UINSGD.AC.ID (Humas) — Sebagai aksi nyata dalam mewujudkan penggerak literasi dan pelopor ekoteologi, 7.310 mahasiswa baru UIN Bandung melakukan “Deklarasi Aksara Lestari Gunung Djati Muda”
Kami Gunung Djati Muda Menyatakan Tekad:
1. Menguatkan literasi sebagai pondasi peradaban melalui budaya membaca menulis dan berpikir kritis serta pemanfaatan teknologi digital sejalan dengan gerakan literasi nasional.
2. Mengembangkan ekoteologi berbasis rahmatan lil ‘alamin dengan menghayati ajaran agama sebagai pijakan dan mendukung program pemerintah dalam transisi energi hijau dan ekonomi berkelanjutan.
3. Mendorong toleransi dan kerukunan umat bergama menjadikan keberagaman sebagai rahmat serta menolak segala bentuk perpecahan yang mengancam persatuan bangsa.
4. Membangun gerakan sosial berbasis kolaborasi bergandeng tangan dalam mewujudkan masyarakat literat berkeadilan dan ramah lingkungan.
Kami Gunung Djati Muda siap menjadi penggerak literasi dan pelopor ekoteologi berbasis rahmatan lil ‘alamin,

Deklarasi Aksara Lestari Gunung Djati Muda merupakan rangkaian dari Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2025 dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 26 s.d 28 Agustus 2025 mulai pukul 07.00 WIB s/d 16.00 WIB di Gedung Anwar Musaddad, Tugu Kujang, Abdjan Soelaiman, Aula Utama eks Fakultas Bisnis dan Ekonomi Islam (FEBI).
Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2025 bertajuk “Gunung Djati Muda Penggerak Literasi, Pelopor Ekoteologi Berbasis Rahmatan Lil Alamin” ini dibuka oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si.
Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung merupakan bagian tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas, yang berorientasi pada kecerdasan intelektual, kedewasaan dalam berpikir dan bertindak, serta mengedepankan jiwa nasionalisme.
Para mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PBAK pada hari ini semua menerima tumbler. Tumbler ini pengganti botol plastik sekali pakai yang lalu dibuang begitu saja. Perilaku kecil ini sejatinya adalah wujud nyata tindakan ekoteologi berbasis rahmatan lil alamīn karena menjalani kehidupan yang ramah dan sayang lingkungan, sederhana namun penuh makna.