Rapat Kerja 2026, UIN Bandung Teguhkan Arah Kampus Rahmatan lil ‘Alamin dan Berdaya Saing Global

UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 sebagai agenda strategis untuk memperkuat arah kebijakan dan program pengembangan kampus.

Raker bertajuk “Penguatan Arah Rahmatan lil ‘Alamin untuk Mewujudkan Kampus Berdampak dan Berdaya Saing Global” ini berlangsung di Hotel Santika Premiere Linggarjati, Kabupaten Kuningan, pada 13–15 Januari 2026.

Menghadirkan Prof. Dr. H. Ali Ramdhani, S.TP., M.T., Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama RI, yang menyampaikan arah kebijakan moderasi beragama dan pengembangan sumber daya manusia dalam membangun PTKIN berdaya saing global. Dr. Asep Wahyudin, S.Kom., M.T., dosen UPI yang membahas tentang fundamental AI, responsible AI dan pemanfaatan AI di lingkungan Perguruan Tinggi.

Dalam laporannya, Wakil Rektor II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., menyampaikan bahwa Rapat Kerja Universitas Tahun 2026 bertujuan untuk mengevaluasi capaian kinerja tahun 2025, menyelaraskan program kerja universitas, fakultas, dan unit kerja tahun 2026, merumuskan kebijakan dan program prioritas tahun 2026, serta menguatkan koordinasi dan sinergi antarunit kerja.

“Raker ini menjadi forum strategis untuk memastikan seluruh kebijakan dan program universitas berjalan terarah, terukur, dan saling terintegrasi. Caranya dengan melakukan kerja sama dan sama-sama bekerja untuk meningkatkan kualitas kampus,” tegasnya.

Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kapasitas dan potensi masing-masing. “Di kota ini, 80 tahun yang lalu, telah terjadi peristiwa bersejarah yang hingga kini masih menjadi sumber energi dan inspirasi,” jelasnya.

Peristiwa Perundingan Linggarjati mengandung banyak pelajaran berharga bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam penanaman karakter kebangsaan, penguatan keterampilan, kedisiplinan dan diplomasi. “Semuanya ini dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan menjamin mutu akademik,” paparnya.

Pada sesi pembukaan, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pelaksanaan Rapat Kerja Universitas Tahun 2026.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kuningan, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Rektor dan seluruh civitas academica UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Merupakan kebahagiaan bagi kami dapat menyambut pelaksanaan Rapat Kerja ini di Kabupaten Kuningan,” tuturnya


Suasana alam Kabupaten Kuningan yang sejuk dan masyarakat yang ramah dapat memberikan kesan positif bagi seluruh peserta, serta mendorong terjalinnya hubungan yang semakin erat antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan.

Wakil Bupati menegaskan, “Rapat Kerja bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan memastikan seluruh program universitas berjalan searah dengan tantangan zaman,” jelasnya.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menegaskan Raker 2026 menjadi momentum konsolidasi pimpinan universitas dalam menjawab tantangan tata kelola, peningkatan mutu akademik, serta penguatan kontribusi UIN Bandung di tingkat nasional dan global.

Rapat Kerja bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang strategis untuk memastikan seluruh kebijakan dan program universitas memiliki arah yang jelas dan terukur.

“Rapat Kerja ini menjadi forum penting untuk menyatukan visi dan langkah seluruh pimpinan agar setiap program kerja benar-benar berdampak bagi masyarakat, memberikan kemaslahatan umat, mampu meningkatkan daya saing UIN Sunan Gunung Djati Bandung di tingkat nasional dan global,” tandasnya.

Menurutnya, nilai Rahmatan lil ‘Alamin harus terimplementasi secara konkret dalam tata kelola kelembagaan, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta penguatan kerja sama dan inovasi akademik. Nilai ini harus menjadi fondasi utama dalam membangun universitas Islam yang unggul, inklusif, dan moderat.

Raker Universitas Tahun 2026 ini menghadirkan Prof. Dr. H. Ali Ramdhani, S.TP., M.T., Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama RI, sebagai narasumber utama. Dipandu oleh Direktur Rumah Moderasi Beragama, Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., M.A.

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang unggul dan kompetitif di tingkat global harus dibangun di atas tiga pilar utama, yakni SMART, PIONEER, dan RAISE. Ketiga pilar ini dapat menjadi dasar arah kebijakan moderasi beragama dan pengembangan sumber daya manusia dalam penguatan perguruan tinggi keagamaan

Kaban Dhani, sapaan akrabnya menegaskan bahwa konsep SMART dimaknai sebagai tata kelola kampus yang Specific, Measurable, Achievable, Relevan, dan Time. Pilar ini menekankan pentingnya keberlanjutan kebijakan, kejelasan indikator kinerja, rasionalitas program, serta tumbuhnya kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.

“Kampus yang smart adalah kampus yang setiap kebijakannya dapat diukur, dipertanggungjawabkan, dan berkelanjutan, sehingga kepercayaan publik tumbuh secara alami,” tegasnya.

PIONEER dimaknai sebagai kemampuan kampus untuk menjadi pelopor perubahan. Pilar ini mencakup perencanaan yang matang (Plan), keberanian melakukan perbaikan dan inovasi (Innovative), penguatan keunikan dan orisinalitas (Originality), pencatatan serta dokumentasi yang tertib (Notif), orientasi pada efektivitas dalam pencapaian tujuan (Effective), pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang optimal (Efficiency), serta rasionalitas program yang menghubungkan antara kekuatan institusi dengan dinamika lingkungan strategis (Rational).

“Kampus tidak boleh berjalan di tempat, tapi harus berani menjadi pionir, menghadirkan terobosan, dan memastikan seluruh programnya relevan serta memberi manfaat nyata bagi lulusan dan masyarakat,” ujarnya.

RAISE merupakan akronim dari Responsibility, Accountability, Integrity, Sustainability, dan Empower. Kaban menilai RAISE mencerminkan komitmen bersama seluruh sivitas akademika agar institusi pendidikan tinggi tidak hanya tumbuh secara keilmuan, tetapi harus mampu memberdayakan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“RAISE secara terminologi adalah komitmen bersama agar institusi tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu memberdayakan, menjaga integritas, dan mempertanggungjawabkan setiap kebijakan yang dijalankan,” terangnya.

Melalui penguatan konsep SMART University, PIONEER Campus, dan RAISE Institution, UIN Sunan Gunung Djati Bandung diharapkan semakin memperkokoh posisinya sebagai kampus unggul yang adaptif terhadap perubahan, berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, serta memiliki daya saing di tingkat global.

Rangkaian kegiatan Raker diisi dengan paparan capaian kinerja tahun 2025 dan rencana program prioritas tahun 2026 yang disampaikan oleh para dekan fakultas, direktur pascasarjana, serta pimpinan unit kerja. Agenda ini menjadi sarana evaluasi dan pemetaan strategi pengembangan universitas secara komprehensif.

Kegiatan difokuskan pada sidang komisi yang terbagi ke dalam empat: Bidang Akademik, Bidang AUPK, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Kelembagaan. Hasil sidang komisi ini dipaparkan dalam sidang pleno sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program prioritas universitas.

Agenda strategis lainnya adalah penandatanganan kontrak kinerja antara pimpinan universitas dan unit kerja, serta penyampaian arahan kebijakan program prioritas tahun 2026 oleh Rektor sebagai bentuk penguatan komitmen pencapaian kinerja institusi.

Rangkaian Rapat Kerja Universitas Tahun 2026 ditutup dengan penandatanganan kontrak kinerja pimpinan, penyampaian arahan kebijakan program prioritas tahun 2026 oleh Rektor, serta perumusan rekomendasi program kerja unggulan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan diakhiri dengan apresiasi kepada pimpinan universitas, panitia, mitra pendukung, serta mahasiswa tim protokoler.

Dengan terselenggaranya Rapat Kerja Universitas Tahun 2026 ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung meneguhkan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi kampus Unggul, Kompetitif, Inovatif, dan Rahmatan lil ‘Alamin, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *