Mahasiswa Prestasi Berkarakter Tangguh, Ulet, Berkualitas

UINSGD.AC.ID (Humas) — Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung semakin mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter pribadi yang tangguh, ulet, dan berkualitas.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Dekan III FAH UIN Bandung Dr. Dadan Firdaus, M.Ag., usai acara “The Humanis Awards”, sebuah ajang apresiasi bagi 20 mahasiswa berprestasi yang berlangsung di Auditorium FAH, Selasa (20/01/2026).

Dadan menyatakan bahwa pihak dekanat berperan sebagai mitra strategis bagi mahasiswa. Melalui penyediaan fasilitas grup mahasiswa prestasi di setiap jurusan serta bimbingan dari dosen mentor profesional, mahasiswa didorong untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka.

“Kami adalah mitra strategis mahasiswa dalam meraih prestasi gemilang di berbagai bidang. Mahasiswa yang didukung dengan baik ternyata lebih siap untuk menjadi generasi unggul yang berkontribusi positif bagi lembaga,” ujar Dadan.

Fasilitas Grup Mahasiswa Prestasi mempermudah akses, sehingga memungkinkan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi minat, bakat, dan meningkatkan keterampilan mereka. Program ini memberikan nasihat praktis, inspiratif, dan menjadi arahan yang tepat untuk prestasi akademik dan non-akademik.

“Dari 76 mahasiswa yang terjaring, 20 di antaranya telah siap berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Target kami di tahun 2026 adalah mencetak 100 mahasiswa prestasi,” ujar Dadan.

Mereka menunjukkan keunggulan dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Prestasi yang mereka raih akan menjadi nilai tambah dalam dunia kerja dan kehidupan yang nyata. Juga mencerminkan karakter pribadi yang tangguh, ulet, dan berkualitas.

Aulia Putri Juhara, Mahasiswi Multitalenta

Nama Aulia Putri Juhara muncul sebagai representasi nyata mahasiswa berprestasi masa kini. Mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) ini resmi dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan dalam ajang “The Humanis Awards 2026”, Selasa (20/01/2026).

Aulia bukan sekadar mahasiswi biasa. Ia dikenal sebagai sosok yang berorientasi pada hasil dan memiliki dedikasi tinggi, terbukti dengan keberhasilannya menempuh studi di dua universitas sekaligus dengan raihan nilai tinggi serta predikat kehormatan kelas satu (First-Class Honors).

Ia memiliki kemampuan trilingual dan keahlian mendalam dalam bahasa Arab dan Inggris, Aulia berhasil memadukan kecerdasan linguistik dengan kepemimpinan pendidikan. Rekam jejaknya di atas panggung bicara pun sangat impresif; tercatat ia telah menjadi pembicara di lebih dari 15 seminar nasional serta berbagai simposium pemuda internasional.

Sebagai pendiri Linguolous, sebuah platform pengembangan bahasa, Aulia menunjukkan keterampilannya dalam manajemen proyek dan pembuatan konten kreatif. Tak hanya itu, ia juga dipercaya menjabat sebagai Kepala Program Bahasa di sebuah lembaga pendidikan terkemuka, di mana ia sukses mengembangkan kurikulum inovatif dan memimpin tim kolaboratif secara efektif.

Fokus utama Aulia terletak pada pemberdayaan pemuda, pengembangan program bahasa, dan komunikasi lintas budaya. Ia dikenal konsisten dalam mengubah tantangan akademis menjadi pencapaian komunitas yang berdampak nyata.

Ia memanfaatkan perannya sebagai Duta Kampus dan Tokoh Kunci untuk menginspirasi generasi muda. Melalui tulisan, pidato, dan advokasi strategis, Aulia berhasil menjembatani kesenjangan antara keunggulan akademis dan dedikasi social. Demikian tulis pernyataan resmi dalam profil prestasinya.

Di luar kesibukan akademis dan profesionalnya, Aulia memiliki komitmen kuat terhadap isu-isu dunia, khususnya terkait Sustainable Development Goals (SDGs) dan kepemimpinan iklim. Hal ini menjadikannya sosok “paket lengkap” yang tidak hanya berprestasi di dalam kampus, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap tantangan global.

Kehadiran Aulia Putri Juhara diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain di FAH UIN Bandung untuk terus meningkatkan standar diri dan berkontribusi secara signifikan bagi masyarakat luas.

Dari Kegagalan menuju Tahta Puteri Kartini Indonesia 2025

Keberhasilan tidak selalu datang dalam sekali percobaan. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Indah Natisha Maura, mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), FAH  UIN Bandung. Sosoknya kini menjadi inspirasi setelah berhasil membuktikan bahwa kegagalan di masa awal kuliah adalah batu loncatan menuju prestasi tingkat internasional.

Dalam ajang “The Humanis Awards 2026”, Indah kembali mendapatkan pengakuan atas dedikasinya yang luar biasa sepanjang tahun 2025. Namun, siapa sangka di balik gemilangnya prestasi tersebut, Indah sempat mencicipi pahitnya kegagalan saat pertama kali memberanikan diri mengikuti perlombaan pada tahun 2023.

Alih-alih menyerah, Indah memilih untuk mengevaluasi diri. Dengan persiapan yang jauh lebih matang pada tahun 2024, ia berhasil “pecah telur” dengan menyabet Juara 1 Puisi Arab tingkat Asia Tenggara. Keberhasilan ini kemudian berlanjut pada berbagai kompetisi di Universitas Indonesia.

Puncaknya terjadi pada tahun 2025, Indah menaikkan standar kualitas dirinya hingga berhasil menyapu bersih berbagai gelar bergengsi, di antaranya: pemenang Puteri Kartini Indonesia 2025, pemenang Puteri Kartini Jawa Barat 2025, penghargaan Model Terbaik dan Favorit Terbaik, juara nasional Qiraatus Syi’ir (Sastra Arab).

Lebih dari Sekadar Kemenangan Indah yang juga dikenal aktif sebagai MC, pembicara publik, dan moderator di ajang internasional ini menekankan bahwa setiap mimpi layak untuk diperjuangkan selama ada kemauan untuk terus belajar.

“Perjalanan meraih prestasi mengajarkanku bahwa bersinar tidak selalu tentang kemenangan, melainkan tentang keberanian untuk bangkit, konsistensi dalam proses, dan kesediaan untuk terus belajar,” ungkap Indah penuh makna.

Bagi Indah, gelar Puteri Kartini bukan sekadar mahkota, melainkan tanggung jawab untuk berkontribusi aktif kepada masyarakat. Pengalamannya dalam berbicara di depan umum dan kepemimpinan yang inspiratif kini ia gunakan untuk memperkuat perjalanan akademis sekaligus memberdayakan sesama.

Prestasi dari Jalur Organisasi dan Kepemimpinan

Organisasi kemahasiswaan terbukti menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya mahasiswa berprestasi. Hal ini dibuktikan oleh Siti Syarifah Nur Fuadah, mahasiswi Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, FAH UIN Bandung, yang baru saja menerima penghargaan di ajang “Awarding of Humanis Awards 2026”, Selasa (20/01/2026).

Langkah Siti menuju podium juara dimulai dari ketertarikannya bergabung dengan Unit Kegiatan Khusus (UKK) Koperasi Mahasiswa (Kopma). Dorongan untuk belajar bisnis, public speaking, hingga kepemimpinan membawanya mendalami komunitas kewirausahaan (KEC) dan komunitas Tassei (Esai, LCC, dan Debat).

Melalui seleksi ketat yang meliputi tes tulis hingga wawancara, Siti berhasil terpilih menjadi delegasi dalam Jambore Koperasi Nasional (JAMKOPNAS) 2025 yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS). Tidak tanggung-tanggung, ia bersama tim mengikuti enam cabang perlombaan sekaligus, yakni LCC, Esai, Kreasi Layar, Putra/Putri JAMKOPNAS, Debat, dan Business Plan.

“Di cabang lomba Esai, saya berhasil meraih Juara 1. Berkat akumulasi nilai dari seluruh lomba yang diikuti, tim kami juga sukses mendapatkan Juara Umum ke-4,” ungkap Siti dengan bangga.

Kesibukan kuliah tidak menyurutkan semangat Siti untuk terus berkarya. Di sela-sela jadwal akademiknya, ia kembali membawa nama harum Kopma UIN Bandung dengan menyabet Juara 1 lomba esai yang diselenggarakan oleh Kopma UIN Jakarta.

Rentetan prestasi ini mengantarkan Siti pada berbagai penghargaan bergengsi lainnya. Pada 23 Desember 2025, ia menerima penghargaan kategori Juara 2 Tingkat Nasional dalam ajang SGD Awards. Puncaknya, pada Januari 2026, ia secara resmi diakui sebagai Mahasiswa Berprestasi oleh pihak Fakultas Adab dan Humaniora.

Kisah Siti Syarifah memberikan pesan kuat bagi mahasiswa lain bahwa keberanian untuk mencoba organisasi dan mengikuti kompetisi adalah kunci pengembangan diri. Dari seorang anggota organisasi yang ingin belajar, kini Siti bertransformasi menjadi salah satu aset berharga bagi UIN Bandung di kancah nasional. (Nanang Sungkawa/ Kontributor).

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *