ASN Kemenag Harus Jadi Teladan Moral Bangsa

UINSGD.AC.ID (Humas) — Sebanyak 135 peserta (CPNS 129 orang dan PPPK 6 orang) di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti Pembukaan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Agama Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Abdjan Soelaeman, Senin (14/7/2025).

Dalam sambutannya, Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Nasaruddin Umar, mengingatkan bahwa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Agama bukanlah pekerjaan biasa, melainkan amanah mulia yang membawa tanggung jawab spiritual dan sosial yang besar.

“ASN Kemenag bukan sekadar pelayan administrasi, tapi juga pelayan umat dan penjaga moral bangsa. Tugas ini sangat mulia, karena kita membawa misi besar, bukan hanya aturan negara, tapi juga nilai-nilai agama dan kemanusiaan,” kata Menag saat membuka Pelatihan Dasar CPNS dan Orientasi PPPK Kementerian Agama Tahun 2025, di Jakarta yang disiarkan secara live melalui YouTube.

Menag menyampaikan bahwa ASN Kemenag menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan lembaga lain. Citra kementerian ini, menurutnya, ibarat kain putih yang bila ternoda sedikit saja, akan tampak jelas dan diperbincangkan publik luas.

“Masyarakat menaruh harapan tinggi kepada ASN Kemenag, seolah kita adalah malaikat yang tak boleh berbuat salah. Padahal kita juga manusia biasa. Tapi inilah tantangan moral yang harus kita jawab dengan integritas,” jelasnya.

Perlunya memperluas nilai-nilai ASN yang selama ini dikenal dalam semboyan “BerAKHLAK”. Iman Besar Masjid Istiqlal menawarkan satu nilai tambahan khas Kemenag: “ISTIQAMAH”. “BerAKHLAK saja tidak cukup. ASN Kemenag harus berpegang pada nilai ‘ISTIQAMAH’: Ikhlas, Sabar, Tawadhu, Istiqomah, Qanaah, Amanah, Mutawasit, Adab, dan Al-Hilm,” terang Menag.

Al-Hilm, yakni sifat Tuhan yang sabar dan sejuk dalam menghadapi persoalan, harus menjadi spirit ASN dalam melayani umat.

Jam kerja ASN Kemenag yang, menurutnya, tidak terbatas pada jam kantor. “ASN Kemenag bekerja 24 jam. Di luar kantor, masyarakat tetap melihat dan menilai. ASN kita harus menjadi teladan, bukan hanya di dalam sistem, tapi juga di tengah masyarakat. Kita tidak dituntut menjadi malaikat, tapi jangan pula jadi lawannya,” ujarnya.

Menutup arahannya, Menag menegaskan bahwa kekuatan Kemenag tidak terletak pada individu luar biasa, tetapi pada tim yang solid dan kolaboratif. “Yang kita butuhkan bukan Superman, tapi Super Team. Sinergi adalah sumber energi. Mari kita buktikan bahwa ASN baru mampu membawa Kemenag ke arah yang lebih maju dan bermartabat,” pungkasnya penuh semangat.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *