UINSGD.AC.ID (Humas) — Dalam upaya memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UIN Mataram melakukan benchmarking ke PPID UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Biro Gedung O. Djauharuddin AR, Senin (3/11/2025).
PPID Pelaksana UIN Mataram, H. Sapardi, SE., MM., menjelaskan benchmarking ini bertujuan untuk memperdalam praktik terbaik dalam pelayanan informasi publik, pengelolaan data, strategi digitalisasi layanan yang telah diterapkan oleh PPID UIN Bandung.
Kunjungan disambut hangat yang diterima langsung oleh PPID Utama Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., didampingi oleh Koordinator PPID Pelaksana Universitas Dian Nuraiman, M.Si., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Tedi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UIN Mataram menjadikan PPID UIN Bandung sebagai mitra berbagi pengalaman.
Menurutnya semangat berbagi dan belajar bersama sangat penting dalam memperkuat budaya keterbukaan informasi di lingkungan perguruan tinggi.
“Selamat datang di UIN Bandung. Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk sinergi antar-UIN dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik. Pertama, kita sama-sama belajar. Meskipun UIN Bandung telah menjadi badan publik informatif dalam tiga tahun terakhir, kami tetap berupaya meningkatkan kualitas layanan informasi publik dengan berbagai inovasi setiap tahun,” ungkapnya.
Prof. Tedi menekankan bahwa komitmen pimpinan menjadi faktor kunci dalam mengarusutamakan keterbukaan informasi publik. “Kami tidak menjadikan predikat atau peringkat Monev KIP sebagai tujuan utama. Yang utama bagi kami adalah memaksimalkan proses, karena kami yakin bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Saya yakin setiap kampus memiliki kelebihan masing-masing dan mari kita sama-sama belajar, bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Harapannya, praktik yang kami kembangkan dapat memberi inspirasi bagi PPID lain di lingkungan PTKIN,” tegasnya.
Dian Nuraiman, Ph.D. menyampaikan bahwa benchmarking seperti ini menjadi wadah strategis untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik antar-PTKN. “Kami terbuka untuk berkolaborasi, baik dalam penguatan kapasitas PPID maupun dalam inovasi layanan publik berbasis digital,” jelasnya.
H. Sapardi, menuturkan benchmarking ini menjadi bagian dari komitmen UIN Mataram untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik, sesuai dengan amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. “PPID UIN Mataram baru terbentuk pada Juli 2025 dan tahun ini kami langsung mengikuti Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik. Karena itu, kami ingin belajar dari pengalaman UIN Bandung yang telah konsisten meraih predikat informatif,” ujarnya.
“Kita ketahuan bersama UIN Bandung telah memiliki berbagai inovasi dan pengakuan di bidang layanan informasi publik. Ini langkah penting untuk memperkuat tata kelola informasi yang lebih efektif dan transparan di lingkungan UIN Mataram,” tuturnya.
Studi tiru diakhiri dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan penyerahan cendera mata sebagai simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam membangun sistem informasi publik yang unggul, profesional, dan berintegritas.