UINSGD.AC.ID (Humas) — Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan sebagai bagian dari proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) selama tiga hari dari tanggal 13-15 Juni 2025.
Asesmen ini menjadi momen penting dalam menilai mutu program studi secara menyeluruh, dari aspek akademik, kelembagaan, hingga penguatan daya saing lulusan. Kegiatan asesmen ini dihadiri oleh dua asesor BAN-PT, yaitu Prof. Dr. Ir. Tamad, M.Si. dari Universitas Jenderal Soedirman dan Prof. Dr. Ir. Siti Herlinda, M.Si. dari Universitas Sriwijaya.
Acara dimulai dengan sesi pembukaan sebelum kegiatan inti asesmen berlangsung. Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar turut hadir dan memberikan sambutan resmi.
Dalam pidatonya, Prof Rosihon menyampaikan arah kebijakan strategis universitas yang terbagi ke dalam lima isu utama, yakni: internasionalisasi kelembagaan, transformasi digital menuju kampus cerdas (Smart Campus), penguatan moderasi beragama dan gender, peningkatan mutu SDM dan lulusan, serta tata kelola universitas yang baik (Good University Governance). “Kelima strategi ini diyakini sebagai langkah penting dalam mengembangkan UIN Bandung sebagai kampus Islam unggul yang bertaraf internasional,” tegasnya, Sabtu (14/6/2025)
Prodi Agroteknologi menunjukkan kontribusi nyata dalam mewujudkan internasionalisasi kampus. Dari 72 mahasiswa asing di UIN Bandung, enam di antaranya berada di FST, dan dua orang adalah mahasiswa Prodi Agroteknologi. Prodi ini aktif dalam delapan kerja sama internasional dari total 36 milik fakultas. “Di bidang publikasi, Prodi Agroteknologi menyumbang 37 publikasi internasional dari total 110 di FST dan 200 di tingkat universitas,” jelasnya.
Selain itu, dua dosennya telah mengantongi sertifikat keahlian internasional sebagai bagian dari 95 dosen bersertifikasi global di lingkungan UIN Bandung.
Fakultas Sains dan Teknologi memainkan peran signifikan. Dari tujuh program studi di FST, lima telah meraih akreditasi Unggul. Fakultas ini menyumbang 17 dari 21 paten UIN Bandung, menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di seluruh prodi, serta menjadi pilot project Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK) sejak tahun 2021.
“FST memiliki satu jurnal terindeks Scopus dan lima jurnal Sinta, serta telah menerbitkan 80 buku Wawasan Moderasi Islam yang diakui hingga tingkat Asia Tenggara,” paparnya.
Prodi Agroteknologi semakin mengukuhkan jati dirinya sebagai program studi unggul dan adaptif terhadap tantangan zaman. Jurnal ilmiahnya, Jurnal Agro, telah terakreditasi nasional SINTA 2. Para dosen dan mahasiswa aktif berinovasi, tercermin dari 22 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dosen dan delapan HKI mahasiswa yang
dikembangkan bersama. Tidak hanya itu, prodi ini telah menghasilkan lima teknologi tepat guna untuk bidang pertanian.
Dari sisi prestasi, mahasiswa Agroteknologi telah mengharumkan nama universitas dengan 43 raihan di tingkat internasional dan 18 di tingkat nasional. Lulusan prodi ini memiliki daya saing tinggi, dengan waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama rata-rata hanya 2,8 bulan dan 94,1% bekerja sesuai bidang keilmuannya.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Prof. Dr. Hasniah Aliah, M.Si., hadir secara langsung dan memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan asesmen ini.
Prof Hasniah menekankan pentingnya kolaborasi dan kekompakan seluruh elemen fakultas untuk menyukseskan proses akreditasi ini.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Jurusan Agroteknologi, Dr. Liberty Chaidir, M.Si., yang menyampaikan harapan besar terhadap asesmen “ini sebagai momentum untuk membawa Prodi Agroteknologi menuju akreditasi unggul sekaligus membuka jalan untuk terlibat lebih luas dalam kerja sama akademik global,” tuturnya, Minggu (15/6/2025).
Melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan ini, Prodi Agroteknologi bukan hanya mempresentasikan data dan capaian administratif, tetapi memperlihatkan komitmen, integritas, dan semangat kolaboratif seluruh civitas akademika. “Setiap prestasi yang ditampilkan merupakan cerminan dari kerja keras kolektif yang telah dijalani dengan penuh dedikasi,” ujarnya.
Dengan dukungan penuh dari universitas, fakultas, hingga pimpinan program studi, Prodi Agroteknologi siap melangkah lebih jauh, menjawab tantangan global, memperluas jejaring internasional, dan terus berinovasi demi menghasilkan lulusan unggul yang berdaya saing tinggi. “Asesmen ini bukanlah titik akhir, melainkan batu loncatan menuju kemajuan yang lebih besar dan masa depan yang lebih gemilang,” pungkasnya.