22 Finalis Ikuti Grand Final Duta Keterbukaan Informasi Publik 2025 UIN Bandung

Kukuhkan M. Farhan Irsyadillah dan Cantika Sari

UINSGD.AC.ID (Humas) — Sebanyak 22 finalis mengikuti Grand Final dan Penganugerahan Duta Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025 UIN Sunan Gunung Djati Bandung serta mengukuhkan M. Farhan Irsyadillah, Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin (Juara 1 Putra); Cantika Sari, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Juara 1 Putri)  yang berlangsung di Gedung Anwar Musaddad, Rabu (13/11/2025).

Acara tahunan ini digelar oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UIN Bandung sebagai bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat budaya transparansi dan akuntabilitas publik.

Dengan menghadirkan tiga dewan juri, yakni Novia Deviyanti, M.Pd., C.Me. (Komisi Informasi Jawa Barat), Fajar Yudianmar (Pinilih Jajaka Budaya Jawa Barat), dan Eryanti Nurmala Dewi, S.Sos., CPSP., CETP., CLMA., CPHRM. (PPID UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus Founder dan Trainer SPEAKin).

Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarok, S.H., M.Si., tampil sebagai narasumber dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag.

Jalan ke kampus naik sepeda,
Ketemu Raffi Ahmad senyum menggoda.
Duta KIP datang penuh semangat jiwa,
Walau bukan artis, pesonanya luar biasa.

Pantun ini disampaikan oleh Prof. Tedi sebagai pembuka sambutannya, menciptakan suasana hangat dan penuh semangat di hadapan para finalis dan tamu undangan.

Ketua PPID Utama menyampaikan bahwa pemilihan Duta Keterbukaan Informasi Publik ini merupakan bagian dari ikhtiar kampus untuk mengimplementasikan prinsip transparansi dan akuntabilitas. “Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pimpinan UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus memperkuat keterbukaan informasi publik. Kami berharap dapat meraih predikat sebagai badan publik informatif,” tegasnya.

Menurutnya keterbukaan informasi harus menjadi budaya akademik yang tumbuh di seluruh lini kampus, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Duta KIP 2025 memiliki sejumlah makna strategis; Pertama, Sebagai bentuk komitmen UIN Bandung dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kedua, Mendorong penguatan sistem informasi publik berbasis digitalisasi, partisipasi, dan kolaborasi lintas unit kerja. Ketiga, Menjadi sarana edukasi publik untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola perguruan tinggi. Keempat, Menanamkan budaya informasi yang terbuka, bertanggung jawab, dan beretika sesuai nilai-nilai keislaman.

Menurutnya mahasiswa bukan sekadar penerima informasi, tetapi sebagai agen perubahan. “Duta KIP diharapkan menjadi wajah UIN Bandung yang komunikatif, inspiratif, dan solutif dalam menyampaikan informasi publik. Mereka juga mencerminkan nilai dasar kampus sebagai kampus rahmatan lil alamin,” jelasnya.

Prof. Tedi berpesan agar seluruh peserta menjadikan ajang ini sebagai wadah pembelajaran untuk membentuk karakter komunikasi publik yang santun, faktual, dan inspiratif. “Siapapun yang terpilih nantinya, tetaplah menjadi duta keterbukaan di lingkungan masing-masing, baik di fakultas, organisasi, maupun masyarakat,” pesannya.

Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan Duta KIP 2025 ini. “Semoga kegiatan ini melahirkan generasi muda kampus yang cerdas, beretika, dan berjiwa melayani publik,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Ketua Komisi Informasi Jawa Barat Husni Farhani Mubarok memberikan motivasi dan refleksi tentang pentingnya peran mahasiswa dalam mewujudkan keterbukaan informasi. “Saya sangat mengapresiasi 22 finalis yang telah menunjukkan semangat luar biasa. Bagi saya, semuanya adalah juara,” ungkapnya.

Keterbukaan informasi publik bukan hanya hak, tetapi menjadi bagian dari penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang diimbangi dengan Kewajiban Asasi Manusia (KAM), yakni menghargai dan mematuhi prinsip transparansi.

Husni mengajak para finalis untuk belajar lebih dalam tentang praktik keterbukaan informasi publik. “Mahasiswa UIN Bandung bisa berkunjung ke Komisi Informasi, menyaksikan langsung proses persidangan sengketa informasi, bahkan bisa ikut magang. Kami membuka ruang kolaborasi dan berharap ada komisioner masa depan yang lahir dari kampus ini,” tuturnya.

Saat menutup arahan, Husni memberikan pesan inspiratif, “Setelah menjadi duta, jadikan keterbukaan sebagai budaya pribadi dan budaya kampus. UIN Bandung harus menjadi universitas yang jujur, transparan, dan akuntabel. Sungguh nilai ini yang tak bisa ditawar,” paparnya.

Koordinator PPID Pelaksana Universitas, Dian Nuraiman, M.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan pelaksanaan Duta Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025 UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat (PLJ) lembaga yang mengelola layanan juru bahasa isyarat di Indonesia dan dikelola oleh komunitas tuli pengguna bahasa isyarat.

Menurutnya, keterlibatan PLJ ini menunjukkan bahwa UIN Bandung berkomitmen menjadikan keterbukaan informasi publik tidak hanya bermakna transparansi, tetapi aksesibilitas. “Salah satu peserta Duta KIP tahun ini adalah teman tuli. Sejak tahap awal seleksi, PPID telah menyediakan juru bahasa isyarat untuk mendampingi proses kegiatan. Ini wujud komitmen kami bahwa semua berhak tahu tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Aksesibilitas merupakan prinsip penting dalam keterbukaan informasi publik. Semua individu, apapun kondisinya, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi. “Mudah-mudahan dengan adanya Duta KIP ini, mahasiswa semakin terdorong menjadi agen perubahan yang berintegritas, kreatif, dan berjiwa pelayanan publik,” pungkasnya.

Hadir dalam Grand Final dan Penganugerahan Duta Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025 para Dekan, Wakil Dekan, Kepala Bagian, Ketua Tim Kerja di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Berikut 22 finalis yang lolos ke tahap Grand Final Duta KIP 2025:
1. Aghnia Balqis, Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
2. Aif Suwanda, Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi
3. Arginato, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora
4. Aulia Putri Juhara, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora
5. Cantika Sari, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
6. Fereel Muhamad Irsyad A, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi

7. Ilham Ramadhan, Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi
8. Iqbal Bahaudin, Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
9. M. Farhan Irsyadillah, Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin10. Muhammad Atoillah, Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin
11. Muhammad Hafizh Rahadian A, Jurusan Ilmu Komunikasi Humas Fakultas Dakwah dan Komunikasi
12. Muhammad Sheva Aidan Irawan, Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
13. Muhammad Zaki Fadillah, Jurusan Ilmu Komunikasi Humas Fakultas Dakwah dan Komunikasi
14. Nadzar Nur Hikmah, Jurusan Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

15. Nazwa Afifia Hafitri, Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi
16. Raisya Rabiah Adawiyah Mutiara Putri, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora
17. Sevia Eka Juwita, Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum
18. Shafira Apriliesya Azzahra, Jurusan Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
19. Sifa Nurfalah, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwan dan Komunikasi
20. Siti Aisya Rambe, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora
21. Siti Sopiah, Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora
22. Tessa Rahayu, Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi

Selain penobatan Duta KIP 2025, panitia menyiapkan enam kategori penghargaan, baik untuk putra maupun putri:

JUARA I

M. Farhan Irsyadillah, Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin

Cantika Sari, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi

JUARA II

Aif Suwanda, Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi

Nazwa Afifia Hafitri, Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi

JUARA III

Muhammad Atoillah, Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin

Sevia Eka Juwita, Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum

 

DUTA BERBAKAT

Argianto, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora

Tessa Rahayu, Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi

DUTA FAVORIT

Nadzar Nur Hikmah, Jurusan Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Raisya Rabiah Adawiyah Mutiara Putri, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora

DUTA INOVATIF

Muhammad Sheva Aidan Irawan, Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Shafira Apriliesya Azzahra, Jurusan Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

 

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *