UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-104 bertajuk Melangkah Pasti menuju Indonesia Emas: Cerdas Spiritual, Tangguh Digital yang berlangsung di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (23/8/2025). Sebanyak 1.700 lulusan dari berbagai program studi resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat.
Hadir memberikan orasi ilmiah, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag, menyampaikan pesan penting bagi para wisudawan. Menurutnya, perguruan tinggi bukan hanya ruang pencapaian akademik, tetapi juga tempat menempa keterampilan hidup.

“Apa yang anda dapatkan di kampus bukan sekadar ilmu akademik, tetapi juga pembelajaran hidup. Belajar itu tidak pernah ada ujungnya. Never ending,” tegasnya
Mengingat tantangan dunia kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lulusan perguruan tinggi yang terus bertambah setiap tahun. Karena itu, mendorong para wisudawan untuk membekali diri dengan berbagai keterampilan tambahan agar mampu bersaing.
Selain kompetisi kerja, Prof Suyitno menegaskan bahwa lulusan juga akan menghadapi isu global seperti perubahan iklim dan dinamika demografi. Dua faktor besar ini, katanya, menuntut setiap alumni untuk bertransformasi dan menjadi pribadi multitalenta.
“Alumni PTKI harus membawa nilai taabbudiyah, menjadikan profesi apa pun sebagai bagian dari ibadah. Jangan puas dengan satu bidang saja, kuasai berbagai keterampilan, dan jadilah multitalenta,” pesannya.

Prof Suyitno mengingatkan bahwa wisuda hanyalah awal perjalanan panjang. “Wisuda adalah pintu awal, bukan garis akhir. Hidup akan selalu menantang, maka teruslah belajar, belajar, dan belajar. Dengan multitalenta, anda akan mampu menghadapi setiap perubahan zaman,” bebernya.
Dunia kerja kini menghadapi anomali, jumlah lulusan perguruan tinggi terus meningkat, sedangkan ketersediaan lapangan kerja formal sangat terbatas. Tantangan lain yang dihadapi adalah perubahan iklim dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan yang bahkan sudah mulai menggantikan peran manusia di sejumlah profesi.

“Kalau kerja hanya dimaknai sebagai ASN, pasti akan mengecewakan. Tetapi jika kerja dipahami sebagai aktivitas berbasis keterampilan dan kreativitas, maka peluangnya sangat luas dan menantang,” ujarnya.
Tiga Modal Utama Lulusan PTKI
Untuk itu, Prof Suyitno menekankan tiga modal utama yang harus dimiliki lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI):

Pertama, Good Character (Akhlakul Karimah). Karakter dan integritas merupakan modal sosial yang tak tergantikan. Kedua, Knowledge and Skills. Ilmu dan kepandaian tetap penting sebagai bekal kompetensi. Ketiga, Entrepreneurship. Jiwa kemandirian, kreativitas, dan keberanian menciptakan peluang.
“Kalau tiga hal ini dimiliki, karakter yang baik, ilmu pengetahuan, dan jiwa entrepreneur, insyaallah lulusan PTKI akan selalu dibutuhkan di manapun berada,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Prof. Suyitno menyampaikan apresiasi kepada para dosen serta orang tua wisudawan yang telah mendukung proses akademik dan menutup dengan pantun yang mengundang senyum para peserta wisuda.
