5 Pilar Penguatan Partisipasi Semesta demi Pendidikan Bermutu

Ilustrasi guru dan murid asyik belajar/Foto: iStock

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

UINSGD.AC.ID — Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah swt dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Seiring dengan, setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai momentum refleksi pembangunan pendidikan tahun 2025. untuk itu, izinkan Khatib, kali ini akan menyampaikan, tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”, tema ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Secara teori, pendidikan adalah alat transformasi sosial (Paulo Freire) dan investasi manusia (UNESCO) yang krusial untuk membangun bangsa yang unggul dan berdaya saing. Ilmu pengetahuan menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan global, revolusi industri, dan perubahan zaman.

Namun, realitas menunjukkan adanya GAP: masih banyak anak bangsa yang belum mendapat akses pendidikan bermutu, kesenjangan kualitas antar daerah, dan minimnya keterlibatan masyarakat luas dalam mendukung pendidikan. Oleh sebab itu, khutbah ini mengajak kita semua untuk memahami pentingnya partisipasi semesta dalam membangun pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berdaya saing, sekaligus berakhlak mulia.

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Untuk menguatkan partisipasi semesta untuk pendidikan bermutu, berikut ini 5 pilar pembelajaran dalam membangun bangsa unggul dengan ilmu pengetahuan:

Pertama, Ilmu sebagai Cahaya dan Jalan Keselamatan. Bangsa yang besar lahir dari manusia yang terdidik. Pendidikan adalah fondasi mencetak SDM unggul, siap menghadapi globalisasi dan kompetisi internasional. SDM unggul bukan hanya cerdas akademik, tapi juga kreatif, inovatif, problem-solver. Kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan akses dan kualitas pendidikan yang merata. Allah Swt berfirman dalam Al-Mujadalah ayat 11, .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mujadalah [58]:11).

Ayat ini menegaskan bahwa Allah meninggikan derajat orang beriman dan berilmu. Ilmu menjadi cahaya yang menerangi langkah, membimbing manusia membedakan kebenaran dari kebatilan. Pendidikan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi membentuk kepribadian berakhlak mulia. Partisipasi keluarga, guru, dan masyarakat harus memastikan setiap anak bangsa memperoleh ilmu sebagai kompas hidup.

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kedua, Pendidikan sebagai Fondasi SDM Unggul dan Berdaya Saing. Bangsa yang besar lahir dari manusia yang terdidik. Pendidikan adalah fondasi mencetak SDM unggul, siap menghadapi globalisasi dan kompetisi internasional. SDM unggul bukan hanya cerdas akademik, tapi juga kreatif, inovatif, problem-solver. Kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan akses dan kualitas pendidikan yang merata. QS. Al-Mujadalah (11);

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“……Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…….”​ (QS. Al-Mujadalah [58]:11).

Ayat ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan menjadi faktor penting dalam meningkatkan derajat manusia. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan SDM unggul yang mampu bersaing di kancah global.​

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ketiga, Ilmu Pengetahuan untuk Kemandirian Ekonomi; Pendidikan membuka peluang kemandirian ekonomi. SDM terdidik mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan inovasi teknologi, dan meningkatkan produktivitas. Pendidikan vokasi, kewirausahaan, dan teknologi perlu didorong melalui partisipasi lintas sektor: dunia usaha, dunia industri, sekolah, dan masyarakat agar melahirkan wirausaha-wirausaha baru. Firman Allah SWT, dalam QS. Al-Jumu’ah (10):

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Apabila salat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”​ (QS. Al-Jumu’ah [62]: 10).

Ayat ini mendorong umat Islam untuk aktif mencari rezeki setelah menunaikan ibadah. Pendidikan yang baik akan membekali individu dengan keterampilan dan pengetahuan untuk menciptakan peluang ekonomi, seperti berwirausaha dan berinovasi dalam teknologi.​

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Keempat, Ilmu sebagai Amal Jariyah yang Tak Pernah Putus; Nabi Muhammad saw bersabda, “Jika manusia wafat, terputus amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.” (HR. Muslim). Mengajarkan ilmu, mendukung akses pendidikan, dan membantu orang lain belajar adalah sedekah abadi. Maka, setiap elemen masyarakat hendaknya terlibat: menjadi guru, relawan, penyedia fasilitas, atau donatur pendidikan. Fiiman Allah SWT, dalam QS. Al-Baqarah 261​;

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”​ (QS. Al-Baqarah [2]: 261).

Meskipun ayat ini berbicara tentang infak, para ulama menafsirkan bahwa amal jariyah termasuk ilmu yang bermanfaat. Mengajarkan ilmu dan mendukung pendidikan adalah investasi abadi yang pahalanya terus mengalir.​

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kelima, Partisipasi Semesta. Pendidikan Milik Bersama, Tanggung Jawab Bersama: Tema Hardiknas menekankan “Partisipasi Semesta”: pendidikan bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Orang tua, tokoh agama, dunia usaha, organisasi sosial, semua memiliki peran. Dengan keterlibatan bersama, lahirlah ekosistem pendidikan inklusif yang menjangkau semua, termasuk mereka yang terpinggirkan atau berkebutuhan khusus. Firman Allah SWT, dalam QS. Al-Hujurat, 13:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”​ (QS. Al-Hujurat [49]: 13​).

Ayat ini menekankan pentingnya kerjasama dan saling mengenal antar kelompok masyarakat. Dalam konteks pendidikan, ini berarti bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.​

Dengan merujuk pada ayat-ayat tersebut, khutbah Anda akan memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an, memperkuat pesan tentang pentingnya pendidikan dan kolaborasi dalam membangun bangsa yang unggul dan berdaya saing.

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ilmu pengetahuan adalah pilar utama bangsa yang unggul dan berdaya saing. Pendidikan bermutu tidak lahir dari satu pihak, melainkan hasil partisipasi bersama. Kita semua memiliki peran: sebagai orang tua, pendidik, tokoh masyarakat, atau penyokong kebijakan.

Dipenghujung Khitbah ini, Khotib mengajak Mari kita wujudkan “Partisipasi Semesta” dalam mendukung pendidikan berkualitas untuk semua. Semoga Allah Swt menuntun langkah kita, meninggikan derajat kita dengan ilmu, dan menjadikan kita bagian dari generasi yang membawa kemajuan dan keberkahan bagi bangsa dan agama. Pendidikan berkualitas lahir dari partisipasi bersama, mengantarkan bangsa menjadi unggul, berdaya saing, dan bermartabat melalui ilmu pengetahuan. Wallahu a’lam bish-shawab.

A. Rusdiana, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *