan tenaga kependidikan,” jelasnya.
Dari hasil visitasi lapangan itu, Prof. Husnul menuturkan UIN Bandung memperoleh kuota sebanyak 400 mahasiswa penerima beasiswa KIP-K Tahun 2025. “Sebagai kluster UIN, kuota 400 ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam membantu mahasiswa agar dapat melanjutkan kuliah tanpa beban biaya. Kami pastikan seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai regulasi,” tegasnya.
“Alhamdulillah kegiatan KIP-K berjalan lancar sesuai regulasi dan arahan pimpinan. Semoga program ini terus berlanjut, negara tetap hadir membantu mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi, agar mereka dapat menyelesaikan kuliah dengan baik. Terima kasih atas kerja sama semua pihak, terutama Kementerian Agama dan Sekretaris Jenderal, yang terus mendukung keberlangsungan program ini,” tambahnya.
Rapat ini diikuti oleh Kepala Biro AUPK, Wakil Dekan III, Kepala Bagian Fakultas, dan Tim Kerja di lingkungan Al-Jamiah.
