Ajang Pembinaan, UIN Taekwondo Championship 7 Siap Digelar 21-23 November 2025

UINSGD.AC.ID (Humas) — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung siap menggelar kejuaraan nasional bergengsi bertajuk “UIN Taekwondo Championship 7/2025”, yang akan berlangsung pada 21–23 November 2025 di Kampus UIN SGD Bandung, Jalan A.H. Nasution, Kota Bandung.

Ketua Pelaksana, Aufa Hikam Ghifari, didampingi Master Agus Saptono, pelatih utama UIN SGD sekaligus penyandang Dan 7 Kukkiwon dan penanggung jawab kejuaraan, menjelaskan bahwa ajang ini akan diikuti oleh lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Banten.

“Kami menargetkan partisipasi hingga 2.000 atlet. Pendaftaran dibuka mulai 13 Oktober hingga 9 November 2025 untuk dua nomor pertandingan, yaitu Poomsae dan Kyorugi,” ujar Aufa, Senin (3/11/2025).

Kejuaraan ini akan mempertandingkan berbagai kategori dan kelompok usia, dengan sistem dan aturan resmi dari World Taekwondo (WT).

Untuk Poomsae, dibagi menjadi dua kategori utama, yakni Poomsae Pemula dan Poomsae Prestasi:

Poomsae Pemula meliputi kelas Super Cadet A hingga Senior, hanya untuk individu putra dan putri.

Poomsae Prestasi mencakup Super Cadet A hingga Senior dengan nomor individu, pair (pasangan), dan beregu.

Sedangkan untuk Kyorugi, juga dibagi menjadi dua kategori, yaitu Kyorugi Pemula dan Kyorugi Prestasi:

Kyorugi Pemula mencakup kelas Super Kids hingga Senior, baik putra maupun putri.

Kyorugi Prestasi meliputi kelas A, B, C, Cadet, Junior, dan Senior putra-putri.

Pertandingan kategori ini akan menggunakan sistem “Best of Three”, sesuai peraturan resmi World Taekwondo tahun 2022.

“Kami mengikuti sistem terbaru agar para atlet terbiasa dengan standar internasional. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka yang ingin melangkah ke level kompetisi lebih tinggi,” jelasnya.

Master Agus Saptono menegaskan bahwa kejuaraan ini hanya terbuka bagi klub dan atlet yang berada di bawah naungan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

“Peserta wajib berasal dari taekwondo yang terdaftar di bawah PBTI. Semua aturan pertandingan yang belum tercantum dalam proposal akan dijelaskan pada technical meeting,” katanya.

Master Agus juga menambahkan, panitia akan menerapkan mekanisme keberatan atau protes pertandingan dengan biaya administrasi sebesar Rp3.000.000, sesuai standar kejuaraan nasional.

“Uang protes tidak akan dikembalikan, baik diterima maupun ditolak, sesuai dengan aturan umum kompetisi resmi,” tegasnya.

Dengan skala peserta yang luas dan dukungan penuh dari berbagai perguruan tinggi serta pengurus daerah, UIN Taekwondo Championship 7/2025 diharapkan menjadi ajang pembinaan sekaligus pembuktian prestasi bagi para taekwondoin muda Indonesia menuju level nasional dan internasional.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *