Rapat Kerja FEBI 2026 Tegaskan Arah “Excellent Impact” bagi Masyarakat

UINSGD.AC.ID (Humas) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026, Senin (26/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung FEBI lantai 2 ini diikuti oleh 103 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa yang diwakili oleh organisasi kemahasiswaan, unsur keamanan, serta petugas kebersihan.

Raker FEBI 2026 mengusung tema “Excellent Impact”, yang menegaskan orientasi fakultas untuk menghasilkan dampak unggul dan nyata bagi masyarakat. Fokus tema ini diarahkan pada penguatan peran FEBI dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai muara dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Raker FEBI 2026 yang juga Wakil Dekan II FEBI, Dr. Muhammad Zaky, M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat kerja dilatarbelakangi oleh Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Tujuannya untuk menyinkronkan kebijakan universitas, seperti Rencana Strategis (Renstra) UIN, Key Performance Indicator (KPI), dan Perjanjian Kinerja (Perkin), dengan program kerja fakultas tahun 2026. “Raker ini melibatkan seluruh unsur FEBI, termasuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, sebagai bagian dari penguatan kolaborasi internal fakultas,” paparnya.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI Prof. Dr. H. Dudang Gojali menekankan pentingnya penajaman positioning FEBI dalam menghadapi dinamika masa depan. “Penentuan arah ke depan harus diawali dengan refleksi terhadap pijakan utama FEBI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Pada aspek pengajaran, mendorong seluruh dosen untuk terus mengoreksi dan memperbarui materi pembelajaran agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan zaman. Pada bidang penelitian, Dekan menegaskan bahwa riset FEBI tidak boleh berhenti pada publikasi jurnal semata. Tema-tema penelitian harus berangkat dari persoalan riil masyarakat dan berorientasi pada penyelesaian masalah, khususnya yang berkaitan dengan ketidakadilan ekonomi, kesenjangan sosial, dan konstruksi ekonomi yang berkeadilan. Dengan demikian, riset FEBI diharapkan mampu berperan sebagai problem solver yang memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat.

Dekan FEBI menegaskan, pengabdian kepada masyarakat sebagai ujung dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus tolok ukur kehadiran FEBI di tengah publik. Dekan mencontohkan pentingnya peran FEBI dalam mendampingi pelaku UMKM agar memperoleh akses yang lebih luas terhadap sistem ekonomi dan keuangan. “Oleh karena itu, salah satu output strategis Raker FEBI 2026 adalah mempertegas kembali posisi pengabdian kepada masyarakat sebagai instrumen pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Mengingat tekanan besar yang dihadapi perguruan tinggi akibat perubahan cepat di tingkat global, industri, dan ekspektasi masyarakat. “FEBI tidak boleh terjebak dalam zona nyaman atau sekadar berorientasi pada capaian administratif. Keberhasilan fakultas harus diukur dari sejauh mana lulusan siap menghadapi realitas, riset dimanfaatkan, dan pengabdian benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” bebernya.

Arahan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Dalam arahannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyoroti tantangan strategis perguruan tinggi di era transformasi, terutama terkait relevansi, mutu, dan daya saing.

Dengan menekankan adanya kecenderungan penurunan minat masyarakat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, yang menuntut peningkatan kinerja dan kompetensi seluruh unit akademik agar tetap mampu menjawab kebutuhan publik.

“Target internasionalisasi tidak akan tercapai apabila publikasi ilmiah masih didominasi jurnal nasional dan keterlibatan akademik global masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan stimulus yang mendorong dosen untuk lebih aktif menulis dan membangun jejaring di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Rektor.

Tantangan digitalisasi dan disrupsi teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), tidak dapat diabaikan. Perguruan tinggi dituntut untuk memiliki panduan pemanfaatan AI dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi agar adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan nilai dan identitas keilmuan.

Melalui Rapat Kerja FEBI 2026 bertema Excellent Impact, FEBI diharapkan mampu menerjemahkan arah kebijakan dan tantangan strategis universitas ke dalam program kerja fakultas yang sederhana namun tajam, terukur, dan berdampak nyata. Dengan demikian, FEBI dapat berperan aktif dalam mendukung visi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berpengaruh, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (Nabiela Rizki Alifa/ Kontributor)

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *