UINSGD.AC.ID (Humas) — Pesantren sebagai salah satu fondasi pendidikan di Indonesia memiliki peran strategis dalam pengembangan keilmuan dan adaptasi metode pembelajaran yang selaras dengan perkembangan zaman. Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam mengoptimalkan AI untuk kebermanfaatan yang lebih luas.
“AI menjadi kuat di tangan mereka yang berilmu, dan pesantren adalah sumber ilmu,” ungkap Kaban Dhani sapaan akrabnya dalam Pelatihan Multimedia Pesantren yang diselenggarakan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, modal intelektual dan spiritual yang dimiliki pesantren merupakan fondasi penting untuk mengendalikan dan memanfaatkan teknologi modern secara bijaksana dan berkelanjutan. Digitalisasi yang kini merambah banyak sektor juga perlu direspons pesantren dengan langkah adaptif.
Setidaknya terdapat empat ranah yang dapat dioptimalkan pesantren dalam proses digitalisasi, yaitu digitalisasi pembelajaran, manajemen pesantren, dakwah, dan ekonomi pesantren.
“Digitalisasi adalah yang menghubungkan pesantren dengan masa gemilang. Tradisi di satu sisi kita perlukan untuk merawat nilai-nilai, tetapi di sisi lain kita juga perlu membangun peradaban,” tegasnya.
Pelatihan Multimedia Pesantren ini diikuti para ustadz dari berbagai pesantren, menunjukkan tingginya antusiasme pendidik dalam menyambut era digital. Pelatihan ini diharapkan menjadi katalisator yang mendorong pesantren di Indonesia semakin adaptif, maju bersama perkembangan zaman, serta melahirkan generasi santri yang unggul dalam ilmu agama dan terampil dalam teknologi.