Pesan Dibalik Keindahan Jabal Khandamah

Jabal Khandamah: Hidden Gem Mekah yang Menyimpan Jejak Sejarah Islam/ Foto Khalifah Tour

UINSGD.AC.ID (Humas) — Di tengah kecemasan umat manusia menghadapi ancaman Perang Dunia ke-3 akibat konflik Israel dan Iran, jemaah haji dan umrah masih dapat terhibur dengan satu bukit yang sedang menjadi primadona di kota Mekkah yaitu bukit atau Jabal Khandamah. Jarak Khandamah dari komplek masjidil haram hanya sekitar 2,5 km.

Sebagaimana dirilis oleh khalifah tour.com,   Khandamah mencakup area seluas 90,95 hektar dengan medan yang menantang, berkisar antara 370 hingga 610 meter. Situs ini menghadap ke kota Makkah di sebelah barat, memberikan peluang besar untuk menciptakan koridor visual menuju Masjidil Haram dan Ka’bah, tempat paling suci dalam Islam.

Pemandangan alam yang bersenyawa dengan suasana kebatinan dapat dinikmati oleh jemaah pada sore hari saat matahari tenggelam (sunset) sore hari menjelang maghrib. Jemaah Indonesia termasuk dominan menikmati pemandangan ini dengan berswafoto. Tidak sedikit jemaah yang menunaikan shalat maghrib di bukit ini dengan menggelar karpet dan menghadap view masjidil haram dan abraj al-bait (zam-zam tower) sehingga mendapat vibes yang syahdu kental dengan suasana spiritual. KH. Faris Khairul Anam menyebut Jabal Khandamah sebagai salah satu Hidden Gem, yaitu tempat yang jauh dan sulit atau tidak untuk dijangkau.

Namun dibalik keindahan Jabal Khandamah tersimpan jejak sejarah yang mengandung pesan hikmah bagi umat Islam. Pertama, gunung atau bukit Khandamah merupakan bukit atau gunung yang besar bagi bangsa Arab Mekkah, namun oleh Sayyidina Abbas paman Rasulullah Saw digambarkan bahwa keagungan Rasulullah Saw melampaui Jabal Khandamah. Hal ini menunjukkan bahwa pesona alam tidak seberapa jika dibanding dengan pesona jiwa yang ditunjukkan dalam akhlak Rasulullah Saw. Ungkapan Sayyidina Abbas hakikatnya menyampaikan pesan bahwa pesona wajah manusia yang dipadukan dengan pemandangan alam dan dibalut pesona religi kemudian divisualisasi selfie hanyalah pemandangan semu, tak seberapa dibanding dengan keagungan dan kemuliaan akhlak.

Kedua, Khandamah menjadi saksi pelarian Ikrimah bin Abu Jahal sebelum masuk Islam. Peristiwa itu terjadi saat Fathu Makkah atau penaklukan Kota Mekah, beberapa kaum Quraisy berlari ke Khandamah. Seperti halnya kondisi perang saat ini ada seruan agar warga mengungsi ke pegunungan. Dahulu pun demikian, gunung termasuk Khandamah menjadi tempat menyelamatkan diri dari kejaran musuh.

Ketiga, puncak Khandamah merupakan saksi bisu dari tragedi boikot yang dilakukan oleh kafir Quraisy terhadap Rasulullah selama tiga tahun. Di puncak Khandamah umat Islam dipaksa bertahan hidup seadanya dengan berbagai keterbatasan. Sementara dokumen boikot buatan kafir Quraisy digantung didinding ka’bah hingga dimakan rayap dan tersisa tulisan asma Allah.

Pesan besar dari tragedi ini, Jabal Khandamah merupakan simbol perjuangan sebagaimana nama-nama gunung lain yang yang terukir dalam sejarah seperti Jabal Rahmah, Jabal Tsur, Jabal, Rahmah di Mekkah dan Jabal Uhud di Madinah.

Jabal Khandamah memberi pesan perdamaian agar ancaman Perang Dunia ke-3 dapat dicegah. Huru-hara saat ini yang dimulai dari penguasaan bukit Zion di Yerusalem oleh Yahudi Israel merupakan tempat dimana makam Nabi Daud as berada. Sementara Iran yang terpantik membalas kesombongan rezim Yahudi Israel merupakan negara strategis pemilik selat Hormuz dikelilingi benteng kokoh berupa gunung-gunung. Semoga dunia kembali damai sedamai Khandamah!

Rohmanur Aziz, Pembimbing Tahliyah Tours & Travel, dan Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (Islamic Community Development) FDK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Sumber, Pikiran Rakyat 24 Juni 2025.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *