Konsistensi dalam Dedikasi, Inklusivitas, dan Perjuangan Kesetaraan

“Dalam bidang Sosiologi Hukum, kehadiran Prof. Dedah Jubaedah, M.Si sangat krusial. Keahliannya akan menjembatani aspek hukum formal dengan realitas sosial, terutama dalam isu kesetaraan gender, memberikan perspektif yang lebih adil dan empatik dalam penegakan hukum di Indonesia.”

UINSGD.AC.ID (Humas) — Prof. Dr. Dedah Jubaedah adalah bukti nyata bahwa ketekunan yang dibalut dengan kerendahan hati akan membuahkan hasil tertinggi dan memuaskan. Ditetapkan sebagai Guru Besar bidang Sosiologi Hukum per 1 Oktober 2025, ia membawa warna baru dalam dunia akademik yang humanis.

Ia adalah dosen senior yang telah mengabdi puluhan tahun, dengan segudang pengalaman dan ilmu. Baginya, menjadi seorang profesor tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Seolah menatap gelar ini dengan penuh harapan sekaligus sedikit kecemasan. Pasalnya, meraih gelar ini tidak mudah, membutuhkan ketekunan, dedikasi, dan karya-karya monumental. Namun, dengan kegigihan, semangat, dan daya juangnya mampu mengantarkannya menjadi guru besar.

Prof. Dedah bukan sekadar akademisi di balik meja, melainkan juga pemimpin yang turun tangan di berbagai posisi strategis. Sebagai pakar Sosiologi Hukum, ia fokus pada integrasi hukum dan dinamika sosial. Wanita kelahiran Ciamis 14 April 1961 ini dikenal sebagai figur intelektual yang idealis dengan komitmen mendalam terhadap isu-isu kemanusiaan.

Sebagai pejuang gender –saat menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Wanita (PSW) UIN Bandung– konsisten menyuarakan hak-hak perempuan dan inklusivitas. Memastikan bahwa setiap suara didengar dan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh.

Sebagai pemimpin akademik, berpengalaman memimpin Jurusan Manajemen Keuangan Syariah pada Fakultas Syariah dan Hukum, dan Prodi Ekonomi Islam (S2 Pascasarjana UIN Bandung). Ia dikenal sebagai pemimpin yang mengayomi dan merangkul. Di tengah kesibukannya, tetap menjadi sosok yang bijaksana, yang selalu membuka pintu bagi siapapun yang membutuhkan arahan atau sekadar tempat curhat.

Karenanya, ibu dari 2 anak dan nenek dari 4 cucu ini dikenal sebagai sosok ibu dan mentor yang bijaksana bagi mahasiswa maupun kolega. Kemampuannya untuk menyeimbangkan ketegasan prinsip dengan kehangatan pribadi menjadikannya figur yang sangat dihormati di berbagai kalangan.

Dalam menjaga integritas, terutama saat mengabdi sebagai Ketua Satuan Pengawas Intern (SPI) UIN Bandung, dianggap sosok pemimpin yang loyal. Dengan dedikasi tinggi dan loyalitas tanpa batas, ia memandang setiap jabatan adalah amanah pengabdian, bukan sekadar tangga karier.

Prof. Dedah tidak hanya bekerja untuk mencapai target, tetapi juga untuk memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. Baginya, menjadi pemimpin sejati tidak hanya menciptakan pengikut, tetapi merangkul dan menumbuhkan jiwa-jiwa baru dengan kebijaksanaan dan kasih sayang.

Ketangguhan jiwanya bukan sekadar kuat menghadapi beban pekerjaan, melainkan ketangguhan dalam prinsip dan empati. Dan, ketangguhan itulah yang menjadi motor penggerak hingga dirinya sampai pada titik tertinggi di dunia akademik.(Nanang Sungkawa/Kontributor)

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *