LP2M UIN Bandung Sosialisasikan Juknis Litapdimas 2026, Fokus pada Tema Strategis dan Kebermanfaatan Riset

UINSGD.AC.ID (Humas) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Litapdimas Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah awal mendorong peningkatan kualitas dan relevansi penelitian dosen. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (5/1/2025) ini menekankan arah kebijakan riset yang selaras dengan agenda nasional, Kementerian Agama, serta kebutuhan institusi.

Dalam sambutannya, Ketua LP2M UIN Bandung, Dr. Setia Gumilar, M.Si., menjelaskan bahwa Juknis Litapdimas 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan penting, terutama terkait tema prioritas penelitian. “Tahun ini, tema riset diarahkan pada isu-isu strategis yang merujuk pada Asta Cita Presiden dan Asta Prioritas Kementerian Agama RI, seperti ekoteologi, kurikulum berbasis cinta, kajian manuskrip, serta tema lain yang berdampak pada kebijakan sosial dan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Dr. Setia Gumilar menekankan perubahan dalam proses pengecekan similarity. Jika sebelumnya pengecekan dilakukan oleh LP2M, kini peneliti diwajibkan melakukan pengecekan secara mandiri dan melampirkan surat pernyataan bebas plagiarisme. “Seluruh proses pengusulan dilakukan melalui akun Litapdimas masing-masing, sehingga peneliti diminta memastikan akun telah aktif dan tersinkronisasi dengan baik,” paparnya.

LP2M akan melakukan pengecekan ulang terhadap tagihan bantuan penelitian tahun sebelumnya melalui aplikasi Simpelapdimas. Oleh karena itu, para peneliti diminta memastikan seluruh kewajiban administrasi telah diselesaikan. Ketua LP2M mengingatkan pentingnya membaca juknis secara cermat karena masih banyak kendala yang muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap ketentuan teknis. Adapun Batas akhir pengajuan proposal Litapdimas 2026 ditetapkan akhir Januari 2026.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. KH. Rosihon Anwar, M.Ag., mendorong para peneliti untuk meningkatkan capaian dan kualitas riset, khususnya dalam hal publikasi ilmiah. Rektor berharap hasil penelitian dosen UIN Bandung dapat menembus jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus.

Pentingnya riset yang berangkat dari tema-tema besar dan aktual. Dalam konteks Kementerian Agama, ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta menjadi dua isu utama yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung  menyoroti pentingnya riset terkait adaptasi perguruan tinggi terhadap perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). “Penelitian dosen diharapkan mampu mengkaji secara mendalam bagaimana model adaptasi AI yang paling tepat dalam proses pembelajaran, sehingga hasil riset tersebut dapat dirumuskan menjadi kebijakan kampus yang implementatif,” jelas Rektor.

Arahan tersebut dipertegas oleh Wakil Rektor I UIN Bandung, Prof. Dr. Dadan Rusmana, M.Ag., yang menekankan pentingnya peningkatan publikasi nasional dan internasional sebagai bagian dari strategi peningkatan peringkat universitas dunia, khususnya dalam skema QS World University Ranking. “Pengelompokan riset berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) serta penguatan branding UIN Bandung, salah satunya melalui pengembangan konsep halal sebagai kekhasan institusi,” bebernya.

Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis Juknis Litapdimas 2026 oleh Kepala Pusat Penelitian dan Publikasi LP2M UIN Bandung, Prof. Dr. H. Deni Miharja, M.Ag. Pemaparan ini mencakup mekanisme pengusulan, klaster penelitian, hingga penekanan pada kewajiban luaran dan kebermanfaatan hasil riset bagi masyarakat.

Melalui sosialisasi ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap penelitian dosen tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi kebijakan dan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi serta masyarakat luas. (Nurlina/Kontributor)

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *