bagi Satuan Pendidikan Muadalah, PDF, dan PKPPS Tahun 2026
UINSGD.AC.ID (Humas) – Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2026 secara resmi menegaskan komitmen strategisnya untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa, khususnya para santri di lingkungan pesantren.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan agenda besar bertajuk Coaching Clinic Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang dilaksanakan secara daring Sabtu, (17/1/2026).
Kegiatan ini menyasar secara spesifik satuan pendidikan di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, yaitu Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) Ulya, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya, dan Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Tingkat Ulya demi menjamin validitas data siswa dalam mengikuti Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) PTKIN tahun 2026.
Langkah ini dipandang sebagai tonggak penting karena karakteristik kurikulum pesantren yang memiliki keunikan tersendiri memerlukan pendampingan teknis khusus dalam pengisian PDSS agar tidak ada hambatan administratif yang merugikan hak-hak akademis santri berprestasi.
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan seleksi sangat bergantung pada ketepatan data awal yang diinput oleh operator sekolah atau pondok pesantren.
Ia merefleksikan bahwa langkah untuk “memberikan perhatian khusus” melalui coaching clinic ini adalah bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan setiap santri memiliki hak yang sama, seraya menekankan bahwa PDSS adalah pintu pertama bagi santri untuk melangkah ke jenjang perguruan tinggi negeri.
“Melalui bimbingan teknis ini, kami berupaya meminimalisir setiap celah kesalahan input data agar tidak ada satupun santri berprestasi yang kehilangan haknya hanya karena kendala teknis. Integritas data adalah kunci utama; ketelitian dalam mengunggah nilai dan identitas siswa sangat menentukan masa depan mereka,” tuturnya dengan penuh optimisme.
Prof. Abd. Aziz menegaskan bahwa data yang akurat adalah tiket utama bagi santri untuk meraih masa depan yang cerah di lingkungan kampus hijau PTKIN.
Senada dengan visi tersebut, Direktur Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., dalam arahannya menekankan bahwa partisipasi lembaga pendidikan keagamaan dalam SPAN PTKIN adalah bukti nyata pengakuan negara terhadap kualitas pendidikan pesantren.
Dengan mendorong para pengelola PKPPS, SPM, dan PDF untuk senantiasa tertib administrasi digital karena SPAN PTKIN 2026 adalah momentum penting bagi santri untuk membuktikan kompetensi mereka di tingkat nasional.
Dr. Basnang mengingatkan para pengelola pesantren agar mengikuti agenda ini agar para santri dapat diarahkan kepada prodi keagamaan maupun prodi yang umum namun berbasis keagamaan, karena itu SDM yang seperti itu juga dibutuhkan dalam pengembangan pondok pasantren dimasa mendatang.
Melengkapi aspek teknis, Haris Setiaji, M.TI., CISDE., CISDV., CITA., MOS., MCE., CSA, selaku Koordinator Pokja SSE PMB PTKIN 2026, memaparkan secara mendalam alur dan tahapan proses seleksi, mulai dari verifikasi Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) hingga mekanisme sinkronisasi data siswa secara real-time.
Ia memahami bahwa tantangan di lapangan seringkali muncul pada teknis pengisian nilai dan dokumen pendukung, sehingga melalui forum ini panitia membedah setiap tahapan mulai dari pembuatan akun hingga finalisasi agar para operator pesantren dapat melakukan proses pengisian secara mandiri, cepat, dan tanpa galat (error).
“Tujuan akhirnya adalah efisiensi sistem yang melayani kepentingan santri secara maksimal,” jelas Haris Setiaji saat menutup sesi teknis yang diikuti oleh ratusan pengelola dan operator dari seluruh penjuru Indonesia tersebut.
Untuk mendukung kelancaran proses koordinasi dan pendampingan bagi seluruh satuan pendidikan, Panitia Nasional telah menyediakan berbagai informasi resmi yang dapat diakses secara mudah melalui website ptki.ac.id dan span.ptkin.ac.id, serta portal khusus pengisian data pada laman Website PDSS di https://pdss.ptkin.ac.id/web/site/login.
Para pengelola dan operator pesantren juga sangat dianjurkan untuk mempelajari Petunjuk Teknis pada s.id/juknispdss2026 serta mengunduh Materi Sosialisasi melalui https://s.id/sosialisasipmbptkin2026 guna meminimalisir kesalahan administratif, namun jika ditemukan kendala teknis lebih lanjut, layanan bantuan tersedia melalui Kontak Helpdesk di +62 815-7890-1030.
Terakhir, pastikan Anda tetap terhubung dengan perkembangan informasi terkini melalui media sosial resmi kami di Instagram @pmbptkin, TikTok @pmbptkin, serta bergabung dalam Saluran WhatsApp resmi PMB PTKIN untuk mendapatkan pembaruan secara instan.
Dengan sinergi antara panitia nasional, kementerian, dan pengelola pesantren, diharapkan proses penerimaan mahasiswa baru tahun ini dapat berjalan lebih inklusif, transparan, dan mencerminkan kualitas pendidikan Islam yang semakin unggul di era transformasi digital.